Friday, November 13, 2015

Ayah Kandung Lebih Kejam dari Ayah Tiri

Mengatasi masalah dengan metode hipnoterapi, memang memerlukan kecakapan dan keandalan dari hipnoterapis itu sendiri. Jika tidak kreatif dan tidak memiliki bekal teknik yang mumpuni, proses terapi bisa saja terhenti di tengah jalan, atau menemui jalan buntu.

Itu pula yang pernah saya alami saat melakukan proses terapi terhadap klien korban kekerasan dalam rumah tangga. Klien berusia 17 tahun ini, sebelumnya berkali-kali mendapat perlakuan kasar dari ayahnya sendiri. Puncaknya, klien ini pernah menerima hadiah hantaman sebuah balok di lengannya, hingga membuatnya memar dan menimbulkan sakit yang luar biasa. Beruntung klien tidak mengalami patah tulang akibat hantaman itu.


Seperti biasa, klien saya bimbing untuk mengalami relaksasi pikiran yang dalam dan menyenangkan. Setelah berada di kedalaman tertentu, saya kemudian mencoba mengakses data dan informasi terkait trauma klien. Hasilnya memang memprihatinkan. Sejak usia 6 tahun, klien sudah kerap mendapat perlakuan kasar dari ayahnya. Sikap ayahnya yang temperamen inilah, yang membuat kedua orang tuanya kemudian bercerai. Ibunya sudah menikah lagi, namun ayahnya belum. Pendek kata, klien ini merasakan bahwa ayah kandung jauh kebih kejam ketimbang ayah tiri. 

Agar hasilnya efektif mengatasi trauma, saya coba hadirkan introject ayah dari klien ini. Terbukti, sang ayah memang sangat keras kepala. Sangat-sangat sulit melakukan negosiasi dengan introject ayah klien ini.  Hampir kehabisan akal, saya pun menyemplungkan introject ayah ini ke ‘neraka’. Ini adalah jalan terakhir setelah proses negosiasi memang menemui jalan buntu.

Teknik neraka ini memang efektif. Hasilnya, introject ayah langsung luluh, dan proses terapi bisa berjalan dengan lancar. Klien pun bisa terbebas dari trauma yang mendalam terhadap ayahnya. (*)   
  

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...