Wednesday, November 18, 2015

MLM Lancar, Baju pun Mulai Longgar

Setiap kali usai menjalani sesi hipnoterapi, hampir semua klien selalu memberikan response yang cukup positif. Seperti klien wanita yang satu ini.

Sehari-hari dia beraktivitas dengan menjalankan bisnis multi level marketing. Selama ini, dia merasa kurang percaya diri dalam memasarkan produknya ke orang lain. Berbagai pelatihan dan seminar sudah dia ikuti. Tak terhitung pula sudah berapa kali hadir di acara motivasi. Namun dia merasa, selalu saja ada yang kurang nyaman setiap kali melakukan presentasi di depan orang lain.

Klien ini pun meminta masalah percaya diri ini bisa diatasi. Ia merasa, bisnis yang dibangun tidak akan berjalan lancar selama ada sesuatu di dalam diri yang seolah membatasi ruang geraknya.


Wanita ini pun dibimbing untuk relaksasi pikiran yang dalam dan menyenangkan. Hasil komunikasi dengan pikiran bawah sadar, ditemukan akar masalah yang menyebabkan wanita ini tidak percaya diri. Ya, akar masalahnya justru muncul ketika dia mulai membangun bisnis multi level tersebut.

Klien ini sempat ditolak calon konsumen, dan dia kalah dalam berargumentasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan klien ini mengalami trauma yang mendalam. Dengan teknik hipnoterapi yang sudah teruji, klien akhirnya merasakan perubahan dari sisi keberanian. Keyakinan dan kepercayaan dirinya pun seketika meningkat.

Beberapa hari kemudian, usai terapi, klien ini mengirimkan pesan kepada saya.

"Mas Endro. You know nggak sih, beberapa hari ini ada energi yang luar biasa ketika bertemu dengan orang dan menawarkan produk. Saya bisa menawarkan produk dengan mengosongkan pikiran. Apakah orang itu menerima atau nggak terserah,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, bisa lebih mudah mengendalikan emosi dan tidak lagi egois. “Saya tidak lagi berusaha membandingkan diri dengan orang lain,” imbuhnya.

Secara umum, klien ini merasa ada perubahan positif dalam keseharian dan aktivitasnya. “Pokoknya selalu yang positif-positif aja yang keluar dari mulut,” katanya.

Yang membuat klien ini heran, tak hanya emosinya yang bisa dikendalikan. Berat badannya ternyata juga ikut terkendali. Ya, selama ini jika dia kesal atau jengkel, makanan kerap menjadi pelarian. Otomatis, setelah emosinya mudah dikendalikan, frekuensi sentuhan dengan makanan juga berkurang.

“Jam tanganku semakin longgar, baju kantorku yang dulu "bleketet" kayak lemper, sudah mulai bisa dipakai lagi. Padahal ya nggak ngurangi makan, tetap aja 3 kali sehari,” bebernya.


Klien ini pun berani mengambil kesimpulan, selama ini hanya kurang memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya. “Selama ini belum optimal menggunakan pikiran bawah sadar alias ‘indera keenam’, he he he. Tengkyu ya mas bro.." pungkasnya dengan emotikon nyengir. 

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...