Sunday, January 24, 2016

Selama Lima Tahun, Wanita Ini Alami Sakit Maag dan Cemas Berlebihan

Kasus psikosomatis ternyata cukup banyak dialami masyarakat. Namun belum banyak yang paham tentang psikosomatis ini, termasuk bagaimana cara menanganinya.

Psikosomatis adalah sakit yang disebabkan oleh pikiran. Karena pusat sakitnya ada di pikiran, maka berbagai macam obat tak akan mampu menuntaskan penyakit jenis ini.

Seperti wanita 38 tahun yang mengalami sakit maag dan cemas berlebihan sejak 2011 ini. Ibu dua anak yang merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Kaltim ini sudah putus asa atas sakit yang dideritanya.

“Kalau sudah cemas, saya tidak bisa mengontrol. Setiap pagi dan sore, rasa cemas itu selalu datang,” ujarnya sebelum menjalani sesi hipnoterapi, Sabtu (23/1/2016) siang tadi.

Pendek kata, wanita ini merasa menjadi sosok yang lemah dan sangat tidak berdaya. Masa depannya seolah pudar dan hancur akibat rasa sakit yang selalu datang tiba-tiba.

“Ketemu dokter aja saya langsung takut, tekanan darah langsung naik,” ujarnya. Akhirnya, ibu ini lebih sering menyendiri dan meratapi kondisinya, hingga merasa tak berguna bagi suami dan anaknya.

Berbagai cara sudah ia tempuh untuk mengatasi sakitnya. Sudah sering bolak-balik ke dokter. Bahkan sudah pernah ke psikolog, namun tidak ada hasil yang dia dapat. Termasuk, pernah juga menjalani sesi hipnoterapi dengan hipnoterapis lembaga lain, bukan alumni Adi W. Gunawan Institute (AWGI). Namun, hasilnya tidak juga ia rasakan.   

Dari formulir yang diisi sebelum menjalani terapi, terungkap ibu ini memiliki perasaan cemas dan sedih yang cukup tinggi, di angka 9.

Seperti biasa, wanita ini saya beri penjelasan tentang hipnoterapi, sesuai standar protokol AWGI. Inilah yang membedakan hipnoterapis AWGI dengan lulusan lembaga lain. Wajib memberikan penjelasan awal, sehingga klien benar-benar siap dan mengizinkan pikiran bawah sadarnya diakses dengan mudah.

Tidak sulit membawa ibu ini memasuki kondisi profound somnambulism, kondisi kedalaman pikiran bawah sadar yang sangat efektif untuk melakukan terapi. Bahkan, baru duduk di kursi terapi sudah langsung trance atau masuk ke bawah alam sadar.

Dari hipnoanalisis, terungkap ada beberapa kejadian yang menjadi pemicu sakit maag dan cemas yang berlebihan. Di antaranya kejadian ketika naik mobil, dan mobilnya nyaris masuk parit. Ada pula beberapa kejadian lain yang juga jadi penyebab. Namun pemicu utama adalah ketika klien berusia 8 tahun, saat ibundanya tutup usia. Disusul kemudian pada usia 9 tahun, ayahnya juga wafat. Dua kejadian inilah yang menjadi penyebab awal rasa cemas itu muncul.

Dengan teknik tertentu, kejadian ini dinetralisir. Hasilnya wanita ini merasa lebih tenang dan jauh lebih nyaman.

Sebelum menuntaskan sesi ini, saya bimbing klien untuk melakukan pengecekan terhadap tubuhnya sendiri. Hasilnya, terdapat beberapa benda asing yang menempel. Ada koin yang menempel di kepala, juga ada akar yang menempel di lambung. Benda lain adalah koin dan sehelai kain panjang menempel di bagian pinggang sebelah kanan. Selain itu, terakhir ada akar berwarna merah yang menempel di lutut sebelah kanan.

Dengan teknik khusus, klien dibimbing untuk melepas semua benda asing tersebut dari tubuhnya. Setelah semuanya lepas, klien langsung merasa lebih nyaman dan tubuhnya terasa sangat ringan.

“Saya tidak mengira, ternyata itu penyebabnya,” sebut ibu ini. Dengan wajah yang cerah dan lebih berenergi, wanita ini pun kembali ke rumahnya.

Minggu (24/1/2016) tadi, ibu ini berkirim pesan pendek kepada saya.

“Assalamualaikum. Alhamdulillah Mas Endro, saya bangun pagi ini rasanya beda sekali. Ngga ada beban, ringan. Mudah-mudahan semakin baik ke depannya. Terima kasih.”

Demikianlah kenyataannya. (*)

Artikel terkait:






Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...