BREAKING NEWS

Friday, December 11, 2015

Bully dan Rasa Percaya diri


Beberapa saat selepas menunaikan salat Jumat, telepon saya berdering. Ternyata panggilan masuk dari klien yang akhir November tadi minta dibantu untuk mengatasi masalah tidak percaya diri.

“Alhamdulillah pak, saya betul-betul sudah membuktikan bisa bicara di depan jamaah, di masjid dekat rumah. Sekali lagi terima kasih ya pak sudah bantu saya,” katanya dengan suara yang cukup riang.

Saya memang cukup lama menunggu perkembangan dari klien satu ini. Meski saat proses hipnoterapi klien sudah merasa nyaman dan plong, namun tetap perlu untuk mengetahui perkembangannya usai proses terapi.


“Maaf pak, saya baru sempat memberi kabar. Maklum, habis terapi itu, saya sibuk mempersiapkan proses Pilkada, jadi betul-betul lupa mau telpon bapak,” ujar pria tersebut. Usianya sudah 51 tahun, terpaut 15 tahun dengan usia saya. Namun beliau tetap memanggil saya dengan sebutan bapak. Meski saya minta untuk memanggil mas atau langsung nama agar lebih nyaman, tetap saja dia memanggil seperti itu.

“Nanti kalau ada acara di lingkungan kantor, siap kan pak kalau diundang? Masih banyak yang perlu diberi pemahaman tentang hipnoterapi. Dulu saya kira hipnoterapi itu seperti apa? Ternyata setelah menjalani, mudah dan nyaman,” sambungnya.

Saya pun berterima kasih kepada beliau atas progres yang sudah disampaikan. Tak lupa saya juga menyampaikan kesediaan dan kesiapan jika memang diminta menyampaikan materi soal hipnoterapi di lingkungan kerjanya. Pasalnya, masih banyak paradigma negatif di mata masyarakat terkait hipnoterapi. Ini akibat tayangan soal hipnotis di televisi yang membuat masyarakat menjadi parno.  

Sebelumnya, klien yang bekerja di salah satu kantor pemerintahan di lingkungan Pemkot Samarinda ini memang punya persoalan dengan rasa percaya diri. Padahal, dia kerap diminta atasannya untuk menghadiri undangan sekaligus memberikan sambutan, mewakili pimpinannya itu. Kalau sudah seperti itu, keringat dingin segera mengucur. Perasaan gugup, cemas, khawatir, membuat semua kalimat yang sudah dipersiapkan sebelumnya, buyar seketika.

Saat menjalani proses hipnoterapi, ada beberapa akar masalah yang menjadi penyebab rasa tidak percaya diri dari klien ini. Namun yang paling utama menjadi penyebab adalah, klien ini pernah di-bully satu temannya saat masih SMP. Kejadian lain yang ikut memperparah klien adalah perlakuan kasar dan semena-mena dari kakaknya. Akibatnya klien ini tumbuh menjadi penakut.

Dengan beberapa teknik khusus, emosi masa lalu itu langsung dibersihkan dan dituntaskan. Itulah yang menyebabkan klien merasa lega dan plong, hingga akhirnya bisa percaya diri bicara di depan publik.

Apa hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini?




Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes