HYPNO NEWS

Friday, October 23, 2015

Stres dan Kehamilan

Para sahabat yang kini sedang mengandung bahkan menanti kelahiran buah hati, pasti sudah tahu dan sudah sering mendengar, agar sebisa mungkin menghindari stres. Sebab, stres akan berpengaruh pada tumbuh kembang janin bahkan ketika si jabang bayi sudah lahir dan dalam proses pertumbuhan.

Dalam banyak kasus, ketika pertumbuhan si kecil ada yang kurang sesuai, umumnya bisa ditelisik bahwa ketika dia di kandungan, ibunya dalam kondisi terlalu stres alias banyak pikiran.
Mumpung belum terlambat, jangan biarkan energi yang seharusnya berguna untuk tumbuh kembang janin, tersedot untuk stres atau atau masalah lain yang mengganggu.

Meski masih di dalam kandungan, janin bisa merespons dan merasakan semua yang terjadi pada ibunya. Hubungan langsung melalui tali pusat, menjadi penegasan bahwa hubungan yang terjadi tidak hanya sekadar hubungan fisik, melainkan juga hubungan emosional.

Ada baiknya si janin dalam kandungan sering diajak berbicara. Rasakan setiap response yang terjadi. Ajak si janin untuk bersama sama menjaga kehamilan tetap nyaman dan aman.

Bacakan buku yang bermanfaat, sehingga kelak dia juga akan senang membaca buku. Beri asupan musik yang berkualitas, atau bacaan ayat ayat dalam kitab suci, untuk memperkuat program utama di pikiran bawah sadar si janin.

Semakin si ibu merasa rileks dan nyaman menjalani kehamilan, maka semakin baik pula tumbuh kembang buah hati hingga proses persalinannya nanti. Bahkan, rileks saat melahirkan, membuat proses kelahiran bisa berjalan normal tanpa jahitan, bahkan si ibu bisa merasakan orgasme. Poin ini bisa anda baca dalam buku The Conny Method, terbitan Gramedia.

Lalu bagaimana jika anak sudah terlanjur lahir, sementara si ibu tahu dulu saat proses kehamilan sering stres? Perbanyak relaksasi, kirimkan energi kasih sayang untuk memperbaiki kurangnya energi untuk si buah hati saat masih di janin.

Hubungan ibu dan anak, tak ubahnya hubungan handphone menggunakan bluetooth. Jika perasaan yang dikirim positif, maka positif pula yang diterima buah hati. Hubungan bluetooth harus sering dilakukan agar buah hati tidak kehabisan baterai kasih. Sebab jika baterai habis, maka hubungan ibu dan anak langsung putus total, bluetooth dan sinyal apa pun tidak bisa lagi terhubung.

Pernahkah sahabat merasakan, sebagai orang tua, terkadang anak juga tidak tenang saat kedua orang tuanya juga sedang ada masalah atau galau. Vibrasi tidak baik dari kedua orang tuanya ikut mempengaruhi perilaku anak. Hukum tarik menarik memang dahsyat dan sangat luar biasa. Jangan sepelekan hubungan sekecil apapun dengan buah hati. Bagaimana menurut Anda?

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes