Wednesday, December 23, 2015

Ingin Anak Anda Melakukan Poligami?


"Ayo, Nak, jadi orang yang pintar, agar kelak mudah ...... ... ... ...... .....” Pertanyaan di atas sempat saya lontarkan di media sosial Facebook. Ada yang mengisi jawabannya langsung di dinding, ada juga yang mengirimkannya melalui pesan alias inbox. Sebagian lainnya, saya yakin juga punya jawaban di kepala, namun enggan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Sahabat, jawaban yang muncul memang beragam. Ada yang menjawab agar kelak mudah menjadi kaya, hingga mencari rezeki yang halal dan bermanfaat. Ada yang menjawab agar berguna buat agama dan bangsa, serta jawaban lain adalah mendapat kerja yang halal dan berguna bagi diri sendiri, orang lain, nusa dan bangsa.


Ada pula yang menjawab agar mudah mendapat duit dan menabung karma baik. Tak ketinggalan jawaban lain agar kelak menjadi orang baik dan mudah senyum. Jawaban umum lainnya adalah agar kelak mudah dapat pekerjaan atau mudah jadi pegawai.

Entah bercanda atau serius, ada yang menjawab agar mudah mendapat 4 istri yang bisa dipoligami. Saya yakin, jawaban ini boleh jadi bercanda. Atau jangan-jangan sejatinya memang punya niat memiliki 4 istri, namun belum berani melakukannya, he he he.

Sahabat yang budiman, saya sangat meyakini jawaban yang diberikan tidak sekadar pepesan kosong alias menjawab sebisanya. Sebagian besar pasti sempat memikirkan apa jawaban yang pas untuk melengkapi kalimat yang belum lengkap itu.

Saya tentu tidak dalam kapasitas menilai jawaban itu benar atau salah. Karena memang tidak ada jawaban yang salah. Semua jawaban itu benar, sesuai dengan yang diyakini pikiran bawah sadar Anda masing-masing.

Bagi Anda yang bekerja sebagai pegawai negeri atau karyawan perusahaan BUMN, umumnya akan meneruskan ‘rasa nyaman’ itu kepada anak-anaknya. Sehingga jawaban yang tepat menurutnya adalah agar anak mudah diterima menjadi pegawai negeri sipil atau mudah mencari pekerjaan.

Padahal faktanya, begitu banyak cara untuk memanfaatkan peluang dengan cara terbuka. Menjadi pegawai negeri sipil atau karyawan perusahaan bukanlah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

Sekarang, Anda yang punya anak, kira-kira ingin anaknya menjadi karyawan atau bos? Nah, kalau ingin anak menjadi bosnya, tentu sejak dini arahkan pola pikir (mindset) anak untuk tidak sekadar menjadi pegawai atau karyawan.

Berikan informasi yang terang benderang pada anak, bahwa dengan menjadi anak yang pintar dan rajin, anak akan terbuka menjadi apa saja dan siapa saja. Bila perlu, terus tanamkan pada anak agar kelak dia bisa membuka lapangan kerja sendiri. Artinya, itu mempersiapkan anak untuk menjadi bos atau memiliki usaha sendiri, berdasarkan bidang usaha yang ia minati.

Anak memang diberikan kebebasan, namun orang tua tetap perlu mengarahkan. Hilangkan rasa cemas atau khawatir terhadap masa depan anak Anda. Yang penting terus dampingi dan beri limpahan kasih sayang yang tulus, sehingga anak tetap merasa aman dan nyaman menapak masa depannya.

Sahabat, sukses atau kondisi yang ideal, tolok ukurnya berbeda-beda bagi setiap individu. Ada yang menganggap sukses itu jika sudah punya rumah mewah, mobil mewah, istri mewah, dan segala yang mewah lainnya. Untuk itu, pastikan dulu tolok ukur seperti apa yang digunakan.

Seringkali, seseorang terjebak dengan ukuran milik orang lain. Inilah yang kemudian membuat sebagian orang terganggu dan akibatnya menyalahkan dirinya sendiri jika tidak bisa memenuhi kondisi yang ideal.

Anda yang ‘bercanda’ agar anak memiliki 4 istri, boleh jadi memang punya pandangan bahwa memiliki banyak istri akan dianggap ideal. Namun, coba tanyakan pada hati nurani Anda, apakah itu kondisi ideal atau hanya keinginan sesaat? Cari informasi yang tepat dan lengkap, apakah benar kondisi ideal seperti itu yang diharapkan dan apakah dijamin akan merasa bahagia?

Karena itu, untuk mengetahui apakah harapan dan keinginan Anda sudah ideal, pastikan lagi dengan melakukan cek perasaan. Dengan cara ini, maka Anda akan menemukan kondisi ideal yang diterima oleh pikiran bawah sadar.

Bagaimana menurut Anda?













Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...