Tuesday, December 1, 2015

Takut Bicara di Depan Publik Gara-gara Ini


Jumat (27/11/2015) lalu, seorang pegawai negeri di lingkungan Pemkot Samarinda, mencari saya di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim di Jalan Biola No. 8 Samarinda. Namun, saya sudah keburu ke kantor Kaltim Post untuk menghadiri rapat lintas divisi. Pria ini kemudian datang lagi keesokan harinya, namun juga selisih.

Akhirnya, Senin (30/11) tadi, pria ini berhasil jumpa dengan saya. Itu pun sempat selisih. Saya sudah terlanjur pergi ke Kaltim Post, juga untuk rapat internal. Beruntung ada staf di kantor PWI, sehingga akhirnya bisa berkomunikasi dengan saya via telepon dan meminta waktu untuk bertemu.

“Saya sempat baca artikel di koran soal hipnoterapi. Saya lupa terbitan tanggal berapa. Yang jelas saya yakin, ini bisa mengatasi masalah saya,” kata pria yang sebut saja namanya Budi, ketika bertemu.


Budi mengaku sempat kesulitan mencari keberadaan saya. Artikel yang muncul di surat kabar itu tidak mencantumkan alamat praktik saya, apalagi nomor kontak. Satu-satunya petunjuk yang dia dapatkan hanyalah, posisi saya yang juga sebagai ketua PWI Kaltim. Berbekal satu-satunya data itulah, dia akhirnya ‘menyanggongi’ saya di sekretariat PWI.

Kegigihannya untuk lepas dari masalahnya, jelas patut diacungi jempol. Hal ini mempermudah proses terapi yang akan saya lakukan. Sesuai janji, proses terapi baru dilakukan keesokan harinya. Budi memiliki masalah soal rasa percaya diri. Di tempatnya bekerja, Budi kerap diminta mewakili atasannya untuk memimpin sebuah rapat.

Bagi Budi, perintah atasan itu ibarat bencana besar. Seketika Budi merasa gugup, cemas dan takut yang sangat luar biasa ketika akan berbicara di depan umum. Bahkan yang paling parah, pernah sampai gemetar dan keringat dingin karena saking takutnya.

Tak perlu waktu lama untuk membawa Budi mengalami kondisi relaksasi yang dalam dan menyenangkan. Setelah pikiran bawah sadarnya aktif, dengan hipnoanalisis akhirnya diketahui ada beberapa kejadian yang membuatnya takut dan cemas, hingga menyebabkan dia demam panggung, tidak percaya diri berbicara di depan publik.

Penyebab utama adalah ketika masih SMP pernah di-bully teman-temannya. Bully verbal ini yang menjadi akar masalah rasa takut dan tidak percaya diri tersebut. Selain itu, ada juga beberapa kejadian lain yang ikut memperparah kondisi rasa tidak percaya dirinya.

Beberapa teknik tertentu pun saya gunakan untuk membangkitkan rasa percaya diri yang ada di dalam diri klien. Emosi masa lalu yang mengganggu juga langsung dituntaskan. Hasilnya, klien merasa lebih lega dan plong. Klien pun mengaku sangat yakin dan percaya diri, akan nyaman dan mudah berbicara di depan umum.

“Rasanya benar-benar berbeda. Saya yakin sudah bisa bicara di depan orang banyak. Saya ngga takut lagi,” ujarnya mantap.

Selamat ya pak, semoga semakin lancar dan percaya diri berbicara di depan publik. Semoga karirnya juga semakin melesat karena sudah tidak ada lagi hambatan diri yang menjadi penghambat. Aamiin.


Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...