Friday, November 13, 2015

Lihat Seragam Kerja Suami, Langsung Sedih

Sebelum meninggal dunia, suami saya didiagnosa terkena penyakit liver stadium lanjut. Sebagai istri, saya tentu berusaha semaksimal mungkin untuk penyembuhannya. Selain berobat secara medis di Surabaya, juga berobat ke ‘orang pintar’. Nah, saat berkonsultasi dengan ‘orang pintar’ itulah, saya diberi tahu jika suami saya mendapat ‘kiriman’ penyakit itu dari rekan kerjanya.


Suami saya tak tertolong. Orang yang paling saya cintai itu akhirnya tutup usia untuk selama-lamanya. Sedih sudah pasti. Tapi yang paling mengganggu pikiran saya adalah ucapan ‘orang pintar’ itu. Setiap kali melihat orang lain yang seragam kerjanya sama dengan yang biasa dipakai suami saya, dada saya terasa sangat sakit dan sesak. 

Saya merasa sakit hati dengan semua rekan kerjanya. Padahal, saya sendiri tidak tahu, siapa di antara mereka yang dituduh ‘orang pintar’ itu ‘membunuh’ suami saya. Yang pasti, setiap kali melihat logo perusahaan atau seragam kerja yang selama ini dipakai suami saya, perasaan langsung berkecamuk dan ingin menangis sekuat-kuatnya.

Beruntung saya bertemu mas Endro. Dia teman saya waktu duduk di bangku SMA. Saya ketemu lagi dengan dia saat ada acara kumpul-kumpul dengan sesama alumni sekolah yang sama. Awalnya saya tidak tahu jika dia punya kemampuan menghilangkan trauma. Pendek kata, saya kemudian dibantu menghilangkan rasa sakit hati dan trauma itu dengan teknik hipnoterapi. 

Alhamdulillah, sekarang saya jauh lebih tenang dan ikhlas, serta tidak pernah lagi sakit hati setiap melihat logo perusahaan atau seragam kerja seperti yang dipakai almarhum suami. (*)


(Helda, 34 tahun, karyawati swasta tinggal di Kabupaten Berau  - Kalimantan Timur)

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...