HYPNO NEWS

Wednesday, October 28, 2015

Orang Tua Hambat Kemajuan Anak?


Judul di atas bukan bermaksud menyalahkan orang tua secara mentah-mentah. Judul ini sengaja diambil dari beberapa kasus yang saya jumpai baik di sesi terapi, maupun sesi konsultasi terhadap para siswa dan remaja.  

Mengapa orang tua menjadi penghambat? Ya, pengalaman orang tua di masa lalu, terkadang justru membuat orang tua trauma dan tidak ingin hal yang sama terjadi juga pada anaknya. Padahal, boleh jadi situasi dan kondisi yang dihdapi anak saat ini sangat jauh berbeda. Yang diperlukan justru sebaliknya, pengalaman orang tua di masa lalu hanya menjadi informasi, dan bisa lebih mendorong anak melakukan yang lebih maksimal.



Terkadang orang tua tanpa sadar menyampaikan, bahwa sukses hanya akan didapatkan oleh mereka yang bekerja keras. Pemahaman ini bisa jadi pas bagi para orang tua yang memang sukses dengan cara bekerja keras. Namun, dalam kondisi yang terjadi saat ini, banyak sekali anak muda yang justru sukses dengan bekerja cerdas. Bahkan omzetnya melampaui mereka-mereka yang bekerja keras.

“Pak, saya punya cita-cita menjadi pramugari. Bisa ngga? Orang tua maunya saya harus jadi PNS,” begitu kata salah satu remaja putri kepada saya. Dia mengaku sangat ingin menjadi pramugari. Bahkan ketika saya minta untuk sensualisasi, dia merasakan sangat nyaman. Tidak ada sedikit pun penolakan dalam dirinya. Penolakan justru terjadi dari luar, yakni dari ibunya sendiri. Di sisi lain, anak tentu tidak berani melawan kehendak orang tua. Namun nyatanya, apa yang diinginkan orang tuanya, sangat bertolak belakang dengan hatinya.

Hambatan-hambatan seperti itulah yang kerap dialami generasi muda saat ini. Akibatnya, dia merasakan ada ganjalan saat berinteraksi dengan orang tuanya sendiri. Orang tua yang diharapkan menjadi suplier energi pertama untuk si anak, posisinya perlahan-lahan digantikan orang lain. Entah itu teman, kerabat atau bahkan melalui dunia maya.

Mindset harus menjadi pegawai negeri sipil, tentu tidak sepenuhnya salah. Namun fakta bahwa begitu banyak profesi yang ada di muka bumi ini, sepatutnya tetap menjadi pertimbangan. Sukses adalah milik setiap orang, apa pun profesinya. Tak sedikit fakta sukses mereka yang berhenti menjadi pegawai negeri sipil, namun kemudian bisa membangun kerajaan bisnis yang menggurita.

Sahabat, jika saat ini memiliki anak yang beranjak dewasa, pastikan lagi apa yang mereka inginkan. Ajak buah hati berdiskusi dari hati ke hati. Namun kali ini sebaiknya lebih banyak berperan sebagai pendengar. Dengarkan semua isi hati buah hati Anda. Jika kemudian ada yang salah menurut pemahaman Anda, pastikan untuk coba melihat juga dari sudut pandang buah hati Anda.

Seperti yang sudah saya ulas dalam beberapa coretan sebelumnya, tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf pada buah hati Anda. Mintalah maaf dengan tulus dan sungguh-sungguh. Beri perasaan yang aman dan nyaman pada anak. Perasaan aman dan nyaman yang dirasakan anak, akan membuat dia kembali bersemangat dan lebih percaya diri dalam menatap masa depannya. Bagaimana menurut sahabat?   
  



Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes