HYPNO NEWS

Saturday, December 19, 2015

Gay Bisa Sembuh dengan Hipnoterapi


Belum lama ini, saya berkunjung ke salah satu kantor instansi pemerintah di lingkungan Pemprov Kaltim. Saya terkejut bukan kepalang ketika salah satu pria di kantor itu menyapa saya dengan gaya melambai. “Hai ganteng…,” sapanya sembari tangan kanannya melambai genit. Saya membalas sapaan pria itu dengan senyum.

Bagi yang belum mengenalnya, tentu tak mengira jika pria ini suka terhadap sesama jenis. Cincin batu akik yang menempel di beberapa jarinya, jelas menunjukkan pria ini sepertinya sangat macho. Begitu juga dengan kalung rantai yang tersemat di lehernya. Namun nyatanya, penampilan luarnya yang sangar, berbanding terbalik dengan bagian dalam tubuhnya yang sangat lembut.


Saya sendiri tidak menyangka, walau tak pernah bertemu, seolah begitu mengenal saya. “Mas Endro kan? Ketua PWI Kaltim kan? Saya tahu dong, kan sering baca koran,” sambungnya, seolah menjawab rasa penasaran saya.

Di instansi tersebut, perilaku yang tidak seperti biasa ini, sudah banyak diketahui rekan kerjanya. Mereka memaklumi, sembari terus mendorong agar pria ini bisa kembali normal.
  
Saya pun berkomunikasi dengan atasannya, dan menyampaikan bahwa saya bersedia membantu stafnya itu. Walau awalnya kedatangan saya ke kantor ini untuk urusan lain sebagai wartawan, namun bagian diri saya yang hipnoterapis, seketika aktif dan sangat ingin membantu.

Staf ini pun dipanggil masuk ke ruang atasannya. Duduk tepat di samping kiri saya, menghadap meja pimpinannya itu. “Saya jadi malu,” ujar pria ini, sembari sempat menyentuh paha saya.

Dari obrolan singkat, akhirnya bisa diketahui alasan pria ini suka terhadap sesama jenis. “Mending sama laki-laki mas. Kalau sama perempuan, ribet urusannya. Perempuan suka minta ini dan itu. Belum lagi kalau sampai hamil, repot kan?” ujarnya blak-blakan. Pria ini pun lebih suka memilih pria yang sudah berkeluarga alias beristri. “Saya ngga suka brondong,” tegasnya lagi.

Saya pun coba berkomunikasi dengan bagian diri pria ini yang bijaksana? Apakah dia akan seperti ini selamanya? “Ya sih, saya juga ngga mau begini terus. Saya ingin berhenti dan hidup normal,” kata dia. “Tapi kalau ingat rasanya waktu sama laki-laki, keinginan untuk berhenti itu jadi hilang lagi,” sambungnya kemudian.

Pria ini mengaku takut dosa, dan sangat ingin berhenti dari kebiasaannya yang menyimpang ini. Saya pun menyanggupi akan membantu dia sampai tuntas, jika memang bersedia.

“Ya, saya mau berhenti mas. Saya siapkan diri saya dulu. Kalau sudah benar-benar siap, nanti saya hubungi Mas Endro,” katanya lagi.

Sahabat, hipnoterapi terbukti bisa mengubah perilaku yang menyimpang seperti ini. Saya sendiri memang belum pernah menangani klien gay. Namun, berbekal teknik yang saya dapatkan dari Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, perilaku seperti ini bisa dikembalikan secara normal.

Tak sedikit klien gay yang sudah dibantu untuk menjalani kehidupan normalnya kembali, setelah menjalani sesi hipnoterapi dengan para alumnus Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology. Bahkan, ada yang sudah nyaris operasi jenis kelamin, namun batal setelah menjalani sesi hipnoterapi.       

Seperti contoh kasus yang ditangani rekan sejawat saya, Langga Gunawe yang praktik di Malang – Jawa Timur.

“Duh, rasanya ngetik ini ndredeg gimana gitu mas. Saya ini gay mas. Akhir – akhir ini saya mulai berpikir, sampai kapan saya seperti ini terus? Bagaimana kehidupan saya ke depannya nanti kalau saya seperti ini? Hati  saya sudah berkeinginam untuk mengubah ini semua. Tapi saya kalah dengan nafsu atau pikiran, entahlah apa itu, yang membuat saya terbendung untuk menyudahi ini semua mas. Apalagi ditambah beban saya anak tunggal mas.”

Demikian isi pesan pendek yang dikirimkan salah satu klien gay, kepada rekan sejawat saya itu. Dari isi pesan itu bisa diungkap bahwa keinginan klien untuk sembuh sudah cukup besar. Hanya terkadang dikalahkan oleh nafsunya. Namun sejatinya klien betul-betul ingin kembali seperti pria normal.

Dari proses hipnoanalisis yang dilakukan sejawat saya itu, terungkap bahwa klien sudah merasakan ada rasa terhadap sesama jenis sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD). Ini terjadi karena klien sering ditinggal ayahnya. Pendek kata, ayahnya hampir tidak pernah ada di rumah. Klien merasa tidak diperhatikan oleh ayahnya.

Dengan teknik rewriting history, klien akhirnya bisa kembali menjadi laki-laki normal. Usai terapi, klien merasa lega dan nyaman. Bahkan ketika bertemu dengan pacar sesama jenisnya, klien sudah tidak ada perasaan dan akhirnya memutuskan mengakhiri hubungan baik-baik.

Klien merasa kondisinya saat ini sudah sangat membaik dan terus lebih baik. Bahkan sudah tidak ada perasaan lagi terhadap laki-laki. Klien pun sudah memiliki perasaan terhadap wanita alias terhadap lawan jenis, dan ingin menikah secara normal.


Demikianlah kenyataannya. 

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes