BREAKING NEWS

Wednesday, December 9, 2015

Dua Tahun Rasakan Sakit Kepala, Ternyata Ini Penyebabnya


Artikel yang sebelumnya saya sebarluaskan di media sosial terkait dengan mertua, mendapat banyak response melalui kotak pesan. Namun, di antaranya ada yang masih penasaran, adakah salah satu contoh terapi yang bisa di-share sebagai bahan renungan?

Atas permintaan tersebut, berikut saya share salah satu terapi yang pernah saya lakukan terhadap klien wanita yang mengeluh kepalanya sakit. Berkali-kali sudah minum obat, bahkan sudah menjalani CT Scan dan MRI, namun dokter pun kebingungan untuk menentukan apa penyebab rasa sakitnya itu.

Klien sendiri mengaku tidak tahu persis, apa penyebab masalahnya. Yang jelas, hampir 2 tahun klien ini selalu mengeluh sakit di kepala bagian belakang. Kalau sudah sakit, dia hanya bisa terbaring dan meminum obat pereda rasa nyeri. Kalau minum obat, biasa nyeri memang bisa berkurang, namun selang tiga hari, biasanya kambuh lagi dan begitu seterusnya.


Sempat ada yang menyarankan datang ke ‘orang pintar’ karena diduga klien ini terkena guna-guna. Meski sudah berobat ke beberapa orang pintar, nyatanya juga tak ada hasil alias nihil.

Hingga suatu ketika, klien ini banyak membaca artikel di tentang hipnoterapi di internet, dan kemudian ‘terdampar’ di situs www.adiwgunawan.com yang dianggap mumpuni dan bisa dipercaya. Klien ini kemudian menghubungi lembaga Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology yang berpusat di Surabaya, untuk meminta referensi nama hipnoterapis di Samarinda. Sebagai lulusan lembaga tersebut, saya termasuk yang direkomendasikan kepada klien ini, sehingga ibu tersebut kemudian menghubungi saya via telepon seluler.

Setelah menentukan jadwal yang tepat, ibu muda ini pun menjalani sesi hipnoterapi di tempat praktik saya. Sebelum proses hipnoterapi, saya memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang hipnoterapi dan apa saja yang akan dialami ibu ini saat proses terapi berlangsung.

Begitu klien ini memahami dan bersedia menjalani sesi hipnoterapi, dengan mudah saya membawa klien ini masuk ke kondisi Profound Somnambulism, kedalaman pikiran bawah sadar yang sangat efektif untuk melakukan terapi.

Hasilnya, klien ini memang memiliki rasa sakit hati. Diawali ketika klien masih berstatus mahasiswi semester 5, ternyata hamil setelah berhubungan dengan pacarnya. Ketika itu, ibu sang pacar yang mengetahui kehamilan klien, ngotot agar kehamilan itu digugurkan saja. Klien mengaku sangat ketakutan, dan tidak ingin menggugurkan kehamilan tersebut. Klien ngotot rela berhenti kuliah, dan lebih memilih membesarkan anaknya, dengan tujuan, khawatir sang pacar akan meninggalkan dirinya. Sebaliknya, jika digugurkan, klien yakin cepat atau lambat, hubungan dengan pacarnya pasti akan putus, karena ibu dari pacarnya tidak menyukai dirinya.

Singkat cerita, klien akhirnya menikah dengan pacarnya ini. Namun suatu ketika, klien tidak sengaja mendengar percakapan mertua dengan suaminya. Intinya, sang mertua menyuruh agar suaminya menceraikan klien. Itulah ternyata yang menjadi penyebab awal klien mengalami sakit kepala.

Sejak kejadian itu, begitu mendengar nama mertua, atau ditelpon serta mendapat SMS dari mertua, sakit kepalanya langsung kambuh. Apalagi jika dikunjungi mertuanya, sakit kepalanya lebih lama lagi. Sehingga, begitu mertuanya tiba di rumah, klien hanya terbaring sakit tak berdaya.

Dengan teknik tertentu, rasa sakit hati dan jengkel dengan mertua ini berhasil dinetralisir. Trauma atas semua perkataan mertua pun dibereskan dengan teknik Extreme Trauma Cure. Selanjutnya, untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya, saya menggunakan teknik Cord Cutting. Hasilnya, klien melihat bagian belakang kepalanya banyak terdapat akar berbentuk serabut. Klien pun saya bimbing untuk melepaskan akar ini dengan teknik khusus.

Hasilnya, klien merasa lega dan plong. Usai sesi hipnoterapi, kepala klien langsung terasa ringan dan tidak sakit lagi. Ibu ini pun seperti tidak percaya, beban selama dua tahun itu bisa hilang hanya dalam waktu 2 jam terapi.

Tiga hari lalu, klien ini pun sempat memberi kabar, bahwa hubungannya dengan mertua semakin lengket dan harmonis. Sang mertua pun bukan lagi sebagai biang masalah. Meski sikap mertua tidak banyak berubah, tapi klien tetap merasa biasa saja, tak terpengaruh sedikit pun.

Bagaimana menurut Anda?    

Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes