HYPNO NEWS

Friday, November 6, 2015

Usaha Gagal dan Dicerai Istri, Gara-gara Ini



Di sela-sela kesibukan bekerja di Kaltim Post sekaligus memimpin organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur, ada pula kebahagiaan tersendiri ketika berhasil membantu masalah sahabat menggunakan hipnoterapi berbasis teknologi pikiran. Dari mulai usaha yang berantakan hingga aset terancam disita bank, hingga mereka yang trauma akibat keretakan rumah tangga yang terjadi. Namun, di antara banyak kasus tersebut, ada satu akar masalah yang menurut saya cukup mengkhawatirkan dan patut menjadi  perhatian sahabat lainnya.


Apakah akar masalah tersebut? Narkoba. Ya, narkoba terutama jenis sabu, beberapa kali menjadi penyebab awal dari masalah yang timbul hingga membuat beberapa klien mengalami masa-masa yang sangat sulit.

Salah satu klien yang datang ke tempat saya misalnya, mengeluhkan usahanya yang terancam bangkrut, bahkan aset miliknya terancam disita oleh bank. Hal ini membuat klien semakin terpuruk dan merasa sulit menghadapinya. Setiap hari akhirnya merasa galau dan patah semangat, hingga merasa enggan untuk hidup.

Setelah saya bimbing untuk melakukan relaksasi yang dalam dan menyenangkan, akhirnya terungkap bahwa akar masalah yang membuat usahanya berantakan adalah sabu. Ya, sabu membuat perekonomian keluarganya berantakan karena usahanya hancur. Namun bukan klien yang terjerat sabu, melainkan orang tuanya yang konon katanya terjebak kepemilikan sabu oleh rekannya sendiri.

Terlepas dari benar atau tidaknya hal ini, yang jelas barang haram itulah yang menjadi penyebab awal kehancuran bisnis dari klien ini. Setelah menjalani sesi hipnoterapi, energi klien seketika pulih dan semangat hidupnya kembali menyala. Beberapa hari setelah hipnoterapi dan saya cek, dia mengaku semakin semangat dan yakin akan mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Lain lagi dengan klien perempuan yang datang dengan kondisi yang mengaku selalu tidak tenang dan sulit mengendalikan emosi. Bahkan di saat-saat tertentu, mengaku terpuruk dan merasakan kesedihan mendalam. Terungkap pula, hal ini disebabkan oleh perubahan sikap suaminya, yang ternyata mengonsumsi sabu.

Tak hanya dari ekonomi yang terganggu, paling utama adalah perubahan sikap suami yang mulai mudah main tangan, hingga anak-anak pun menjadi korban. Klien memang akhirnya memutuskan bercerai. Namun, cerai bukan berarti bisa menghentikan masalah. Trauma dan luka batin yang mendalam, membuat klien wanita ini mengaku sulit dan tidak tenang menjalani kehidupan sehari-hari.

Setelah dibimbing untuk melakukan relaksasi yang dalam dan menyenangkan, dan mengakses pikiran bawah sadarnya, trauma dan luka batin yang dialami klien ini berhasil diatasi. Kini, setelah beberapa hari dan dicek kembali, klien merasa sangat nyaman dan lebih optimistis dalam menjalani hidupnya sehari-hari.

Sahabat, jeratan narkoba memang bisa datang kapan saja, dan di mana saja. Karena itu, tidak ada cara lain kecuali benar-benar menjauhi dan menghindarinya. Sayangi keluarga dan kerabat, agar tidak terjerumus dalam perangkap narkoba.


Banyak cara untuk mencapai ketenangan dan kedamaian hati. Selain kembali beribadah kepada Yang Maha Pencipta, sering-seringlah melakukan relaksasi. Sehingga suasana hati bisa selalu merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Semoga. (*)  

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes