Saturday, October 31, 2015

Hipnoterapis Hanya Navigator

"Mas, bisa selesaikan masalah saya?"

"Mas, saya sakit migrain. Sering minum obat tapi ngga juga sembuh, sepertinya ada emosi di dalamnya. Bisa dibantu?"

Sahabat, pada intinya, saat Anda meminta bimbingan hipnoterapis, yang mengatasi masalah adalah diri Anda sendiri. Hipnoterapis hanya bertugas sebagai navigator. Ibarat balap mobil, hipnoterapis hanya membantu mengarahkan tujuan. Pedal gas, kopling, rem, dan stir kemudi, semua dalam kendali klien.  Artinya, hasil akhir ditentukan pengemudi dalam hal ini adalah klien yang dibimbing.


Kalau klien betul-betul mengikuti arahan dan bimbingan hipnoterapis, maka tujuan akhir akan mudah dicapai. Masalah akan selesai tuntas jika klien pasrah menjalankan arahan dari hipnoterapis. Ibaratnya, hipnoterapis bisa menunjukkan cara menaiki tangga, tapi tidak bisa memaksa agar naik ke tangga itu.

Seperti kata pepatah, Anda bisa menuntun keledai ke tepi kolam, tapi tidak bisa memaksa si keledai untuk minum.

Sahabat, saya kerap mendapati beberapa calon klien yang tidak cukup "menderita" untuk sembuh. Saya sebut calon klien, karena memang hingga kini tak kunjung menjadi klien. Bila bertemu  hanya mengeluh dan mengeluh. Tapi tak mau menjalani sesi terapi. Kalau sudah seperti itu, saya hanya tersenyum dan saya kembalikan lagi ke dirinya sendiri.

Hipnoterapis hanya akan membantu klien yang serius dan betul-betul ingin berubah. Sebab ilmu hipnoterapi bukan untuk dicoba-coba. Yakinkan diri Anda untuk berubah, setelah itu barulah minta bantuan Hipnoterapis untuk membimbing mengatasi masalah yang ada.

Di awal-awal saya mendalami hipnoterapi, ingin rasanya semua rekan dan sahabat saya bantu mengatasi masalahnya. Apalagi saya memang merasa, mereka ada masalah terpendam. Namun seiring perjalanan, saya menyadari bahwa tak semua orang mau berubah. Tak sedikit mereka yang nyaman dengan kondisinya yang ada saat ini. Padahal jika mau berubah, hasilnya pasti akan lebih baik.

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...