BREAKING NEWS

Wednesday, December 30, 2015

Cukup Tuntaskan Emosi, Tubuh Bisa Mengobati Dirinya Sendiri


Hingga saat ini, tak sedikit sahabat atau kerabat yang masih meragukan efektivitas hipnoterapi dalam membantu mengatasi psikosomatis serta berbagai masalah yang berhubungan dengan emosi.

Sebagai hipnoterapis, tentu saya bisa memaklumi dengan keraguan yang disampaikan masyarakat. Wajar saja mereka ragu, karena memang belum pernah menjalani sesi hipnoterapi. Ditambah lagi, keraguan itu muncul akibat tayangan di televisi yang mengumbar rahasia orang lain saat dihipnotis. Padahal semua tentu tahu, acara di televisi sebagian besar sudah dalam setting tertentu, dan memang diperuntukkan untuk hiburan semata.


Lantas, bagaimana hipnoterapi bisa bekerja mengatasi masalah klien? Sahabat, tak semua penyakit fisik memang berasal dari gangguan fisik. Faktanya, tak sedikit penyakit yang timbul akibat emosi atau pikiran atau yang disebut sebagai psikosomatis.

Belum lama ini, salah seorang dokter umum di Samarinda menghubungi saya. Beliau berharap bisa membantu pasiennya yang mengalami psikosomatis.

“Saya yakin pasien saya itu psikosomatis. Dia mengeluh sakit. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan lengkap, nyatanya tidak ada yang aneh dalam pasien ini,” sebut dokter tersebut.

Atas dasar hasil pemeriksaan kesehatan itulah, dokter ini mengambil kesimpulan bahwa pasiennya memiliki akar masalah yang berhubungan dengan psikis.

“Saya yakin ini bisa diatasi dengan hipnoterapi. Pasien saya menolak direfer ke dokter jiwa atau psikiater. Dia ngga mau dianggap gila, dia hanya mengeluh sakit, bukan gila,” beber dokter ini kemudian.

Alasan lain yang membuat dokter ini tidak langsung merefer ke spesialis kejiwaan adalah, khawatir pasiennya hanya akan ketergantungan obat penenang.

Ternyata benar. Salah satu pasien dokter ini yang menjalani sesi hipnoterapi, berhasil ditemukan akar masalahnya. Penyebab utamanya adalah ada emosi atau perasaan tidak nyaman terhadap ibunya sendiri.

“Terima kasih atas bantuannya. Saya sudah lama meyakinkan pasien ini bahwa dia ada gangguan emosi. Tapi selama ini beliau tidak pernah percaya. Saya kasihan setiap kali pasien ini datang ke praktik saya dan minta diobati. Akhirnya saya sebenarnya hanya memberikan suntikan vitamin saja,” beber dokter ini setelah tahu pasiennya sudah sembuh.

Lalu, kenapa pasien ini bisa sembuh? Saat emosi negatif tuntas dan berganti dengan perasaan bahagia, maka saat itulah hormon endorfin disuntikkan dari otak ke seluruh tubuh. Hormon inilah yang berperan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan atau gangguan. Ini pula yang menjadi jawaban, mereka yang suka tertawa atau bahagia, katanya usianya lebih panjang.

Sebaliknya, saat menyimpan dendam, marah, sakit hati, kecewa, atau berbagai perasaan tidak nyaman lainnya, maka yang muncul adalah hormon stres. Hormon ini justru akan merusak sel-sel tubuh, dan akibatnya bisa ditebak, penyakit akan mudah datang. Gangguan kesehatan pun bisa sering mampir ke dalam tubuh Anda.

Itu sebabnya, cukup tuntaskan emosi negatif Anda. Selanjutnya biarkan tubuh memperbaiki dirinya sendiri.

Bagaimana menurut Anda?



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes