BREAKING NEWS

Friday, November 20, 2015

Sugesti Kurang Tepat, Perburuk Keadaan


Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya. Apa yang saya tuliskan bukan bermaksud untuk menyalahkan, namun untuk pembelajaran bagi diri saya sendiri. Saya sempat beberapa kali membantu klien yang kondisi kesehatannya drop dan merasa tidak tenang, hingga kehilangan semangat hidup. 

Ada pola yang hampir sama dari setiap klien yang kehilangan semangat hidup ini. Kesamaan polanya adalah, kondisi yang drop ternyata muncul akibat dari sugesti yang diberikan oleh tenaga medis. Ini saya ketahui ketika klien sudah berhasil saya bawa ke kedalaman pikiran bawah sadar level Profond Somnambulism. Ini adalah kedalaman bawah sadar yang sangat efektif untuk melakukan terapi. Semua informasi yang menjadi penyebab munculnya emosi yang dirasakan klien, dengan mudan dan jelas keluar dengan sendirinya. 


Saya sangat yakin, apa yang disampikan dokter ini bertujuan untuk memberikan semangat. Namun ternyata pikiran bawah sadar menerima dengan cara berbeda.

Sebagai contoh, dokter mengatakan: “kalau bapak makan sembarangan dan tidak teratur, nanti asam uratnya kambuh loh.” Jelas tidak ada yang salah dari kalimat ini.

Apa yang disampaikan tentu bertujuan untuk mengingatkan dan agar pasien bisa taat dan disiplin mengikuti perintah dokter. Namun, pikiran bawah sadar ternyata menerima informasi itu secara bias. 

Apalagi pikiran bawah sadar bisa menerima informasi lebih cepat dan tanpa penolakan, jika disampaikan oleh figur otoritas dan ketika emosi sedang tinggi. Dokter jelas menjadi figur otoritas yang semua perkataannya pasti didengar. Pasien yang datang juga jelas sedang dalam emosi tinggi karena dalam kondisi sedih dan pasrah. Begitu kalimat yang di atas tadi diucapkan, tentu akan masuk ke pikiran bawah sadar dan akan menjadi program baru di dalam pikiran. 

Program barunya adalah: “jika makan tidak teratur, asam urat kambuh”. 
Nah, begitu suatu saat klien tiba-tiba makan tidak teratur karena kondisi tertentu atau tidak sengaja, maka program otomatis akan jalan. Padahal, boleh jadi makanan yang dimakan tidak berbahaya dan biasa saja. Tapi karena klien kebetulan sedang mengalami pola makan tidak teratur, otomatis asam urat akan tetap naik mengikuti perintah yang sudah terlanjur masuk. 

Saya bahkan pernah bertemu satu klien, yang kemudian harus membimbing dia untuk berdamai dengan 4 oknum dokter sekaligus. Saat introject dokter dihadirkan, ternyata memang ada beberapa sugesti yang malah memperburuk kesehatan klien. Satu demi satu, klien dibimbing berdamai dengan masing-masing dokter, dan akhirnya klir.

Setelah proses hipnoterapi, klien mengaku merasa lebih tenang, dan rasa cemasnya hilang. Selama ini dia merasa cemas berlebihan karena takut atas sugesti yang sudah diberikan dokter. Akibatnya, sekali saja melanggar aturan dokter, maka kondisi kesehatannya langsung memburuk.

Saat klien merasa lebih tenang dan nyaman, kini kondisi kesehatannya terus membaik dan sangat membaik. Bahkan sakit fisik yang dialami berangsur normal. Klien ini sebelumnya ada keluhan asam urat, serta separuh badannya sudah mulai sulit digerakkan. Kini berangsur-angsur mulai berlatih dan syarafnya mulai lebih sensitif.


Sekali lagi, ini hanya sekadar share dari sisi hipnoterapi. Kalau dari segi medis, tentu tetaplah para dokter yang memahami dan menguasainya. Namun, semua pasti setuju jika pikiran pasien lebih tenang dan nyaman, pasti akan mempercepat kesembuhan pasien. 

Bagaimana menurut Anda?

Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes