Monday, November 16, 2015

Mertua Hambat Pendidikan Anak?

“Pak, saya setuju dengan artikel-artikel yang sudah sampean posting di website. Terutama soal mendidik anak. Tapi bagaimana ya? Terkadang apa yang sudah saya lakukan, disalahkan sama mertua. Saya dianggap tidak tegas lah, dianggap memanjakan anak lah, ini lah, itu lah. Padahal zaman sekarang itu kan berbeda dengan dulu. Kayanya orang tua dulu itu bangga sekali kalau ditakuti anak-anaknya..”

Demikian komentar salah satu sahabat, terkait postingan soal parenting yang kerap saya unggah di media sosial. Saya sangat setuju dengan kalimat terakhir yang dia sampaikan. “Kayanya orang tua dulu itu bangga sekali kalau ditakuti anak-anaknya.”


Sahabat semua, apakah pernah mengalami seperti itu ketika kecil dulu?  Mengalami rasa takut yang sangat luar biasa terhadap orang tua. Di masa lalu, umumnya orang tua mendidik dengan cara tegas, bahkan cenderung sangat kesar hingga mengarah ke hukuman fisik. Kenapa? Karena dulu energi anak-anak sangat besar. Waktunya tidak banyak tersita untuk les ini dan itu, kursus ini dan itu, atau seharian pegang gadget. Karena energi anak sangat lincah bahkan enerjik, maka anak-anak tidak bisa diarahkan dengan lembut. Harus dengan tegas dan keras. Bayangkan, ketika sedang asyik di lapangan terbuka bermain layang-layang, tentu tidak bisa dipanggil dengan lembut. Tentu harus berteriak disertai ancaman, supaya segera pulang.

Tapi, itu hanya berlaku untuk masa lalu. Beda zaman, beda pula cara mendidik anak. Ketegasan dan kekerasan yang tidak pada tempatnya, hanya akan membuat anak trauma, dendam, sakit hati, hingga luka batin mendalam. Bukankah sudah dikatakan, “didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.” Kalimat di atas menegaskan, bahwa pola pendidikan di masa lalu, tidak bisa 100 persen diterapkan dalam kondisi sekarang.

Perbedaan cara pandang dalam mendidik anak inilah yang terkadang menimbulkan masalah baru. Apa itu? Perselisihan antara menantu dan mertua. Tak sedikit menantu merasa kesal dengan mertuanya, hanya karena perbedaan pandangan dalam cara mendidik anak. Menantu, dengan pemahamannya saat ini, tentu punya konsep tersendiri dalam mendidik anak. Apalagi, begitu banyak teori baru yang bisa dipelajari dalam mendidik anak.

Akan tetapi, mertua yang merasa sudah pengalaman, sudah duluan makan asam garam kehidupan, terkadang menggunakan hak veto dalam mendidik cucunya. Meski konsep pendidikan sudah berbeda, namun mertua umumnya memaksakan cara mendidik yang sama di masa lalu. Tentu saja, banyak cara mendidik di masa lalu yang masih bisa digunakan. Namun, tetap perlu penyesuaian dengan kondisi dan keadaan yang ada saat ini.

Sebagai contoh, mertua menganggap sang menantu terlalu memanjakan cucunya karena sering membelikan mainan. Padahal, si menantu berpikir, mainan yang dibelikan adalah untuk merangsang kreativitas dan kecerdasan.

Atau sebaliknya, sang menantu enggan membelikan anak mainan dengan tujuan mendidik dan disesuaikan antara reward dan punishment, namun mertua kemudian menuruti apa keinginan dari cucunya.

Kalau sudah tidak selaras alias tidak sinkron seperti ini, maka penanaman program pendidikan pada anak bisa kacau balau. Anak akan belajar sesuatu yang tidak pasti. Karena terkadang boleh, atau suatu saat juga bisa tidak boleh. Namun tidak ada parameter yang jelas, antara kenapa diperbolehkan dan kenapa tidak diizinkan.

Namun, di balik itu semua, yang perlu diketahui sejak awal adalah, seberapa baik hubungan antara mertua dan menantu. Umumnya, perselisihan seperti ini terjadi karena memang diawali dengan hubungan yang kurang harmonis di antara keduanya. Hal ini bisa disebabkan misalnya memang pernikahannya sejak awal tidak disetujui. Bisa juga menantu  memang sangat sebal dengan sikap dan perilaku mertua yang selalu intervensi urusan rumah tangga.

Bisa juga karena faktor lain. Misalnya mertua sebal dengan menantu karena dia merasa cemburu. Cemburu karena anaknya lebih sering sama menantu, ketimbang dengan dia. Atau cemburu terkait cucu, karena si cucu lebih sering dengan menantu atau dengan besan, ketimbang dengan dia.
Bagaimana dengan Anda?

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...