HYPNO NEWS

Friday, October 23, 2015

Pilih Toyota Alphard atau Mobil Bekas?

Otak yang ada di kepala manusia sungguh merupakan sebuah anugerah dari Sang Pencipta yang tak ternilai harganya. Sistem kerja otak super canggih, mampu menciptakan apa saja sesuai keinginan manusia.

Hal-hal yang dulu dianggap tidak mungkin, nyatanya dari hasil imajinasi otak, hari ini sudah bisa diwujudkan dan diciptakan. Begitu pula apa saja yang dirancang hari ini, bukan tidak mungkin akan segera terwujud. Hanya waktu yang akan membuktikan dan bergantung seberapa nyaman untuk mewujudkannya.



Sahabat, otak yang saat ini ada di dalam tubuh masing-masing memiliki sistem serba digital dan otomatis. Sementara tubuh masih analog dan manual. Perlu sinkronisasi antara otak dan tubuh, agar bisa menghasilkan apa yang diinginkan.

Sebagai contoh, saat sahabat berada di rumah dan siap berangkat ke tempat kerja, siapa yang tiba lebih dulu di tempat kerja? Betul. Yang duluan sampai ke tempat kerja ya pikiran atau otak. Begitu memutuskan berangkat kerja, maka pikiran langsung membuat data tentang jalan mana saja yang akan dilalui dan segera menyiapkan data tentang apa saja yang akan dikerjakan. Barulah kemudian, tubuh yang analog dan manual, mengikuti arahan dari pikiran tadi.

Begitu pula ketika bersiap untuk makan malam. Pikiran lebih dahulu sampai di rumah makan yang dituju, termasuk menu apa saja yang akan dipilih. Barulah tubuh meresponse dan perlu sedikit waktu untuk sampai ke tempat tujuan.

Itu sebabnya, ketika bangun tidur disarankan untuk tidak buru-buru beranjak dari ranjang. Duduk sejenak, lakukan sinkronisasi antara pikiran dan tubuh. Kalau tidak, biasanya kepala akan terasa pusing karena proses sinkronisasi dipaksa berjalan cepat.

Apa pun yang sahabat ingin lakukan, selalu pikiran yang akan melakukannya lebih dahulu. Barulah kemudian tubuh mengikuti jalur yang sudah dibuat pikiran tadi. Kecuali bagi yang tidak punya otak, maka tubuh akan melakukan apa saja secara liar, karena tidak ada panduan yang jelas, he he he. Maaf, bercanda. Masa sih ada yang tidak punya otak?

Bagi sahabat yang merasa punya otak encer, juga diingatkan untuk menghindari tidur miring. Takut saking encernya, otaknya meleleh keluar, he he he. Yang ini juga bercanda kok.

Nah, kalau semua yang dilakukan merupakan hasil dari ‘perjalanan’ pikiran, lantas kenapa tidak digunakan untuk merancang masa depan? Inilah yang jarang dilakukan. Sebagian orang masih terjebak dengan kalimat, “jalani saja apa adanya.” Akibatnya, pikiran tidak dirangsang untuk membuat perjalanan masa depan yang nyaman dan menyenangkan. Bukankah tidak sedikit impian yang sudah dirancang pada masa lalu, terbukti sudah terwujud di masa sekarang?

Berani bermimpi. Itulah yang kerap diucapkan para motivator dan inspirator di berbagai seminar dan buku. Kalau mimpi saja tidak berani, maka sama saja tidak memperbolehkan otak pergi ke masa depan. Karena otak tidak dirangsang ‘move on’, maka hanya begitu-begitu saja hasilnya.

“Mas, saya sudah merancang masa depan. Saya juga sudah punya daftar impian. Tapi kenapa tidak berhasil juga?” Nah, di sinilah pentingnya sinkronisasi. Perbedaan sistem digital dan analog antara otak dan tubuh, memerlukan sinkronisasi yang pas. Saat memutuskan pergi ke sebuah rumah makan, kenapa bisa terwujud dengan mudah? Karena otak dan tubuh sudah sinkron, terasa nyaman dan tidak ada hambatan.

Untuk merancang masa depan, sinkronisasi bisa dilakukan dengan melakukan pengecekan perasaan. Misalnya sahabat ingin membeli mobil baru sekelas Toyota Alphard seharga Rp 1,6 miliar. Coba cek perasaan. Pejamkan mata, letakkan telapak tangan kanan ke dada sebelah kiri. Rasakan response tubuh dan perasaan. Kalau terasa nyaman, ya sudah, tarik impian untuk membeli mobil ini. Tapi kalau kemudian ada perasaan yang mengganjal atau tidak nyaman, ya ganti jenis mobilnya. Terus turunkan dan cari mobil yang lebih murah harganya, sampai benar-benar terasa nyaman. Kalau perasaan sudah benar-benar nyaman, berarti sinkronisasi sudah jalan, dan tinggal menunggu waktu hal itu bisa terwujud.

“Sudah mas, ini rasanya sudah nyaman. Mobilnya saya ganti yang harga Rp 100-an juta.” Ya, sudah. Itu artinya tubuh dan perasaan merasa lebih nyaman membeli mobil seharga itu. Kalau ini sudah terwujud, tinggal membuat impian baru lagi. Yang penting, sinkronisasi tetap harus dilakukan setiap kali ingin mencapai suatu impian.

Terus bagaimana kalau sahabat tetap sangat ingin memiliki mobil mewah tadi, tapi perasaan tetap tidak nyaman? Ya bereskan dulu rasa tidak nyamannya. Itulah yang disebut mental block, alias penjara mental. Perasaan tidak nyaman inilah yang umumnya menghambat seseorang mencapai sesuatu. Mental block ini bisa berasal dari emosi negatif, konflik masa lalu yang belum terselesaikan, trauma, dan berbagai masalah lain yang berhubungan dengan pikiran. Kalau perasaan tidak nyaman ini sudah dibereskan, maka jemputlah impian yang akan segera menjadi nyata. Bagaimana menurut sahabat?

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes