BREAKING NEWS

Wednesday, December 30, 2015

Tahun Baru? Ayo Berpikir dengan Cara Baru


Banyak yang mengatakan, Tahun Baru semua harus serba baru. Terutama semangat baru dan juga mewujudkan impian-impian baru. Namun sebelum itu semua, izinkan saya menawarkan hal yang paling utama, yakni cara berpikir baru.

Kenapa harus cara berpikir baru? Boleh jadi ada yang kurang pas dengan cara berpikir yang dilakukan selama ini. Sehingga momen pergantian kalender ini menjadi saat tepat untuk memulai cara berpikir berbeda dari sebelumnya.


Pembaca yang budiman, apa pun yang kita alami dan dapatkan, semua berawal dari proses berpikir. Tuhan Yang Maha Segalanya, sudah menganugerahkan sebuah alat yang super canggih di dalam tubuh manusia. Apa itu? Ya Anda benar, alat itu bernama otak. Organ tubuh ini sangat vital dan canggihnya melebihi komputer paling canggih mana pun di dunia. Bukankah yang menciptakan komputer canggih itu adalah manusia dengan kemampuan otaknya?

Sayangnya, anugerah dari Sang Maha Pencipta itu belum banyak dimaksimalkan. Seperti halnya smartphone yang sekarang hampir pasti dimiliki semua umat di muka bumi ini, hanya sedikit fitur yang dimanfaatkan. Sementara fitur cerdas lainnya, jarang digunakan. Entah memang tidak diperlukan, atau tidak tahu cara menggunakannya.

Begitu pula dengan otak atau pikiran. Tahukah Anda bahwa otak manusia memiliki 1 triliun sel yang bisa melejitkan kemampuan manusia menjadi sangat luar biasa. Sayangnya, dari 1 triliun sel itu, tak lebih dari 10 persen yang sudah dimanfaatkan. Sisanya, ya dibiarkan saja seperti smartphone tadi.

Meski memiliki kapasitas 1 triliun sel, namun rata-rata manusia hanya berpikir 60 ribu sampai 80 ribu kali saja setiap hari. Ini membuktikan bahwa sel yang triliunan itu belum banyak dimanfaatkan. Hal ini seperti ditulis James Borg dalam bukunya ‘Kekuatan Pikiran’.

Anda ingin jadi apa, meraih apa, hingga ingin mendapatkan apa, semua bergantung dari cara berpikir Anda sendiri. Kualitas pikiran Anda akan mempengaruhi bagaimana diri Anda berperilaku dan bertindak. Inilah yang saya sebut dengan cara berpikir baru tadi.

Selama ini, umumnya manusia dikendalikan oleh pikirannya. Padahal, pikiran itu adalah alat yang Anda miliki. Karena itu, mulai saat ini dan seterusnya, saatnya Anda yang mengendalikan pikiran Anda sendiri. Anda bisa membimbing pikiran menuju kesuksesan yang diharapkan, pun sebaliknya bisa menjerumuskan pikiran ke jurang kegagalan. Semua bergantung pada kendali Anda sendiri. Karena itu, untuk mengubah hidup Anda, syaratnya mudah sekali. Yang perlu dilakukan hanyakah mengubah pikiran Anda.

Apa yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, semuanya ditentukan bagaimana cara berpikir dan menghadapinya. Terkadang manusia dengan cepat menyalahkan keadaan atau orang lain, bahkan menyalahkan takdir jika ada sesuatu yang buruk sedang menimpa diri sendiri. Akibatnya, yang dirasakan adalah perasaan marah, jengkel, sakit hati, hingga cemas dan khawatir.

Adalah benar, dalam hidup terkadang manusia harus mengalami semua perasaan tidak nyaman tadi. Namun sebenarnya pikiran kitalah yang menentukan bagaimana kita merasa dan bagaimana kita berperilaku selanjutnya.

“Siapa yang ngga jengkel kalau tiba-tiba dicaci-maki orang lain?” begitu kata salah satu sahabat suatu ketika. Kalau memang tidak merasa bersalah dan tidak merasa melakukan kesalahan, kenapa tidak mencoba cuek saja. Sehingga tidak ada energi positif yang terbuang percuma, berganti dengan energi negatif.

Jangan pernah memaksakan untuk berpikir mengubah sesuatu yang di luar kendali diri sendiri. Inilah yang sering terjadi, seseorang berusaha sekuat tenaga bahkan memaksa orang lain untuk bisa berubah. Ini adalah usaha yang sia-sia. Yang bisa diubah adalah sesuatu yang kendalinya ada di dalam diri Anda sendiri. Apa itu? Ya pikiran Anda. Anda bisa mengendalikan pikiran Anda dengan mudah. Karena itu, tidak perlu pusing dengan orang lain, cukup kendalikan diri dan pikiran Anda, maka kita bisa merasakan apa yang ingin kita rasakan. Jika Anda ingin merasakan bahagia, ya pikirkan dan rasakan kebahagiaan itu seketika, saat itu juga. Simpel kan?

Ingat, di awal tulisan sudah saya sampaikan, pikiran Anda dapat membawa diri Anda meraih bahkan menciptakan sesuatu yang sangat luar biasa. Karena itu, jangan biarkan pikiran Anda terbelenggu dengan banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu dan menguras perasaan atau istilah gaulnya saat ini, baper.

Jangan biarkan energi habis untuk pikiran yang negatif. Sementara pada saat yang bersamaan, energi itu bisa dihabiskan untuk sesuatu yang lebih positif.
Pernah ada klien saya yang selalu terganggu dengan pesan pendek (SMS) bernada ancaman. Jumlahnya bahkan sangat banyak, hingga lebih 300-an SMS. Intinya, pesan pendek ini datang dari seorang wanita, yang suka dengan suami klien. Akibatnya, hubungan klien dengan suaminya sempat terganggu.

Meski memang terbukti suaminya tidak ada hubungan apa pun dengan pengirim SMS misterius ini, namun pesan pendek yang terus tersimpan ini selalu menguras energi klien.

Dengan sedikit paksaan, saya bimbing klien membersihkan handphone itu dari semua pesan pendek yang mengganggu. Selain itu, saya sarankan untuk mengganti nomor telepon, sehingga tidak ada lagi yang mengganggu. Saran itu berhasil dilakukan, dan hasilnya kini klien merasa sangat nyaman dan bahagia, tidak ada lagi yang mengganggu pikirannya.

Untuk itu, kendalikan pikiran Anda sekarang juga. Jangan biarkan pikiran mengendalikan Anda. Jika ada yang menjadi penyebab selalu berpikir negatif, maka hilangkan penyebabnya itu. Segera alihkan channel pikiran ke arah positif. Ibarat remote televisi, andalah yang mengendalikan tayangan yang ingin dilihat. Jika kemudian filmnya horor atau sedih, maka ubah channelnya ke tayangan yang menghibur dan menyenangkan.

Ajak dialog pikiran Anda dengan arif dan bijaksana. Bimbing dia berpikir hanya hal-hal yang baik dan mengarah pada impian yang Anda harapkan. Beri dia semangat untuk melejitkan potensi yang ada berlipat ganda. Sehingga di 2016 nanti, Anda benar-benar bertransformasi menjadi pribadi yang benar-benar berbeda dan lebih optimistis.

Bagaimana menurut Anda?


Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes