Sunday, December 6, 2015

Telepon, Metode Sesat, dan Kuasa Kegelapan


Meski dalam beberapa kasus bisa ditangani melalui hipnoterapi jarak jauh, melalui telepon, namun tidak semua masalah bisa tuntas dengan cara ini. Kenapa? Salah satu hal tersulit bagi saya adalah, bagaimana mengukur kedalaman pikiran bawah sadar. Karena itu, saya selalu menekankan, jika ingin berhasil mengatasi masalah dengan tuntas, sebaiknya tatap muka secara langsung.

Memang, untuk masalah tertentu, bisa dilakukan dengan telepon. Seperti ketika saya membantu klien yang menaikkan kadar Hemoglobin (Hb) darahnya yang selalu rendah. Setelah negosiasi dengan pikiran bawah sadar, sesuai kesepakatan dalam 45 hari, kadar Hb klien ini benar-benar kembali normal.

Hipnoterapi ini merupakan ilmu pasti, dan bisa dipelajari oleh siapa saja, dari latar belakang apa saja. Bahkan belakangan, semakin banyak dokter yang ikut mendalami ilmu yang masih menjadi bagian dalam ilmu psikologi ini. Jangan heran jika kelak semakin banyak rumah sakit yang menyediakan layanan hipnoterapi, seperti halnya layanan akupunktur yang juga semakin populer.


Salah satu poin penting yang harus dikuasai hipnoterapis adalah, mengukur kedalaman pikiran bawah sadar dari setiap klien yang sedang dibantu untuk diatasi masalahnya. Ini juga yang membedakan antara hipnoterapis lulusan lembaga yang satu dengan lembaga lain.

Letak efektivitas dari hipnoterapi adalah, keberhasilan dalam menemukan akar masalahnya. Cara mudah untuk menemukan akar masalah adalah dengan komunikasi melalui pikiran bawah sadar. Metode inilah yang kemudian ada yang menyebutkan hipnoterapi ini sebagai aliran sesat atau dianggap menggunakan kuasa kegelapan.

Jujur, saya memang pernah ‘tersesat’. Yaitu ‘tersesat’ di dalam pikiran bawah sadar orang lain. Kalau sudah seperti itu harus segera menemukan akar masalah yang lebih tepat dan presisi. Hipnoterapis bisa ‘tersesat’ jika teknik yang digunakan kurang tepat. Menganggap sudah berhasil menemukan akar masalah, padahal kenyataannya, masih ada akar masalah lain yang belum diungkap. Itulah kesesatan yang saya maksud.

Saya juga pernah menggunakan ‘kuasa kegelapan’. Sedang asyik melakukan terapi, ternyata mati lampu. Otomatis saya tetap melakukan proses terapi meski sedikit gelap. Untungnya klien tidak tahu mati lampu atau tidak, sebab klien sedang memejamkan mata.

Saya tidak mau ambil pusing jika ada yang mengatakan hipnoterapi adalah metode sesat. Apalagi kalau yang menyampaikan pendapat itu adalah mereka yang belum pernah belajar di kelas 100 jam Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy (SECH) di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology.


Silakan belajar dulu, dalami, barulah menyampaikan pendapat tentang apa yang dilakukan para alumni lembaga ini. Adalah tidak fair menilai sesuatu, ketika yang dilihat hanya kulit luarnya saja, dan hanya berdasarkan dugaan semata. Bagaimana menurut Anda?    

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...