HYPNO NEWS

Friday, October 23, 2015

Anak dan Nasi Putih

Manakah yang paling berat dampak psikologisnya, di-bully atau dicuekin? Jawabannya sama saja. Bahkan lebih parah dampak yang dirasakan orang yang dicuekin. Kenapa demikian? Ya, karena keberadaannya dianggap tidak ada. Ada tapi dianggap tidak ada, atau dianggap tidak berguna sama sekali. Sementara di-bully, ada, tapi dibuat tidak berguna, sehingga dampaknya sangat berat secara psikologis.



Dalam buku Quantum Life Transformation (QLT) yang ditulis pakar teknologi pikiran, Adi W. Gunawan digambarkan, setiap orang memiliki gelombang energi. Orang yang di-bully akan merasa rendah diri. Nah perasaan ini energinya sangat rendah. Sehingga secara psikologis akan sangat mengganggu.

Beberapa waktu lalu, saya pernah membuat penelitian sederhana. Saya siapkan tiga toples yang masing-masing diisi satu sendok makan nasi. Setelah itu, masing-masing toples diberi tulisan berbeda.

Toples pertama diberi tulisan yang buruk. "Kamu tidak berguna, kamu menjengkelkan, kamu jelek, dll." Sementara toples kedua diberi tulisan yang baik, yakni "Aku sayang kamu, kamu baik, kamu cantik, dll." Sedangkan toples ketiga tidak diberi tulisan apa-apa.

Dua minggu kemudian, ada perubahan signifikan. Nasi yang di-bully dengan kalimat jelek, menjadi sangat bau dan buruk. Terlihat perubahan warna menjadi sangat cokelat.

Sementara untuk toples yang diberi kalimat baik, tidak mengeluarkan bau busuk, dan warnanya juga lebih putih. Sedangkan toples ketiga, yang dicuekin, hasilnya lebih parah ketimbang yang di-bully.

Dari percobaan sederhana ini, menjadi bukti betapa nasi juga punya "nyawa" dan "perasaan". Lalu bagaimana dengan manusia yang jelas-jelas punya hati dan perasaan? Bisa dipastikan, anak-anak bahkan orang dewasa yang suka di-bully, perkembangannya jelas akan terganggu. Begitu pula anak-anak dan orang dewasa yang dicuekin. Ada tapi dianggap tidak ada. Ada tapi dianggap tidak berguna. Tentu hal ini menyebabkan individu akan merasa tertekan dan terganggu secara psikologis.

Sebagai orang tua, sudah saatnya memahami hal ini agar tumbuh kembang anak tak terganggu. Begitu juga sahabat yang memegang posisi sebagai pimpinan atau atasan, pastikan, apakah semua karyawan sudah mendapat perhatian yang proporsional. Jangan sampai ada karyawan atau bawahan yang merasa tidak dianggap atau dicuekin. Coba beri perhatian menyeluruh, pasti tim kerja akan berhasil lebih maksimal mencapai target.

Sahabat, jika tidak percaya dengan hal ini, boleh melakukan percobaan sendiri. Libatkan anak-anak untuk melakukan hal ini, agar dia tahu dampaknya jika melakukan bully atau tidak menghargai orang lain. Harapannya, ketika dewasa dia akan tumbuh dengan sikap welas asih yang tulus. Bagaimana menurut Anda?

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes