HYPNO NEWS

Wednesday, November 18, 2015

Trauma Oknum Dosen Cabul


Tulisan Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali yang saya share sebelumnya, terkait sistem pendidikan yang menghukum, ketimbang mendukung, menyulut munculnya trauma salah satu sahabat. 

"Endro, postingan kamu di FB betul sekali. Aku jadi ingat waktu kuliah. Saat menyusun skripsi, dosen pembimbing yang laki-laki, soal metodologi penelitian, mempersulit aku. Bahkan aku sempat dilecehkan secara seksual, sudah begitu pakai diancam segala. Itu kasus terberat buatku. Sampai hari ini, aku ngga mau ambil skripsiku, toh aku sudah diwisuda. Aku malas disuruh minta tanda tangan dosen cabul itu. Lihat mukanya saja aku ingin bunuh dia. Parahnya lagi, waktu aku lapor rektor, dia ngga percaya. Katanya dia dosen tamu yang punya kredibilitas dan pintar, ngga mungkin berbuat kalau tidak digoda. Kebayang kan? Sudah jadi korban, aku pula yang dituduh menggoda. Itu kasus pelecehan seksual dan tekanan batin paling parah yang aku alami, karena dosennya berulang-ulang melakukannya. Aku heran, padahal dia sudah minta maaf, tapi kenapa dia ulang terus menerus. Maaf, baca postingan kamu, jadi kaya putar film di otak." 


Sahabat, saya sengaja share apa yang dia sampaikan, bukan bermaksud untuk memperkuat traumanya. Karena untuk sementara, saya sudah bantu untuk menekan emosinya, sebelum akhirnya nanti saya bereskan secara tuntas melalui sesi terapi. 

Ini sengaja saya sampaikan, demi kemajuan dunia pendidikan di Tanah Air. Haruskah para siswa hingga mahasiswa, terenggut masa depannya hanya karena ulah oknum pendidik yang tidak mampu menahan hawa nafsunya. Luka batin yang dialami korban pelecehan seksual, akan terbawa hingga puluhan tahun, selama tidak diatasi secara permanen. Terbukti, sahabat saya ini sudah memiliki keluarga dan sudah punya anak. Namun dengan sedikit pemicu saja, trauma dan luka batinnya langsung muncul seketika. Disadari atau tidak, trauma inilah yang kemudian akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, impian akan terhambat karena ada energi negatif di masa lalu yang sangat mengganggu. 

Sebelumnya, sahabat saya ini memastikan, dia sudah melupakan dan menutup rapat-rapat kasus ini. Namun seketika muncul kembali, bahkan seolah kembali mengalami hal yang sama saat sekarang. Itulah cara kerja pikiran bawah sadar. Dia tidak kenal masa lalu atau masa depan. Yang dia rasakan adalah saat ini, sekarang. Itu sebabnya, jangan abaikan trauma masa lalu. Pastikan trauma dan luka batin di masa lalu itu benar-benar sudah diatasi dan ditangani dengan tuntas. Sehingga ketika mendengar kejadian yang sama atau mirip dengan kejadian di masa lalu, emosi yang terkandung di dalamnya sudah netral, atau tidak berpengaruh sedikit pun. Apa hikmah yang bisa diambil dari kejadian sahabat saya ini? 

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes