Thursday, November 19, 2015

Ketahui Fungsinya, Jangan Minta Pistolnya


“Mas Endro, ajarin dong ilmunya. Saya juga pengen belajar hipnoterapi,” begitu kata salah satu sahabat kepada saya, baru-baru ini. Saya pun diskusi banyak hal dengan dia. Saya berikan penjelasan tentang apa itu hipnoterapi, dan apa saja kegunaannya hingga aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Tak cukup hanya di situ, sahabat ini pun meminta diajarkan salah satu teknik yang mudah dan aplikatif. Akhirnya, saya pun mengajarkan teknik Hipno-Emotional Freedom Technique (EFT) yang memang terbukti sangat berdaya guna dalam mengatasi beberapa masalah.

Beberapa hari kemudian, sahabat saya ini mengaku sudah mempraktikkan teknik Hipno-EFT itu, dan memang ada hasilnya. Dia menggunakan teknik yang saya ajarkan, untuk mengatasi rasa takut anaknya terhadap kegelapan. Setiap kali listrik padam, anaknya pasti teriak. Hal itu diakui sangat mengganggu, dan akhirnya dia putuskan untuk mencoba Hipno-EFT pada anaknya. “Anak saya ngga takut lagi kalau pas mati lampu. Biasa aja,” katanya.       


“Mas, ajarin lagi dong teknik yang lain,” katanya lagi. Kali ini, saya terpaksa menolak permintaannya dengan halus. “Pakai saja Hipno-EFT, sangat efektif kok. Teknik ini juga masih saya pakai,” jawab saya.

Namun dia merasa tidak puas, dan meyakini masih ada teknik lain yang belum saya sampaikan. Sahabat, jujur saya sampaikan, teknik yang dipelajari di kelas 100 jam, Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy (SECH) Adi W. Gunawan Institute (AWGI) of Mind Technologi Surabaya, sangat banyak sekali. Ini pun ternyata, masih banyak teknik lain yang belum saya pelajari, dan harus mengikuti kelas advance untuk bisa mendapatkannya.

Karena itu, tentu ada alasan tersendiri bagi setiap orang untuk tidak menyerahkan ilmunya bulat-bulat kepada orang lain. Kenapa? Karena memang untuk mendapatkannya perlu waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Ibarat polisi, ilmu hipnoterapi adalah pistolnya, berfungsi sebagai senjata yang mematikan untuk menuntaskan semua masalah klien. Sama halnya polisi, jelas saya tidak mungkin menyerahkan ‘pistol’ itu kepada orang lain. Bahkan meminjamkannya sekali pun, sangat berbahaya.

Toh buktinya saya tetap memberikan teknik yang aman digunakan, yakni teknik Hipno-EFT yang memang sangat ampuh dan mudah diaplikasikan. Hipno-EFT ini ibarat alat kejut listrik yang boleh digunakan oleh petugas keamanan. Meski kecil, namun mampu melumpuhkan penjahat. Lagi pula, petugas keamanan jelas tidak dibenarkan memiliki pistol, kecuali sudah memiliki izin khusus.

Sama halnya dengan ilmu hipnoterapi, perlu belajar dan perlu waktu khusus untuk mendalami dan mempraktikkannya. Meski sudah diberikan semua ilmunya, tidak bisa serta merta digunakan begitu saja. Pendek kata, meski sahabat saya beri semua buku tentang hipnoterapi, belum tentu bisa langsung menggunakannya. Kenapa? Karena memang ada tahapan pelatihan yang patut didalami dengan teknik yang tepat.

Untuk itu, sahabat yang memang tertarik dan ingin mendalami tentang hipnoterapi, silakan mencari lembaga yang kredibel dan mumpuni. Pastikan mencari lembaga yang instrukturnya memang aktif melakukan terapi pada klien. Jika tidak, sahabat hanya akan mendapat teori saja, tanpa pendalaman materi yang terus berkembang.

Sebab nyatanya, meski sudah dapat berbagai teori di bangku pendidikan, terkadang tetap perlu eksplorasi dan kreativitas saat melakukan terapi klien. Di sinilah jam terbang memang menentukan. Beruntung saya belajar langsung dengan Adi W. Gunawan, pendiri lembaga sekaligus pengajar yang sampai saat ini juga rutin melakukan terapi. Hal-hal baru yang didapatkan saat proses terapi klien, tak jarang langsung di-share ke para muridnya, sebagai pengembangan ilmu.

Sahabat, ilmu hipnoterapi juga terus berkembang, mengikuti pertumbuhan jaman. Seiring dengan semakin banyaknya alumni Adi W. Gunawan Institute, maka sejatinya semakin banyak pula para praktisi teknologi pikiran yang sekaligus melakukan penelitian. Tak jarang, dari aktivitas terapi yang dilakukan para hipnoterapis lulusan AWGI itu, muncul teknik baru yang setelah dilakukan validasi, juga sangat efektif. Kalau sudah seperti itu, maka hipnoterapis lain pun juga mendapat tambahan teknik baru tersebut. (*)   


Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...