Wednesday, November 11, 2015

Orang Tua Cerai, Anak ‘Pakai’ XTC

Belum lama ini, saya diminta bantuan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim untuk mengatasi trauma anak korban perceraian orang tua. Lembaga ini memang fokus menangani kasus-kasus seperti ini.

Si anak, sebut saja Mawar, merasa menjadi korban atas perceraian kedua orang tuanya. Mawar yang masih duduk di bangku SLTA ini, merasa terampas masa remajanya. Kenapa demikian? Sebab, Mawar harus tinggal bersama ayahnya. Akibatnya, Mawar pun harus berganti peran, dari anak menjadi ibu rumah tangga. 


Selama dia tinggal bersama ayahnya, praktis dia lah yang harus mengerjakan semua urusan rumah tangga. Dari mulai memasak, mencuci baju, hingga membersihkan rumah. Hal inilah yang membuat Mawar sangat kesal dan kecewa atas keputusan kedua orang tua yang bercerai.

“Kalau saya melawan, saya disabet pakai ikat pinggang,” sebut Mawar menceritakan kehidupan yang ia alami setiap hari. Di sisi lain, dia merasa iri dengan teman sebayanya yang mempunyai orang tua normal. Merasa disayangi oleh kedua orang tuanya, dan bisa bermain-main seperti remaja seusianya.

“Saya juga pengen sekali jalan-jalan, seperti anak orang lainnya. Bisa ke Surabaya atau Jakarta. Saya ngga pernah ke mana-mana,” ucapnya sembari air matanya meleleh di pipinya yang masih belia.

Menggunakan teknik hipnoterapi berbasis teknologi pikiran, saya banyak menemukan akar masalah yang memperparah trauma dan luka batin Mawar. Satu demi satu, akar masalah ini dibereskan dan dinetralkan. Setiap emosi yang menempel pada setiap kejadian, dinetralisir dengan bersih dan tuntas.

Kemudian, dari rentetan trauma itu, saya bersihkan sekali lagi dengan teknik Extreme Trauma Cure (XTC) yang memang sangat efektif untuk mengatasi trauma yang dirasakan seseorang. Hasilnya memang benar-benar maksimal. Usai menjalani sesi hipnoterapi, Mawar mengaku sangat nyaman dan plong. Dia pun mengaku lebih siap dalam menjalani kehidupan berikutnya.


“Banyak hikmah dari kejadian saya ini. Saya harus lebih giat dan rajin belajar. Saya akan membuat kedua orang tua saya,” ujarnya bangga. Terus semangat ya Mawar…! (*)

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...