Wednesday, November 18, 2015

Lintah Energi Minggat, Omzet Bisnis Meningkat

Menjadi pengusaha, tak semata-mata hanya mengandalkan kecakapan dan keahlian dalam mengelola sebuah bisnis atau memimpin perusahaan. Lebih dari itu, faktor internal, alias kondisi di dalam diri pengusaha itu sendiri, harus benar-benar mendukung berputarnya roda usaha yang sedang dijalankan. Tak sedikit usaha hancur, hanya karena persoalan pribadi dari pemilik usaha itu sendiri.

Beberapa waktu lalu, pernah datang seorang klien yang mengaku bisnisnya macet dan terhambat. Ia mengakui, kondisi ekonomi global memang sedang lesu. Namun menurutnya, hal itu bukanlah penyebab utama. Yang sangat mengganggu dari dalam dirinya justru sangat banyak. Dari mulai trauma, sakit hati, cemas, dan berbagai perasaan tidak nyaman lainnya.

Klien ini pun menjalani sesi hipnoterapi, untuk mencari akar masalah yang menjadi penyebab kenapa sulit sekali fokus dalam menjalankan bisnisnya. Ternyata, ada trauma yang mendalam sejak klien berusia 3 tahun. Bisnis dan usaha yang dijalankan saat ini, ternyata bukan semata-mata untuk menyambung hidup. Lebih dari itu, usaha yang dijalankan lebih sebagai pembuktian bahwa dia juga bisa sukses dan kaya.


Sahabat, makna sukses memang bergantung pada masing-masing orang. Klien ini sejak kecil mendapat perlakuan selalu disepelekan dan dihina oleh kerabatnya. Di tengah perlakuan yang tidak menyenangkan itulah, muncul ‘dendam’ di dalam hati, yakni ingin membuktikan bahwa kelak dia juga bisa kaya dan bisa sukses.

Program pikiran bawah sadar yang dimasukkan ketika kecil melalui ‘dendam’ tadi memang sukses. Klien kemudian memiliki banyak toko hingga membuka banyak cabang di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Akan tetapi, masih ada perasaan yang tidak nyaman. Pendek kata, dia pun merasa tidak bahagia dengan sudah ia peroleh selama ini.

Saat sesi hipnoterapi, saya pun membimbing klien untuk mengatasi berbagai trauma, sakit hati, termasuk dendam yang cukup mengganggu tersebut. Hasilnya klien merasa lebih plong, nyaman dan lebih berenergi.

Keesokan hari setelah terapi, klien ini pun mengirimkan pesan pendek seperti ini:

"Alhamdulillah Dik Endro, berkat pertolongan Allah dan kenyamanan hati kami, order barang hari ini sangat mengembirakan. Semoga untuk seterusnya Allah memberi kelancaran rezeki pada kami. Terima kasih banyak ya Dik. Semoga Allah selalu melindungi sampean sekeluarga. Aamiin." 

Bahkan satu bulan setelah berkirim pesan pendek ini, klien tersebut juga mengaku mendapat bonus dari salah satu supplier barang untuk berlibur gratis ke Eropa, karena omzet penjualannya memang terus meningkat.

Terkadang orang tidak menyadari, selama ini energinya habis untuk memelihara masa lalu, baik itu berupa dendam, trauma, sakit hati, dan berbagai perasaan tidak nyaman lainnya. Sebab, berbagai perasaan tidak nyaman itu ibarat lintah energi yang merugikan. Begitu persoalan masa lalu ini diselesaikan, maka energinya akan meningkat pesat. Dengan begitu, secara otomatis energi untuk memikirkan masa depan pun melimpah ruah.

Bagaimana menurut Anda?



Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...