BREAKING NEWS

Sunday, November 8, 2015

Kesal Suami Suka Memancing? Lakukan Ini



“Kalau sudah Sabtu-Minggu, seperti biasa bapaknya pergi mancing sama teman-temannya. Mau dilarang, susah. Alasannya, mending memancing ikan ketimbang dugem. Ya, bener juga sih,…” ujar bu Ani (bukan nama sebenarnya), mengeluhkan tentang suaminya.

Saya tak langsung menanggapi keluhannya. “Ibu punya koleksi Tupperware?” tanya saya. Bu Ani mengangguk. “Banyak. Saya punya koleksi satu lemari. Semua seri ada. Setiap ada yang baru, saya selalu beli. Mumpung diskon,” ujarnya antusias.


“Ibu mau ngga, dilarang beli Tupperware lagi sama suaminya? Buktinya koleksinya banyak, ngga juga dipakai. Cuma disimpan aja di lemari,” tanya saya lagi.

“Ya ngga mau, dong. Enak aja. Itu kan hobi saya. Lagian ngga enak sama ibu-ibu arisan yang lain kalau ngga beli, ntar dibilang perhitungan. Suami saya juga nanti yang malu, ntar dibilang pelit,” bebernya.

“Emangnya suami ibu pernah bilang kalau dia malu?” balas saya. “Ngga juga sih. Tapi kan bakal jadi omongan sama ibu-ibu yang lain,” ucapnya lagi.

“Kalau ibu ngga mau dilarang beli Tupperware, ya jangan larang juga suaminya pergi memancing. Adil kan?” timpal saya.

Sahabat, memiliki hobi atau kegemaran memang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat handphone, hobi berperan menjadi charger yang pas untuk mengembalikan semangat dan kegembiraan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Setiap individu harus memiliki “Me Time” alias waktu untuk diri sendiri. Me Time ini untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, serta menyenangkan diri sendiri. Ini penting untuk kebahagiaan diri sendiri. Bagaimana bisa membuat lingkungan bahagia, jika diri sendiri tidak bahagia. Me Time sangat penting untuk menghindarkan diri dari stres serta dari berbagai tekanan hidup sehari-hari yang mungkin sudah sangat melelahkan

Coba saja perhatikan pasangan yang sama-sama sibuk bekerja, dan masing-masing tidak memiliki Me Time. Umumnya, yang jadi korban adalah anak-anaknya. Lingkungannya menjadi kurang harmonis, suasana di rumah menjadi kurang aman dan nyaman. Padahal, kehangatan dalam kehidupan berumah tangga, mutlak diperlukan.

Namun demikian, Me Time juga harus ada batasan dan ukuran yang tepat. Jangan sampai mengambil jatah Me Time berlebihan, lantas tidak punya kesempatan menyebarkan kebahagiaan yang sudah didapatkan itu ke lingkungannya sendiri.

Selain itu, pilihlah kegiatan Me Time yang sesuai dengan penghasilan. Alih-alih ingin memanjakan diri, yang terjadi bisa perang sama ‘menteri keuangan’ di rumah karena terlalu banyak menyedot anggaran rumah tangga.

Kalau mau lebih dahsyat, kenapa tidak memilih Me Time yang benar-benar membahagiakan semua anggota keluarga? Apa itu? Ya berkumpul dengan keluarga. Jadikanlah momen bersama keluarga ini sebagai salah satu Me Time yang wajib dilakukan. 

Caranya bagaimana? Mudah saja. Matikan semua handphone. Biarkan masing-masing anggota keluarga merasakan baterai cintanya benar-benar terisi dan mendapatkan kebahagiaan yang melimpah. Bagaimana menurut Anda?

Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes