HYPNO NEWS

Friday, December 4, 2015

Jadikan Anak Seperti ‘Ikan Besar’


Cerdas secara intelektual saja belum cukup menjadi bekal bagi anak-anak. Lebih dari itu, kecerdasan emosional, terlebih spiritual, memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan anak di masa mendatang. Semua orang tua di muka bumi ini pasti ingin melihat anaknya sukses. Tidak ada kebahagiaan lebih, kecuali bisa lihat anak sukses dan berhasil.

Salah satu guru besar di Harvard University pernah melakukan sebuah penelitian. Dalam penelitiannya, sebuah akuarium besar sengaja diisi dengan banyak ikan kecil berbagai jenis. Berikutnya, akuarium itu diisi seekor ikan besar. Dalam sekejap ikan besar itu melahap semua ikan kecil yang ada di akuarium tersebut. Semua ikan kecil habis dimakan tak bersisa, karena si ikan besar sebelumnya memang sengaja dibuat lapar.

Selanjutnya pada penelitian berikutnya, ikan besar itu ditempatkan di sebuah akuarium kecil, kemudian akuarium kecil itu disimpan di dalam akuarium besar. Lantas akuarium besar itu diisi lagi dengan ikan kecil. Sehingga ikan besar di dalam akuarium kecil itu berusaha sekuat tenaga ingin memakan ikan kecil, namun selalu gagal karena terhalang kaca akuarium yang kecil. Ikan besar itu akhirnya lelah dengan mulut penuh darah karena hancur terbentur kaca.

Pada penelitian terakhir, akuarium kecil itu diambil, sehingga ikan besar kembali bercampur dengan ikan kecil. Apa yang terjadi? Ikan besar itu, meski lapar, tak mau lagi makan ikan kecil. Karena sudah punya kendali dalam diri dan takut mulutnya hancur.

Sahabat, adalah hal penting mendidik anak seperti halnya mendidik ikan besar tadi. Sehingga, meskipun berada di mana saja, anak tetap bisa punya kendali diri dan tidak ‘makan’ sembarangan. Termasuk anak juga tidak berperilaku sembarangan.

Sebenarnya, jika semua orang punya filter dalam diri, seperti ikan besar tadi, tak perlu lagi ada hukum. Sebab percuma ada hukum apapun, kalau dari dalam diri belum ada pengendalinya. Pengendali diri itu akan jadi benteng dari terpaan apapun.

Pengendali paling utama tentu adalah pendidikan karakter. Baik itu moral, terlebih agama. Semua nilai-nilai emosional, mental lebih-lebih spiritual membuat anak akan bertahan di kondisi lingkungan apa saja.

Bagi sahabat yang masih berusia anak-anak atau remaja, sudah sepatutnya membalas kebahagiaan orang tua itu dengan belajar sungguh-sungguh. Sehingga kelak bangsa ini kokoh tak dihina bangsa lain.

Beberapa kali saya mendapati klien yang sudah mengalami ketergantungan narkoba sejak usia sekolah. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian baik para orang tua, terlebih sahabat semua yang masih anak-anak atau usia sekolah.

Jika ada teman yang mengajak menikmati narkoba, segera tolak dengan tegas. Sebab, tujuan akhirnya memang bukan itu. Biarlah sahabat dikatakan ketinggalan zaman, yang penting tidak ketinggalan akal.


Sementara untuk para orang tua, pastikan selalu mengisi tangki kasih sayang anak. Jangan biarkan bocor apalagi kosong sama sekali. Kalau tidak, jangan salahkan jika buah hati Anda akhirnya tangkinya diisi oleh narkoba yang memberi efek menenangkan walau hanya sesaat. 

Bagaimana menurut Anda?  

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes