Saturday, December 31, 2016

Tak Bisa Jawab Pertanyaan Guru, Ternyata Bocah Ini…



Belum lama ini, seorang klien, usia 15 tahun, datang ditemani ibundanya. Keluhannya adalah, tidak bisa menjawab setiap kali diberi pertanyaan oleh gurunya. Bocah laki-laki ini mengaku, tahu jawaban tersebut, namun entah kenapa, mulutnya seolah terkunci dan tertutup rapat. Meski dia sudah berusaha menjawab, namun tetap saja tidak bisa mengeluarkan jawaban dengan lancar. “Ngga tahu kenapa, susah ngomongnya,” kata bocah ini.

Thursday, December 8, 2016

Ingat, Matikan TV Sebelum Tidur



Tak sedikit mereka yang tidur dalam kondisi televisi masih menyala, atau sengaja sambil mendengarkan musik. Tahukah Anda, bahwa kebiasaan itu sangat kurang baik. Dari sisi kesehatan maupun dari sisi pikiran, kebiasaan tidur dalam kondisi televisi masih menyala, sudah sepatutnya dihentikan mulai dari sekarang.

Saat tidur, otak perlu proses untuk menurunkan gelombangnya. Perjalanan dari kondisi sadar hingga ke kondisi tidur, memerlukan tahapan. Di setiap tahapan menuju kedalaman tidur itu, pikiran masih terus bekerja.

Wednesday, December 7, 2016

Wanita Ini Selalu Takut Melihat Masa Depan, Ternyata Hanya Gara-gara….



Bulan lalu, sebelum mendapat tugas di Jakarta, saya sempat melakukan terapi pada salah satu klien wanita. Sebut saja namanya Ani, berusia 42 tahun, bekerja di salah satu instansi pemerintah di salah satu daerah di Pulau Jawa.

Hampir satu bulan sebelumnya Ani membuat jadwal terapi. Maklum, padatnya kegiatan yang harus saya jalani, membuat tidak banyak waktu yang saya alokasikan untuk melakukan terapi. Sesuai jadwal, Ani akhirnya datang ditemani adik sepupunya.

Thursday, November 17, 2016

Jengkel dan Mudah Emosi dengan Suami, Ternyata Wanita Ini



Awal Oktober lalu, seorang wanita datang dengan keluhan sulit menahan amarah dan emosi. Paling utama adalah marah dan emosi dengan suaminya sendiri.

“Rasanya kalau lihat muka dia itu bawaannya pengen marah. Apa pun yang ada di depan saya, bisa saya banting ke mukanya dia,” sebut wanita usia 44 tahun ini di sesi awal konsultasi.

Friday, November 11, 2016

Siswi Ini Tiga Hari Tidak Sekolah. Ternyata Ini Penyebabnya…



Dua bulan lalu, klien yang merupakan seorang pelajar SLTP, datang atas rekomendasi salah satu dokter yang ada di Samarinda. Sebelumnya, sang dokter memang sempat menghubungi saya. Dia menyampaikan ada pasiennya, siswi SLTP yang selalu mengeluh asam lambung berlebih. Kalau sudah sakit parah, menjalar sampai ke kepala hingga demam tinggi.

Tuesday, November 8, 2016

Seminar Quantum Life Transformation (QLT)

Seminar Quantum Life Transformation di Pendopo Tanjung Bersinar, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tabalong, Kalsel. 






Tuesday, November 1, 2016

Asam Lambung Berlebih, Ternyata Wanita Ini ….



Sudah hampir beberapa pekan, belum sempat sharing soal kasus di ruang terapi. Maklum, aktivitas di kantor membuat waktu menulis kisah terapi sangat terbatas. Alhamdulillah, bisa menuliskan kembali kisah dari ruang terapi, yang sebenarnya sudah berlangsung bulan lalu.

Mawar, bukan nama sebenarnya, ketika itu datang atas rekomendasi salah satu sahabatnya. Dia sudah beberapa kali berobat ke dokter, namun sakit asam lambungnya tak kunjung sembuh.

“Paling hanya stabil sebentar, habis itu kambuh lagi. Akhirnya ya ke dokter lagi, minum obat lagi,” ujar Mawar.

Monday, October 24, 2016

Pasrah, Impian ke Korea Selatan Itu Akhirnya Tercapai



Bisa bertolak ke Korea Selatan bersama delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tentu merupakan pencapaian tersendiri bagi saya. Apalagi kunjungan ke negeri ginseng itu merupakan undangan dari Journalist Association of Korea (JAK), alias organisasi persatuan wartawan di Korea. Padahal awalnya, saya sudah gagal untuk bisa masuk dalam delegasi ini hanya gara-gara lambat mendaftar.

Friday, October 14, 2016

INI DIA, Godaan Amarah Gara-gara Voucher Hotel


Di setiap kesempatan, baik melalui diskusi, bincang santai atau melalui media sosial, ada saja rekan, kawan, atau sahabat yang bertanya, bagaimana cara mengendalikan emosi marah? 

Ya, ini memang masalah yang mudah menjangkiti siapa saja. Tak peduli punya pangkat atau jabatan, orang terpandang atau masyarakat biasa, kapan pun, di mana pun, emosi marah bisa menyerang siapa saja. Padahal sejatinya, semua kejadian netral saja, tinggal muatan emosi apa yang akan dimasukkan dalam setiap kejadian itu. Pendek kata, mengendalikan emosi marah memang mudah teorinya, namun sulit dalam aplikasinya.

Monday, October 10, 2016

Lelah 27 Jam Perjalanan Itu Tak Lagi Terasa



Minggu (9/10) tadi, saya mendapat undangan untuk mengisi Seminar Pengembangan Diri Berbasis Teknologi Pikiran ‘Quantum Life Transformation’, di Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong – Kalimantan Selatan. Awalnya, agak ragu menerima undangan ini, mengingat kota ini jaraknya terbilang nanggung. Terlihat dekat, tapi nyatanya jarak tempuhnya sedikit sulit. Dianggap jauh, faktanya masih satu pulau, sama-sama di Kalimantan.

Friday, October 7, 2016

INGIN BAHAGIA? Begini Caranya...


“Ayo, targetnya tinggal sedikit lagi. Kalau bisa mencapai ini, kita semua bisa lebih bahagia. Bisa menyenangkan keluarga,” kata seorang leader sebuah multilevel marketing (MLM). Sekilas, kalimat ini memang sangat membakar semangat dan sungguh memotivasi. Namun ada satu hal yang terlewatkan. Apa itu? Ya, leader ini secara tidak sadar sudah mematok syarat agar bisa bahagia, agar bisa sukses. Sukses dan bahagia, menurut dia, harus ada syaratnya yaitu mencapai target dan mendapat penghasilan tertentu.

Thursday, October 6, 2016

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar



Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidupan anak-anak dan remaja saat ini? Saat itu saya sedang berada di rumah seorang kawan. Kawan ini mengajak saya sharing tentang teknologi pikiran, terutama mengenai hipnoterapi. Saya pun banyak bercerita tentang kasus-kasus yang sudah pernah saya tangani.

Dari mulai masalah fobia, trauma, hingga perilaku yang dianggap menyimpang. Saya ceritakan semua kasus secara gamblang, tentu dengan merahasiakan identitas pelakunya. Saya hanya mengisahkan kasusnya saja dan cara penanganan yang dilakukan.

Tuesday, October 4, 2016

ASTAGA, Gara-gara Kuntilanak, Pria Ini Tak Sentuh Istrinya Selama 3 Bulan



Lebih tiga bulan tak pernah disentuh suami, Ani (bukan nama sebenarnya), jelas semakin cemas dan bingung. Pikirannya kalut dan was-was. Banyak kecurigaan yang bermunculan di kepala. Paling utama, dia curiga suaminya selingkuh. Yang lebih parah lagi, dia sangat khawatir jika suaminya adalah biseks, meski sebenarnya dia sudah dikaruniai momongan.

Tak ingin terlalu larut dalam kecurigaan, dalam sebuah kesempatan, Ani mengajak suaminya, Budi (juga bukan nama sebenarnya), untuk menjalani sesi hipnoterapi. Alasannya jelas, sebagai istri, dia sangat ingin mendapatkan nafkah batin yang sudah lebih tiga bulan tak pernah lagi ia rasakan.

Sunday, October 2, 2016

Yuk, Buat Proposal Impian ke Sang Maha Pemberi Rezeki


Tentu semua sudah tahu, bahwa urusan rezeki, jodoh, apalagi maut, adalah hak veto Yang Maha Kuasa. Apa pun yang terjadi, harus sesuai keputusan dan kehendak-NYA. Namun, apakah keputusan itu sudah mutlak dan tidak bisa berubah?

Nah, dalam Alquran disebutkan, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada di dalam dirinya. Ini membuktikan, bahwa keputusan Sang Maha Adil masih bisa diutak-atik, bergantung pada niat dan tekad dari umatnya 

Saturday, October 1, 2016

Kenapa Orang Percaya Kanjeng Dimas?



Jauh sebelum kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan Kanjeng Dimas Taat Pribadi mencuat, saya sudah pernah melihat videonya di media sosial terkait kemampuannya menggandakan uang. Ketika melihat video itu, saya berani menyimpulkan bahwa itu hanya tipu-tipu.

Namun, saya tak mengira jika aksi tipu-tipu itu mampu menjerat lebih dari 27 ribu orang. Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur itu berasal dari hampir semua pulau di Indonesia. Bahkan tak tanggung-tanggung, seorang profesor yang juga cendekiawan muslim serta lulusan luar negeri, pun ikut terlibat dalam padepokan milik Kanjeng Dimas. Bahkan, tercatat sebagai ketua yayasannya.

Friday, September 30, 2016

Film G30S/PKI Itu Membuat Saya Trauma Sangat Dalam



Hari ini, sejak bertahun-tahun lalu, saya selalu ketakutan. Setiap kali kalender menunjukkan tanggal 30 September, yang ada di pikiran saya adalah suasana mencekam, menyeramkan, dan sangat menakutkan.

Ya, sejak duduk di sekolah dasar (SD), saya sangat trauma dengan film yang menunjukkan kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI). Terlepas benar tidaknya film ini, namun ritual tahunan dengan memutar film tersebut sudah berhasil membuat saya tidak bisa tidur semalam suntuk.

Thursday, September 29, 2016

Sering Lihat Orang Tua “Eng Ing Eng”, Akhirnya Anak Ini Mengalami…



Banyak hal menjadi penyebab munculnya perilaku anak yang dianggap negatif. Tak jarang, orang tua, guru dan lingkungan pun dianggap pusing akibat kondisi perilaku anak yang dianggap melewati batas tersebut.

Belakangan di kota tempat tinggal saya, memang marak kasus pencabulan dan seks bebas yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Nah di antara para pelaku itu, ada yang kemudian dibawa ke tempat saya untuk menjalani terapi.

Wednesday, September 28, 2016

Ternyata, Ini Caranya Agar Otak Anak Berkembang



Setiap orang tua, tentu ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal, sesuai dengan yang diharapkan. Namun, terkadang orang tua sangat egois. Ingin anaknya berkembang, namun enggan mendampingi pertumbuhannya.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan di negeri Tirai Bambu menyebutkan, anak perlu kehadiran orang tua agar pertumbuhan otaknya maksimal. Sebaliknya, anak yang tumbuh tanpa kehadiran dan keterlibatan orang tuanya dalam kurun waktu tertentu, terbukti mengalami perlambatan dalam pertumbuhan otaknya.

Anda Pernah Berbohong? Saatnya Menulis



Ada yang mengatakan menulis fiksi sangatlah sulit. Bahkan, lebih sulit dari ujian soal matematika. Tapi coba tanya para penulis fiksi. Menulis yang tidak nyata justru sangat mudah, bahkan semudah merebus mi instan. Namun, ada satu tolok ukur yang jelas dalam menulis fiksi, yakni sesuatu yang bohong. Anda pernah berbohong? Itu artinya pasti bisa menulis fiksi. Bukankah bohong adalah sesuatu yang fiksi?

Tuesday, September 27, 2016

Air Mineral dan Kapasitas Diri



Beberapa waktu lalu, ketika sedang berada di Jakarta, saya masuk sebuah mini market waralaba asing. Saat itu, saya hanya ingin membeli sebotol air mineral. Melihat banyaknya merek yang berbeda-beda, saya tanpa pikir panjang, memilih salah satunya.

Saturday, September 24, 2016

Benarkah 13 Itu Angka Sial?


Pernahkah Anda memperhatikan, setiap kali di lift baik mal atau hotel, selalu saja ada angka yang hilang. Biasanya angka yang hilang adalah angka 3, 4, serta angka 13. Entah apa penyebabnya, namun yang pasti, ada kepercayaan tertentu yang sudah diyakini bahwa angka-angka itu akan membawa sial.

Angka 13 misalnya, sangat diyakini sebagai angka sial. Padahal, ini hanya sebatas gabungan angka 1 dan 3. Lantas kenapa dianggap sial? Ini adalah keyakinan atau kepercayaan yang sudah terlanjur ditanamkan ke pikiran bawah sadar (PBS). Semakin kuat hal ini masuk ke dalam pikiran bawah sadar, maka ini akan benar-benar menjadi program.

Thursday, September 22, 2016

Ternyata, Lebih Sulit Ngebor Minyak Ketimbang Ngebor Pikiran Bawah Sadar



Dua hari penuh saya mendapat undangan dari Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) Kalimantan Sulawesi, dalam acara edukasi dan gathering di Makassar - Sulawesi Selatan. Selama itu pula, dua hari penuh, saya seolah mendapat kuliah khusus soal minyak dan gas bumi di Hotel Melia Makassar. 

Tentu, ini sebuah ilmu dan wawasan baru, begitu rumitnya proses mendapatkan minyak dan gas bumi dari mulai mencoba mencari titik, mengebor, menyedot, hingga proses distribusinya.

Monday, September 19, 2016

Setelah Tax Amnesty, Jangan Lupa Lakukan Hatter Amnesty


Sejak aktif menulis, sejak itu pula saya semakin banyak berinteraksi dengan beragam sikap manusia. Ada yang biasa saja, santun, simpatik, lebay, over acting, hingga masuk kategori hatter alias pembenci.

Syahdan, isi kepala setiap orang berbeda-beda. Apa yang ada di dalam pikiran saya, tentu berbeda dengan pikiran para pembaca tulisan saya. Maka, jelas saya tidak berhak memaksakan isi pikiran saya agar diikuti orang lain. 

Sunday, September 18, 2016

“Waktunya Kurang Pak”



Sabtu (17/9) pagi tadi, saya mendapat kesempatan mengisi Seminar Parenting, Cara Mendidik Anak yang Efektif, Hypnotherapy for Children. Seminar ini khusus diberikan untuk para orang tua atau wali murid kelas 1 SD Islam Al Hikmah Jalan Tanjung Jone Samarinda Seberang. Tentu, tak semua orang tua atau wali murid hadir. Kenapa? Ya sudah menjadi kebiasaan acara di sekolah, tidak semua orang tua memiliki waktu untuk menghadiri. Boleh jadi sedang sibuk, atau ada pekerjaan lain yang tidak bisa ditunda.

Thursday, September 15, 2016

Belum Punya Jangan Sakit


Pikiran saya seketika melayang ke masa lalu, ketika ayah saya mengalami sakit komplikasi liver dan ginjal. Usia saya ketika itu baru lulus sekolah dasar. Biduk rumah tangga seketika seperti dihantam gelombang besar. Ayah tak bisa lagi membuka bengkel tambal ban di pinggir jalan sebagai satu-satunya cara agar dapur bisa berasap. Jadilah ibu dan saya yang masih usia belia, harus turun tangan di bengkel tambal ban, sementara ayah harus terbaring sakit.
Jangankan berpikir biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja, terkadang ibu masih harus utang beras di warung tetangga. Saya tahu itu, karena secara tak sengaja pernah melihat catatan utang di sebuah buku tulis yang sudah lusuh dan sedikit koyak.

Lebih lengkap baca di sini

http://www.kompasiana.com/endrosefendi/bpjs-belum-punya-jangan-sakit_57d952bcb27e61466bec1637  

Monday, September 12, 2016

Ini Alasan MT Tak Akui Kiswinar sebagai Anaknya


Tulisan ini tak bermaksud untuk melakukan penghakiman atau apa pun. Sebab, kasus yang terjadi pada sang motivator ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Karena itu, tulisan ini hanya ingin mengulas kira-kira apa yang menyebabkan pemilik acara Golden Ways tersebut enggan mengakui Kiswinar sebagai anaknya.

Uang Penglaris, Penarik Rezeki Utama?


Pernahkah Anda bertemu pedagang yang menempelkan lembaran uangnya ke barang dagangannya, saat pertama kali sang pedagang mendapatkan pembeli? Saya juga pernah. Bahkan beberapa kali saya sengaja datang ke pusat perbelanjaan pagi-pagi sekali, saat pertama kali si pedagang membuka lapak dagangannya? Untuk apa? Apalagi kalau bukan berharap mendapatkan harga terbaik, harga penglaris yang sudah barang tentu lebih murah ketimbang membeli di siang hari.

Astaga, Mantan Suami Artis Ini Sempat Memilih Jadi Gay



Jika saya sebut nama artis ini, saya jamin tak ada yang tidak kenal. Baik generasi tahun 90-an sampai generasi saat ini. Sejak bercerai dengan suaminya, artis ini memang tak terlalu sering muncul ke layar kaca. Meski demikian, namanya tak begitu saja luntur di dunia hiburan Tanah Air.

Lantas ke mana mantan suami artis ini? Inilah yang akan coba saya bahas. Atas seizin yang bersangkutan, saya diperbolehkan menuliskan kasus ini sebagai bahan pembelajaran dan berharap tidak ada lagi orang lain mengalami hal yang sama.

Monday, September 5, 2016

Antara Tax Amnesty dan Emotional Amnesty


Warga di Tanah Air sedang dibuat pusing. Pemerintah sedang gencar-gencarnya mencari dana dengan melakukan pengampunan pajak alias tax amnesty, agar harta kekayaan yang dimiliki warga negara ini, semua terdata dan di kemudian hari rutin membayar pajak.

Secara tidak langsung, ini mengajak warga negara untuk ‘membersihkan’ semua hartanya, sehingga di kemudian hari bersih dari harta yang tidak jelas asal – usulnya, dan semua terdata. Hasilnya, hidup menjadi lebih tenang dan nyaman, karena tidak perlu menyembunyikan sesuatu.

Sunday, September 4, 2016

Energi Negatif Sopir Taksi



Berharap kenyamanan ketika naik taksi, yang ada malah semakin kurang nyaman karena disuguhi beragam keluhan. Pernahkah Anda merasakan hal yang sama? Padahal, keluhan inilah yang secara tidak sadar menjadikan taksi semakin lama semakin ditinggalkan.

Keluhan apa yang kini sering disampaikan pengemudi taksi? Apalagi kalau bukan persoalan persaingan dengan jasa layanan online seperti Go Car, Grab Car atau Uber.

Friday, September 2, 2016

Kenapa Artis Susah Lepas dari Jeratan AA Gatot? Ini Penjelasannya



Gatot Brajamusti, atau akrab disapa AA Gatot yang memiliki Padepokan Brajamusti, kini jadi trending topic. Guru spiritual yang bahkan menjadi Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu tak berkutik ketika digerebek menggunakan narkoba. Sejurus kemudian, para artis yang pernah ‘berguru’ di padepokan ini, berlomba-lomba buka suara. Ada yang merasa seperti dicuci otak, hingga dianggap ada pengaruh mistik lainnya. Lantas apa sebenarnya yang terjadi?

Monday, August 29, 2016

Siswi SD Ini Kabarnya Diculik, Ternyata…


SAAT berselancar di lautan maya, mata saya tertarik dengan berita soal murid SD yang katanya diculik. Murid kelas V ini dengan rinci menceritakan bahwa dirinya sempat disekap satu jam oleh para pelaku di salah satu rumah. Dikatakan, komplotan penculik ada empat orang, satu di antaranya perempuan, menggunakan sebuah mobil warna hijau bertuliskan Jeep.

Siswi SD ini ditarik masuk mobil dan matanya ditutup kemudian dibawa ke sebuah rumah. Di tempat tersebut, korban kemudian diikat dengan tali. Sementara para pelaku pergi meninggalkan korban.

Sunday, August 28, 2016

Punya Anak Manja? Begini Cara Mengatasinya



“Dasar anak manja! Apa-apa harus dituruti!" Sering, orang tua mendengar kalimat seperti itu? Tetapi, benarkah anak yang dituduh manja tersebut memang benar-benar manja? Atau hanya karena orangtuanya saja yang memberi label anak manja? Yuk, simak mitos-mitos tentang anak manja dan penjelasan dari mitos-mitos tersebut.

Friday, August 26, 2016

“Utang Ngga Bayar, Tapi Gaya Hidupnya Selangit”



Siang itu, seorang kawan menjumpai saya. Dia merasa jengkel dengan dirinya sendiri, bahkan merasa bahwa dirinya sangat bodoh. Apa pasalnya? “Lah saya ini nagih uang saya sendiri. Kok malah saya dimarah-marahi, dimaki-maki. Salah saya apa? Saya cuma minta uang saya sendiri loh. Dulu waktu pinjam uang bukan main memohon dan mengiba. Giliran ditagih, lebih galak dari saya,” ucapnya.

Sebelumnya, sang peminjam itu sudah berjanji akan mengembalikan dalam waktu 1 bulan. “Tapi ini sudah enam bulan, bahkan sudah lewat. Yang bikin saya semakin jengkel, di media sosial gayanya selangit, sok kaya. Tapi utang ngga mau bayar,” sambungnya lagi dengan nafas yang semakin berat.

Kenapa Wanita Lebih Banyak Berbicara? Ini Penyebabnya…


Pria dan wanita memang memiliki ciri khas berbeda-beda. Satu di antaranya banyak keistimewaan yang berbeda adalah, wanita ternyata mampu lebih banyak berbicara ketimbang pria.

Hal ini seperti disampaikan pakar teknologi pikiran Adi W. Gunawan dalam talkshow tentang pola pikir yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan, belum lama ini. Dikatakannya, dalam satu hari wanita mampu berbicara hingga 25 ribu kata. Sementara pria setengahnya, hanya sekitar 13 ribu kata. Hal itulah yang menyebabkan kenapa wanita jauh lebih cerewet ketimbang pria, karena wanita punya stok bicara lebih banyak.

Tuesday, August 23, 2016

Narkoba… Kamu Jahat!!!


“Sudah dengar kabar?” tanya salah seorang kawan melalui telepon selulernya. Kedua tangan saya masih fokus di stir kemudi. Panggilan yang saya terima melalui speaker itu bernada heran dan penuh tanya. Saya sama sekali tidak tahu apa yang ia maksudkan.

“Katanya kawan kita ada yang digerebek BNN,” sambung pria di ujung speaker tersebut, seraya menyebut nama rekan kerja yang saya kenal cukup dekat.  

Pelajaran Berharga dari Pedagang Sepatu

foto ilustrasi, sumber: wisata sidoarjo.com


Sore itu, tak seperti biasanya, saya duduk santai di teras rumah. Biasanya, sore seperti itu sudah mulai sibuk di depan laptop, menjalankan tugas memantau lalu lintas berita di Portal Kalimantan Prokal.Co.

Saat sedang santai di teras itulah, seorang pedagang sandal dan sepatu yang sedang jalan kaki sembari membawa tas penuh barang dagangan, langsung masuk rumah. Maklum, pagar rumah sedang terbuka lebar. Dengan wajah tampak kelelahan dan tubuh nyaris terhuyung, dia buru-buru menaruh barangnya di teras rumah, dan memohon izin untuk numpang duduk istirahat.

Monday, August 22, 2016

Seminar Seharga “Kaki Lima”, Materinya “Bintang Lima”


 
Adi W. Gunawan



Beberapa waktu lalu, seseorang mengirimkan gambar tentang kegiatan Talkshow “Membangun Mindset Menuju Sukses”, yang digagas Guang Zhao Muda Mudi Balikpapan, Sabtu (20/8). Saya jelas tidak menolak. Kenapa? Karena narasumbernya adalah guru saya, Adi W. Gunawan. Namun yang membuat saya kaget dan bertanya-tanya adalah, harga tiket masuk yang hanya Rp 100 ribu.

Jujur, saya sangat tahu dan sangat mengenal narasumber. Saya juga sangat tahu kualitas materi yang akan diberikan. Menurut saya, Rp 100 ribu itu sangat-sangat murah. Untuk seminar di sebuah hotel bintang empat, tepatnya di Hotel Platinum Balikpapan, harga itu jelas sangat murah. Apalagi, peserta juga mendapatkan makan malam yang menunya juga tidak bisa dianggap ecek-ecek. Selain menu bintang lima, ada pula menu vegetarian.

Sunday, August 21, 2016

"Dapat Satu Emas Aja Heboh"



Dalam perjalanan dari Berau ke Balikpapan, di ruang tunggu Bandara Kalimarau, Berau, yang cukup megah, televisi di ruangan itu menayangkan berita keberhasilan bulutangkis Indonesia medapatkan satu medali emas.

Satu medali emas dari pasangan Owi-Butet itu memang benar-benar mendominasi pemberitaan. Tidak hanya di televisi dan media cetak, tapi juga semesta maya begitu viral mengunggah prestasi yang diraih bertepatan dengan ulang tahun negara ini.

Di tengah kebanggaan dan energi positif yang juga ikut saya rasakan itu, tiba-tiba seorang penumpang yang duduk tak jauh dari lokasi saya,  berbincang dengan rekannya. "Baru dapat satu emas aja heboh banget. Negara lain yang emasnya puluhan, biasa aja tuh," kata pria yang usianya saya taksir masih 20 an..

Wednesday, August 17, 2016

Adakah Lomba Lari dari Kenyataan?


Setiap orang memiliki makna berbeda – beda terhadap sebuah kemerdekaan. Bagi saya, merdeka adalah jika seseorang bisa lepas dari masalah yang membelenggu dirinya. Sebab faktanya, tak sedikit orang merasa bebas dan tidak terpenjara, namun sejatinya hati dan pikirannya masih terkurung, tak bisa ke mana-mana. Mau melangkah takut, ingin berubah juga enggan. Akhirnya, hidup yang dialami stagnan saja, bahkan mengalami kemunduran.

Lantas, bagaimana bisa mendapatkan kemerdekaan sesungguhnya? Tidak ada jalan lain. Anda harus lepaskan semua masalah yang menjerat hidup Anda. Trauma, dendam, sakit hati, kecewa, dongkol, jengkel, muak, eneg, dan perasaan lainnya yang tidak nyaman, ada baiknya dibuang dari diri Anda.

Saturday, August 13, 2016

Stress dengan Matematika? Anak Ini Akhirnya Mengalami...



Dalam setiap kesempatan sharing di event seminar, diskusi, hingga temuan di ruang terapi, masalah pendidikan anak memang menarik menjadi bahan pembicaraan. Tak sedikit anak-anak yang punya masalah di sekolah, baik sekolah reguler negeri maupun swasta, maupun sekolah sehari penuh (full day school) hingga boarding school seperti tinggal di asrama maupun pondok pesantren.

Saya pernah menjumpai anak-anak yang tertekan karena begitu banyak agenda yang harus dilakoni sehari penuh, dari bangun pagi sampai beranjak tidur lagi. Sementara orang tuanya begitu bangga karena anaknya benar-benar disiplin dan sudah diatur jadwal hariannya.

Friday, August 12, 2016

BRUAKKK!!!!..., Bocah SMP Itu Terlempar dari Motornya



Jumat (12/8) pagi, seperti biasa saya bermaksud menghadiri rapat lintas kota Samarinda – Balikpapan, melalui fasilitas videoconference di kantor Kaltim Post Samarinda. Melaju perlahan, tak lebih dari 40 Km/jam, saya juga bermaksud ingin ke kantor DPRD Kaltim selepas rapat.

Saat stir kemudi perlahan berbelok ke kanan, di tikungan cukup tajam di Jalan Biawan Samarinda, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah motor yang mencoba menyalip kendaraan di depannya. Tak  terkendali, motor yang dikendarai bocah salah satu SMP negeri di Samarinda itu oleng. Bagian belakang motornya menghantam bemper mobil yang saya kendarai.

Tuesday, August 9, 2016

Setuju Full Day School, Asal….



Bukan rahasia umum bagi negeri ini. Ganti menteri, ganti pula kebijakan. Masil lekat dari ingatan ketika Menteri Pendidikan Anies Baswedan meluncurkan program mengantar anak di hari pertama sekolah. Belum lagi ada evaluasi atas program ini, muncul pula pergantian kepada Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy yang sudah ancang-ancang membuat program baru, Full Day School (FDS) alias sekolah sehari penuh.

Sebenarnya, ini bukan program baru. Di hampir semua daerah di Indonesia, ada saja sekolah unggulan yang menerapkan sekolah sehari penuh ini. Masalahnya, program ini akan diberlakukan untuk semua murid SD dan SMP baik negeri maupun swasta. Sementara faktanya, masih banyak sekolah yang belum memiliki ruang kelas memadai, sehingga harus berbagi antara kelas pagi dan sore. Jika kebijakan ini langsung diterapkan, praktis akan ada persoalan yang tidak mudah dipecahkan.

Sunday, August 7, 2016

Guru Ini Sulit Mengendalikan Nafsunya. Ternyata Gara-gara…

ilustrasi foto: indopremiernews


Beberapa waktu lalu, seorang pria, usia 45 tahun, datang ke tempat praktik saya. Sebelumnya, klien ini sudah hampir dua minggu membuat janji untuk konsultasi sekaligus terapi. Jika biasanya klien sudah menceritakan masalahnya saat membuat janji terapi, lain halnya dengan pria ini.

“Nanti saja pak, saat ketemu langsung baru saya sampaikan,” ujarnya.

Ternyata benar saja, perlu waktu hampir 1 jam bagi saya, mendengarkan semua keluhan dan masalah yang ia sampaikan. Ibarat gunung merapi, pagi itu semua keluh kesahnya diledakkan tanpa sisa.

“Saya merasa malu, merasa kotor,” ujarnya. Lalu, apa masalahnya?

Saturday, August 6, 2016

Ini Dia, Tiga Rahasia Sukses Bisnis Kuliner

Dago YUI di kawasan Dago yang selalu dipadati pengunjung.



Bijak mengatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik. Namun, ada pula yang menyampaikan, pengalaman orang lain adalah guru yang terbaik. Sebab, kalau pengalaman diri sendiri yang selalu dijadikan pelajaran, berarti di antaranya juga harus gagal dulu. Sementara jika berkaca dari pengalaman orang lain, tentu tidak perlu terjerumus pada kegagalan yang sama.

Masih terkait oleh-oleh selama berada di Bandung – Jawa Barat, memang banyak kisah dan pengalaman yang saya dapatkan dari salah satu pengusaha kuliner, Yana Hendayana. Beliau adalah pemilik beberapa café, di antaranya Djongko, Dago Yui, hingga RM Riung Panyaungan, serta di beberapa lokasi lainnya baik di Bandung maupun di luar kota. Obsesinya, pria ini ingin memiliki cabang di seluruh provinsi di Indonesia.

Thursday, August 4, 2016

YA AMPUN, Pria Ini Sempat 10 Tahun Bergantung Obat Antidepresan

Yana Hendayana (kanan) di RM Riung Panyaungan miliknya, di Km 2 Ciherang - Bandung.


Hampir sepekan berada di Bandung – Jawa Barat untuk mengikuti event Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) XII, akhir Juli 2016 tadi, saya berkesempatan kenal lebih dekat dengan Yana Hendayana. Beliau adalah sahabat saya, pernah sama-sama mengikuti workshop Quantum Life Transformation (QLT) di Tretes – Pasuruan – Jawa Timur.

Kenal sejak akhir 2014, selama itu pula komunikasi hanya dilakukan melalui media sosial. Itu pun tidak intens. Lebih sering basa-basi bertanya kabar, atau sesekali diskusi tentang teknologi pikiran.

Wednesday, August 3, 2016

Calon Dokter Gigi Ini Takut Tangani Pasien Hanya Gara-gara…



Jadi dokter gigi profesional adalah impian dari Sari (bukan nama sebenarnya). Setelah lulus dan mendapat gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.KG.) di salah satu universitas ternama di Pulau Jawa, Sari masih harus menjalani koass alias co-assissten. Ini adalah pendidikan profesi yang harus dijalani sebelum resmi menyandang gelar dokter gigi (drg).

Awalnya, semua berjalan normal dan biasa-biasa saja. Namun seiring waktu, calon dokter gigi ini merasa semangatnya semakin lemah dan kurang fokus. “Kalau pas pulang ke Samarinda, senang dan semangat. Begitu mau kembali ke kampus, koass lagi, rasanya malas. Sama sekali ngga semangat,” tuturnya.

Susah Makan dan Mual Saat Minum Susu, Wanita Ini Akhirnya….



Memiliki berat badan ideal, tentu idaman setiap wanita. Seperti klien bernama Yani (bukan nama sebenarnya) ini. Pegawai negeri sipil di salah satu instansi di lingkungan Pemprov Kaltim ini merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri, karena posturnya yang terlalu kurus.

Saat timbang badan di ruang praktik saya, semua indikator menunjukkan sangat rendah (low). Dari mulai berat badan kurang ideal, serta kadar lemak juga sangat rendah.

Belajar dari Filosofi Angklung

Baru pertama kalinya pegang angklung, ternyata seru juga.

  
Angklung telah menjadi penutup yang manis di ajang Pekan Olahraga Wartawan (Porwanas) XII di Bandung – Jawa Barat yang dihelat sejak 25 sampai 30 Juli 2016 tadi. 

Alat musik melodi dari bambu dan kini diakui sebagai salah satu warisan dunia ini, benar-benar mencairkan suasana penutupan Porwanas di Gedung Sate, dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrowi serta sang tuan rumah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Thursday, July 28, 2016

Utamakan Pola Asuh Kasih Sayang, Ponpes Al Mukhlis Dibekali Teknologi Pikiran


Endro (berdiri, tengah) bersama Ustaz Mamat (5 dari kanan) dan para pengasuh Pondok Pesantren Al Mukhlis.

BANDUNG - Di tengah derasnya pengaruh modernisasi, pondok pesantren dianggap sebagai salah satu solusi pendidikan yang mengutamakan akhlak dan keagamaan. Namun, benarkah sistem pendidikan yang ada di pesantren sudah benar-benar sesuai dengan perkembangan zaman? Kegelisahan inilah yang dirasakan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukhlis di Kampung Panyaungan RT 1 RW 1 Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung – Jawa Barat.

“Kami selalu mengajarkan kepada para santri agar meneladani Rasulullah. Semua harus dilandasi kasih sayang. Namun pada kenyataannya, terkadang ustaz dan pengasuh sesekali terpancing emosinya. Inginnya santri bisa disiplin, namun yang terjadi mungkin terlalu keras dalam mendidik,” sebut Ustaz KH Mamat Ruhimat Hidayatullah, pimpinan Ponpes Al Mukhlis saat berbincang santai di salah satu saung yang banyak tersebar di areal pondok ini.

Wednesday, July 27, 2016

'Sekolah Kuliner' ala Djongko. Jalankan Bisnis dengan Hati, Semua Karyawan Dianggap Anak Sendiri

Pak Yana Hendayana (kanan), berbagi kisah suksesnya dalam merintis usaha kulinernya.


Di sela padatnya kegiatan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Bandung – Jawa Barat, saya mendapat undangan spesial dari sahabat saya Pak Yana Hendayana. Saya mengenal beliau ketika sama-sama mengikuti workshop Quantum Life Transformation di Tretes – Pasuruan – Jawa Timur, Desember 2014 silam. Sejak itu, saya sering berdiskusi dan berkomunikasi dengan beliau melalui media sosial.

Malam sebelumnya, saat akan beranjak ke Gedung Sate hendak menghadiri Welcome Dinner, undangan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, tiba-tiba beliau berkunjung ke hotel tempat saya menginap. Hanya sempat ngobrol sebentar, terpaksa saya harus mohon maaf meninggalkan beliau yang sudah jauh-jauh mendatangi saya.

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...