Wednesday, November 18, 2015

"Mas, Saya Ngga Bisa Dihipnosis"


Sore tadi, saya melakukan terapi klien. Namun klien ini merasa dirinya belum trance. Kenapa? Karena tubuhnya selalu bergerak, dan dia tetap menyadari keberadaan tubuhnya. Inilah bedanya ukuran kedalaman trance antara lembaga lain dengan protokol sesuai standar Adi W. Gunawan Institute (AWGI) of Mind Technology.

Sesuai protokol yang ada, sebenarnya klien ini sudah trance, dan kami memiliki cara untuk menganalisa tersendiri. Sebab, saat mendalami teknologi pikiran melalui kelas Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy di AWGI, skala kedalaman ini memang dibahas tersendiri.

Hipnoterapis dari lembaga lain terkadang mementingkan relaksasi fisik. Sementara dalam ukuran efektivitas terapi, alumni AWGI berpatokan pada relaksasi mental dan pikiran.

Seperti dijelaskan Adi W. Gunawan, hipnoterapi adalah hipnosis dalam keadaan sadar. Sementara hipnosis adalah kondisi pikiran yang rileks. Kondisi rileks diperlukan supaya seseorang lebih mudah menerima pesan dan sugesti yang dilontarkan. Dalam praktiknya biasanya terapis akan menyuruh kliennya menutup mata dan membayangkan yang indah, hingga gelombang otak yang terpancar hanya 0,5-4 Hz.

Teknik hipnoterapi bisa dilakukan bila klien setuju terapis memasuki pikiran bawah sadar, dan menggali beberapa pengalaman sebelumnya. Tanpa persetujuan, terapis tidak bisa memasuki pikiran Unconscious atau subconscious pengguna yang dalam keadaan sadar sepenuhnya.

Karena itu, meski klien merasa belum trance, nyatanya masalah yang dikeluhkan bisa diatasi dengan efektif. Itu membuktikan bahwa perubahan yang sudah terjadi dalam diri klien, diterima dan dijalankan sepenuhnya oleh pikiran bawah sadar.

Sebelum terapi, klien sempat menyampaikan, bahwa dirinya selama ini mengaku sangat sulit dihipnosis. Namun nyatanya dengan protokol yang sudah sangat teruji dan terus dikembangkan di AWGI, klien bisa bablas dan pikiran bawah sadarnya dengan mudah menerima perubahan yang terjadi pada diri klien. (*)


Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...