Monday, January 4, 2016

Anda Ingin Mendalami Hipnoterapi?


Tulisan ini menjawab pertanyaan beberapa sahabat, yang menyampaikan keinginannya untuk belajar hipnoterapi kepada saya. Sahabat yang budiman, bukan saya pelit atau tidak mau berbagi ilmu hipnoterapi secara gamblang atau blak-blakan. Kenapa? Ini semua terkait dengan kode etik yang harus saya pegang teguh. Sama halnya dengan dokter dan pengacara, yang jelas tidak akan membeberkan semua keahliannya, karena ada ketentuan khusus yang harus dipatuhi.


Selama diskusi masih sebatas tentang teknologi pikiran secara umum, dengan senang hati saya bersedia berbagi pengetahuan. Namun jika sudah menyangkut teknik, tentu saya harus membatasi diri. Sebab, tanpa pondasi pengetahuan yang utuh dan kuat, teknik yang saya bagikan akan sia-sia belaka. Bahkan yang runyam, bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik.

Belajar hipnoterapi tidak hanya sekadar menguasai teknik. Lebih dari itu, sikap dan perilaku hipnoterapis juga ikut dibentuk selama proses belajar mengajar. Sebagai guru, Adi W. Gunawan sangat tegas dalam urusan sikap dan perilaku. Karena itu, beliau tak segan mencabut dan memasukkan terapis dalam daftar hitam (black list) jika menyimpang dari kode etik yang sudah ditetapkan oleh lembaga yang dipimpinnya.

Termasuk soal teknik. Beliau memang sangat terbuka dengan berbagai perkembangan terkait teknologi pikiran. Namun demikian, juga sangat tegas dalam menjaga protokol terapi yang sudah ditetapkan. Karena itu, terapis lulusan lembaga ini tidak dibenarkan mencampur-aduk teknik yang diajarkan dengan teknik lain.

Inilah alasan, kenapa saya menolak ketika ditanya teknik oleh hipnoterapis yang sudah belajar di lembaga lain. Pondasi dan landasan yang digunakan memang berbeda. Perbedaan protokol yang digunakan saat sesi terapi, tentu akan membedakan hasil terapi itu sendiri. Jika teknik ini kemudian diberikan kepada hipnoterapis lulusan lembaga lain, belum tentu bisa berjalan dengan baik.  

Saya memang memiliki lisensi sebagai trainer untuk menyampaikan materi Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy (SECH). Namun, saya hanya boleh menyampaikannya dalam bentuk seminar, bukan workshop atau pelatihan.

Mengapa? Ini demi menjamin kualitas materi yang diserap peserta agar benar-benar maksimal dan mumpuni. Tentu berbeda, belajar langsung dengan Adi W. Gunawan sebagai pendiri Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI), dengan belajar melalui saya.

“Saya ngga perlu sertifikatnya mas. Saya pengen belajar untuk diri sendiri. Boleh ngga?” demikian kata salah satu sahabat, berharap agar saya bisa mengajarkan beberapa teknik.

Saya bersedia menyampaikan dan mengajarkan semua yang saya dapat selama di AWGI. Syaratnya, biaya yang dibayarkan harus sama dengan ketika belajar di AWGI. Jelas saja sahabat saya ini menolak, he he he.

Karena itu, jika ingin belajar dan mendalami tentang hipnoterapi, sebaiknya langsung ke AWGI. Untuk tahun ini, AWGI membuka kelas SECH Angkatan XX pada 17 Maret - 15 Juni 2016.

Ini adalah kelas Sertifikasi Hipnoterapis Profesional 100 jam dengan standar kurikulum internasional (ACHE, Amerika) selama 9 (sembilan) hari yang terbagi menjadi 3 (tiga) pertemuan. Untuk mendapatkan harga khusus, pendaftaran harus dilakukan paling lambat Kamis, 18 Februari 2016.

Proses belajar dipusatkan di AWGI, di Jl. Argopuro 43 Surabaya. Kelas dibagi dalam tiga kali pertemuan. Pertama 18 - 20 Maret 2016, kedua 15 - 17 April 2016, dan terakhir 13 - 15 Mei 2016.

Sahabat harus mengikuti semua pertemuan itu 100 persen. Jika ada yang terlambat atau tidak hadir, maka harus mengulang pada kelas selanjutnya.

Informasi lebih lengkap, silakan simak di http://goo.gl/dnQYV4


Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...