Tuesday, December 22, 2015

Masa Lalu dan Rasa Kurang Percaya Diri





Sepanjang pengalaman membantu banyak klien, persoalan percaya diri ternyata cukup banyak saya jumpai. Bahkan, di antara persoalan rasa kurang percaya diri itu, tak sedikit yang terjadi pada pegawai negeri sipil (PNS).


Krisis percaya diri ini akhirnya disadari sangat menghambat karir dan pekerjaan pegawai tersebut. “Awalnya saya merasa biasa saja. Apalagi masih banyak teman lain yang membantu. Tapi semakin posisi saya meningkat, saya jadi semakin kurang percaya diri,” sebut salah satu klien yang belum lama ini menjalani sesi terapi.


Akibat rasa kurang percaya diri tersebut, pegawai ini kerap menghindar jika harus diminta memimpin sebuah rapat. Apalagi saat upacara, klien mengaku kakinya bahkan sampai gemetar ketika harus bertugas membacakan sesuatu. Pendek kata, persoalan percaya diri ini memang sangat mengganggu.

Sahabat, tak perlu sungkan atau malu untuk menghilangkan persoalan ini. Kelihatannya memang sepele. Tapi jika tidak diatasi, jelas akan sangat menghambat karir dan masa depan. Bagi orang lain yang tidak merasakan persoalan ini, memang akan berkomentar simple.

“Masa gitu aja takut?”
“Masa gitu aja ngga berani?”
“Sudah, anggap aja ngga ada orang. Semuanya patung.”

Kalimat di atas biasanya disampaikan orang lain ketika memberikan semangat dan motivasi. Faktanya, tidak semudah itu bisa menghilangkan rasa percaya diri. Kenapa? Karena mereka yang menyampaikan, tidak tahu bagaimana rasanya orang yang tidak percaya diri.

Takut, gugup, was-was, khawatir, cemas, keringat dingin, deg-degan, jantung berdebar, kaki lemas, semuanya campur aduk menjadi satu. Tentu semua rasa tidak nyaman itu, sulit hilang permanen hanya dengan dorongan kata-kata.

Ibarat mobil balap yang perlu melaju kencang untuk mencapai garis finish, maka semua perasaan tidak nyaman itu ibarat handbrake alias rem tangannya. Sedalam apa pun pedal gas ditekan, selama rem tangan belum dilepas, mobil tentu tidak bisa bergerak. Karena itu, hilangkan semua perasaan tidak nyaman, maka rem tangan bisa lepas dan mobil bisa melaju sekencang-kencangnya.

Itu sebabnya, teknik hipnoterapi sangat diperlukan untuk membantu mencari dan mencabut akar masalah yang menjadi penyebab rasa tidak percaya diri. Jika akar masalahnya sudah dicabut, maka rasa percaya diri akan tumbuh dengan baik. Akar masalah ini umumnya berasal dari masa lalu. Baik itu ketika masih kecil, atau kejadian di masa sebelumnya yang membuat akar masalah itu tumbuh dan membesar.

Sebagai contoh, salah satu pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda, pernah saya bantu mengatasi masalah tidak percaya diri ini. Ternyata, akar masalahnya terjadi ketika masih usia 8 tahun. Ketika itu, pria ini pulang sekolah sempat ngelayap dengan beberapa temannya ke Komplek Citra Niaga. Karena pulang telat, sampai di rumah dia dibentak dan dimaki-maki oleh ayahnya. Hal inilah yang menjadi akar masalah sehingga timbul rasa tidak percaya diri. Begitu akar masalah ini dibereskan, hasilnya klien terasa nyaman dan bisa bekerja lebih maksimal.

Ada lagi rasa tidak percaya diri klien yang timbul ketika masih usia Taman Kanak-kanak (TK). Penyebabnya adalah klien ketika usia tersebut sempat buang air di celana. Kejadian itu menyebabkan klien malu dan minder, sehingga sampai menjadi pegawai negeri pun, perasaan tidak percaya diri itu masih sangat mengganggu.

Beragam kejadian itu, ada baiknya juga bisa menjadi pelajaran bagi sahabat semua. Jika memiliki anak, pastikan si kecil tidak mendapat perlakuan yang kelak menyebabkan dia tidak percaya diri. Pastikan anak merasa nyaman sehingga masa depannya bisa tumbuh dengan baik.

Bagaimana menurut Anda?     

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...