BREAKING NEWS

Sunday, November 15, 2015

Malas Menulis? Atasi dengan Ini

Diskusi Jaring Penulis Kaltim di Komunitas Ladang, Samarinda.
Minggu (15/11) tadi, saya mendapat kesempatan diskusi dengan rekan-rekan Jaring Penulis Kaltim (JPK) di studio Komunitas Ladang, Jalan Pramuka 6 Samarinda. Awalnya saya hadir murni sebagai penulis. Selain bekerja sebagai wakil pemimpin redaksi Kaltim Post dan mengemban amanah sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, saya memang masih aktif menulis.

Akan tetapi sang tuan rumah, pemilik studio Komunitas Ladang Syafril Teha Noer, malah memperkenalkan saya kepada anggota komunitas ini dalam kapasitas sebagai hipnoterapis. Lah, apa hubungannya antara dunia tulis-menulis dengan hipnoterapi?


Tentu saja ada hubungannya antara menulis dengan hipnoterapi. Hubungannya sangat erat, bahkan bulan depan mau menikah… he he he, maaf hanya bercanda. Maksud saya, memang ada hubungannya antara menulis dengan hipnoterapi. Hubungannya adalah dalam hal mengatasi mental block alias hambatan dalam diri, saat akan memulai menulis.

Bagi Anda yang hobi dalam dunia tulis-menulis, tentu ada impian dan keinginan untuk menulis sebuah karya, baik dalam bentuk puisi, artikel, cerita pendek, bahkan menulis novel. Pertanyaan selanjutnya, apakah karya itu sudah ditulis? Nah jawaban atas pertanyaan ini bisa beragam.

“Sudah ada sih idenya, cuma masih malas menulis,” begitu salah satu jawaban yang muncul. “Semua bahan sudah ada di kepala kok, tinggal menuangkan saja,” jawab yang lain lagi. Padahal, selama tidak pernah dimulai, maka sebuah karya tulis tidak akan pernah selesai.

Lantas, kenapa untuk memulai terasa sangat sulit? Inilah yang disebut mental block tadi. Coba cek, perasaan apa saja yang muncul saat akan mulai menulis? Malas, tidak mood, kurang percaya diri, takut salah, takut ditolak penerbit, atau ketakutan yang lain. Atau ada gangguan lain, misalnya habis putus cinta, atau trauma hingga adanya perasaan yang mengganggu lainnya. Sehingga membuat tangan enggan memulai untuk menjentikkan jari-jemari di atas keyboard laptop. Semua perasaan tidak nyaman dan seluruh mental block itu, bisa dilibas dengan teknik hipnoterapi. Sudah terbukti kan, bahwa antara menulis dan hipnoterapi memang ada hubungannya.   

Sontak saja semua anggota komunitas ini langsung antusias mendengar penjelasan, bahwa antara hipnoterapi dengan tulis-menulis memang ada kaitannya. Namun, saya belum memberikan penjelasan detail saat itu juga. Selain memang saya tidak membawa materi presentasi yang lengkap, lagi pula niat saya datang adalah dalam kapasitas sebagai penulis, seperti yang saya sampaikan di awal. Namun demikian, komunitas ini berjanji akan mengalokasikan waktu khusus. Dengan begitu, para penulis dan para calon penulis di komunitas ini, bisa mengatasi hambatan yang ada pada dirinya sendiri.

Kalau semua hambatan sudah diatasi, kelak, mudah-mudahan akan semakin banyak karya sastra terbaik, yang lahir dari goresan para penulis asal Kaltim. Semoga. (*)



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes