HYPNO NEWS

Wednesday, November 25, 2015

Batal Operasi Ganti Kelamin dengan Hipnoterapi


Rabu, (25/11/2015) malam tadi, sebuah diskusi panjang begitu mengalir di grup hipnoterapis lulusan Adi W. Gunawan Institute (AWGI) of Mind Technology. Pokok bahasannya adalah soal klien yang memiliki orientasi seks berbeda dibanding orang lain pada umumnya. Pertanyaan mendasar adalah, bisakah mereka yang sebelumnya memiliki orientasi seks yang tidak lazim, dibuat normal kembali dengan hipnoterapi berbasis teknologi pikiran? Jawabannya dengan tegas disampaikan: BISA.


Ya, para sejawat hipnoterapis lulusan AWGI yang tersebar di seluruh daerah di Tanah Air, tak sedikit yang membuktikan mampu mengembalikan klien yang awalnya memiliki orientasi seks yang kurang lazim, menjadi normal kembali.

Akan tetapi, ada baiknya hal ini didahului dengan pemeriksaan medis terlebih dahulu. Ini untuk menentukan secara fisik, apakah klien berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, termasuk pemeriksaan dari sisi hormonal.

Guru saya, Adi W. Gunawan menyampaikan, pernah menangani klien laki-laki, usia 21 tahun, yang mau operasi ganti kelamin menjadi perempuan. Namun sebelum membuat putusan final, yang bersangkutan berkonsultasi dan meminta pendapat. Klien ini kemudian disarankan untuk ke androlog guna menjalani tes medis.

Hasilnya secara fisik ia lelaki tulen. Kemudian klien ini diterapi. Hasil terapi menunjukkan fakta, pikiran bawah sadar (PBS) sengaja membuat klien ‘halus’ dan ‘melambai’ untuk mendapatkan perhatian. Akibatnya PBS lebih mengarah ke perempuan. Namun setelah proses terapi, klien membatalkan untuk operasi dan kembali menjadi laki-laki normal.

Ada juga klien lain yang memiliki orientasi seks sesama jenis (homoseks), usia 23 tahun, yang sudah 6 tahun menjadi gay. Melalui sesi hipnoterapi, klien ini kembali menjadi normal. Poin utama untuk bisa mengembalikan klien ke kondisi normal secara umum adalah, klien benar-benar mau kembali normal. Ada pula yang pernah membantu klien lesbian, dan kini kembali normal bahkan sudah menikah dengan lawan jenis.

Dari diskusi tersebut terungkap, biasanya yang cukup memberatkan klien untuk diarahkan kembali normal adalah, ketika sempat konsultasi ke pihak lain dan kemudian diberi nasihat bahwa apa yang dialami klien sudah digariskan Tuhan, dan sebaiknya diterima apa adanya. Belum lagi jika disampaikan bahwa orientasi seks yang berbeda itu dikatakan bukan penyakit, meski memang bukan hal yang wajar.

Dengan sesi hipnoterapi, pikiran bawah sadar klien akan dibimbing agar orientasi seksnya kembali ke arah yang wajar. Setelah itu, klien akan ditingkatkan rasa percaya dirinya. Kenapa? Karena lingkungan akan membuat klien tampak berbeda dibanding biasanya. Apalagi jika klien sebelumnya sudah tergabung dengan komunitas tertentu yang sejenis, tentu harus dibantu agar memiliki kepercayaan diri dan keberanian yang tinggi, menjalani kehidupannya yang baru.  

Bagaimana menurut Anda?


Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes