Monday, November 30, 2015

Semakin Bersemangat Hadapi Kanker


Belum lama ini saya mendapatkan kesempatan istimewa. Semesta maya telah membawa saya mengenal sosok wanita sangat luar biasa. Beliau adalah satu dari sedikit sumber inspirasi yang ada di Tanah Air.

Siapa lagi kalau bukan Tri Wahyuni Zuhri, seorang blogger sekaligus penulis buku ‘Kanker Bukan Akhir Dunia’ yang termasuk dalam jajaran buku laris di negeri ini. Mbak Yuni, begitu biasa disapa, hingga kini terus melakukan ‘negosiasi’ agar kanker yang sedang mampir di tubuhnya, bisa segera lenyap tak berbekas. 

Wanita ini selalu kuat sekaligus terus menguatkan sahabat lainnya yang juga ‘digoda’ sel liar yang sama. Namun sebagai manusia biasa, terkadang juga pernah drop. Di saat runtuh itulah, terbersit keinginan untuk mencoba menjalani sesi hipnoterapi.


Dua sahabatnya sesama penulis merupakan kawan saya, yakni Sari Azis dan Inni Indarpuri. Bedanya, saya lebih banyak menulis menggunakan media surat kabar. Sementara mbak Yuni dan dua sahabatnya dalam bentuk buku. Pada momen diskusi soal hipnoterapi itulah, nama saya secara aklamasi ditunjuk sahabatnya, untuk melakukan sesi hipnoterapi.      

Sesuai ketentuan, sesi hipnoterapi seharusnya dilakukan di ruang praktik saya. Namun khusus mbak Yuni ada pengecualian. Kenapa? Karena sedang tidak memungkinkan tubuhnya melakoni banyak gerak. Karena itu, saya yang mendatangi beliau di kediamannya.

Sebelum sesi hipnoterapi dimulai, ada prosedur yang harus dijelaskan, sesuai ketentuan Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, almamater saya. Penjelasan ini penting untuk mengikis pandangan yang salah terkait hipnoterapi.

Kepada mbak Yuni saya tegaskan, hipnoterapi akan berjalan sesuai ‘kontrak politik’ di awal. Itu artinya, saya tidak boleh melenceng dari kesepakatan. Ibarat pejabat yang wajib menandatangani pakta integritas saat baru dilantik. Bedanya, pakta integritas itu terkadang masih sering dilanggar. Sementara kalau saya yang melanggar ‘kontrak’ tersebut, maka izin praktik hipnoterapi saya, bakal langsung dicabut.

Wanita dengan tiga anaknya yang sangat luar biasa ini, akhirnya pasrah dan bersedia menjalani sesi hipnoterapi. Sejak awal Mbak Yuni memang ingin mengurangi rasa nyeri yang ia rasakan akibat serangan ‘benda liar’ yang ada di dalam tubuhnya. Hasilnya, ada beberapa rangkaian masa lalu yang kemudian membimbing saya menemukan akar masalah sesungguhnya. Bahkan mbak Yuni tidak menyangka bahwa trauma masa lalu saat dia masih anak-anak, bisa terus terbawa sampai dewasa.

“Saya bahkan sudah lupa dengan kejadian itu. Ternyata itu yang jadi akar masalah,” ujarnya selepas sesi hipnoterapi.

Dengan teknik tertentu, emosi masa lalu berhasil dinetralisir. Beberapa beban yang mengganggu di pikiran bawah sadar juga dengan mudah dilepas dan dibuang lenyap. Kepasrahan yang luar biasa dari klien, memang sangat memudahkan proses restrukturisasi emosi ini. 

Hasilnya, beliau merasa jauh lebih tenang dan nyaman. Dengan teknik tertentu saya membantu Mbak Yuni mengakses dan membangkitkan energi kasih sayang yang ada di dalam dirinya. Sehingga kini terasa lebih berenergi dan berlimpah kasih sayang luar biasa.
 
Menurut beliau, proses hipnoterapi hanya berjalan 30 menit. Padahal, saya menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk mengakses akar masalah yang mengganggu proses penyembuhan penyakitnya. Ya, beliau sudah mengalami distorsi waktu. Ibarat Doraemon yang melintasi lorong waktu, terasa sangat cepat.


Semoga mbak Yuni semakin sehat sempurna dan segar sepenuhnya. Aamiin. (*) 

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...