HYPNO NEWS

Friday, December 4, 2015

Bayi Sering Digendong Jauh Lebih Cerdas


Selama ini para ibu muda yang baru memiliki bayi, sering dinasihati agar buah hati jangan terlalu sering digendong. Salah satu alasan yang disampaikan adalah dikhawatirkan nanti si bayi menjadi manja. Sebenarnya, keinginan bayi untuk digendong merupakan hal alami.

Perlu diingat, saat berada di dalam kandungan ibunya selama sembilan bulan, bayi seolah sedang berada dalam ayunan. Sehingga ketika lahir, dia akan mencari kenyamanan yang sama seperti ketika di dalam rahim. Karena itu, menggendong sang bayi akan memberikan efek yang sama ketika bayi masih di dalam perut sang ibu.


Karen Sokal-Gutierrez, MD, dari School of Public Health, University of California Berkeley menyebutkan, bayi di bawah usia tiga bulan sangat membutuhkan bantuan orang di sekitarnya. Bahkan berbagai kajian ilmiah menunjukkan, ketika bayi menangis dan segera digendong serta diperhatikan kebutuhannya, maka bayi akan merasa lebih aman. Stres dan kecemasan bayi akan berkurang dan akhirnya bayi tidak perlu menangis lebih lama.

Pada periode tiga bulan pertama, bayi akan merasa lebih nyaman di dalam lingkungan yang mirip rahim ibu, tempat di mana mereka selalu didekap erat, selalu hangat dan diayun-ayun. Maka secara alamiah mereka merasa aman dan nyaman jika digendong, dibedong atau ditimang.

Dari kajian tersebut bisa disimpulkan, menggendong bayi lebih sering akan membuat anak terus merasa aman, dan sama sekali tidak akan memanjakannya.

Namun demikian, setelah usia tiga bulan, bayi ingin sedikit mandiri. Mereka masih senang digendong, tapi kadang tertarik mengamati dan menjelajah sekitar. Bayi usia empat bulan bisa ditelentangkan supaya menggerak-gerakkan lengan dan menjangkau kakinya. Bisa juga ditengkurapkan supaya berlatih mengangkat kepala dan dada.

Setiap bayi dan orangtua berbeda. Ada bayi yang perlu segudang perhatian, ada yang senang tidur melulu atau main sendiri. Ada orangtua yang tak bosan-bosannya menggendong bayi, ada yang ingin bayinya belajar mandiri dengan bermain dan tidur sendiri. Budaya yang berbeda punya kebiasaan berbeda pula. Para orangtua perlu menetapkan apa yang cocok dan paling memungkinkan untuk mereka dan bayinya.

Dalam pemahaman saya saat ini sebagai trainer Hypnotherapy for Children alias hipnoterapi anak, bayi yang digendong sepanjang waktu dan terpenuhi semua kebutuhan atas sentuhannya sepanjang tahun pertama, tidak akan menjadikan bayi lengket atau terlalu tergantung pada orang.

Sebaliknya bayi-bayi tersebut lebih jarang menangis, tumbuh lebih bahagia, lebih cerdas, lebih mandiri, lebih penuh kasih dan lebih ramah, ketimbang bayi yang kebanyakan ditaruh di kursi, di buaian, di tempat tidur atau di alat bantu lainnya yang tak memerlukan kontak dengan manusia.

Dalam buku Lima Bahasa Kasih karangan Gary Chapman disebutkan, salah satu bahasa kasih yang diperlukan anak adalah sentuhan fisik, dalam hal ini belaian dan usapan lembut orang tua pada anak. Dengan demikian, menggendong bayi juga diyakini sebagai bagian vital dari rencana biologis alam untuk menciptakan ikatan kasih sayang ibu dan bayi.

Menggendong bayi akan mengembangkan kecerdasan dan kapasitas bayi dalam hal kepercayaan, kasih sayang, keintiman, cinta dan kebahagiaan. Pada akhirnya nanti, ikatan batin alias sinyal emosi antara ibu dan anak, akan semakin kuat dan akan terus terbina hingga ia dewasa, kelak.


Bagaimana menurut Anda? 

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes