BREAKING NEWS

Thursday, February 11, 2016

Hypno-EFT adalah Teknik Melepas Emosi, Bukan Minta Bantuan Jin


Saat menghadiri Hari Pers Nasional di Mataram - Nusa Tenggara Barat (NTB) baru baru ini, saya mendapatkan sebuah pesan  pendek dari salah satu sahabat di Balikpapan.

"Mas, saya ada baca artikel. Katanya Hypno-EFT itu syirik, karena menggunakan bantuan jin," tanyanya serius.

Saya pun menjawab, "memang bener sih mbak, kadang kadang saya memang menggunakan jin. Tapi bukan jin makhluk gaib, melainkan celana jin," kata saya bergurau.

Sahabat, entah sudah berapa kali pertanyaan sejenis di atas dilontarkan. Apalagi sejak semakin banyaknya pemuka agama yang gemar sekali melakukan justifikasi atau menilai sesuatu, tanpa tahu dengan jelas, apa yang sebenarnya dia nilai. Terkadang, maaf, penilaiannya melebihi Tuhan, hingga seolah-olah, Sang Maha Pencipta bukanlah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Saya sendiri hanya merasa bingung, kenapa Hypno-EFT dikatakan syirik dan dianggap meminta bantuan jin. Padahal, dengan teknik ini, saya pernah membantu seorang kawan yang awalnya malas mengerjakan salat lima waktu, kini menjadi jauh lebih rajin. Lantas, apakah masuk akal jika ini dianggap hasil dari bantuan jin?

Teknik ini pula yang saya pakai untuk mengurangi kegemaran saya memakan makanan yang bersantan dan berlemak. Sehingga hanya dalam waktu 3 bulan, saya bisa menurunkan berat badan saya dari 70 kg menjadi 58 kg. Apakah ini juga dianggap bantuan jin? Yang ada, saya memang membuang semua jin yang ada, karena ukurannya sudah terlalu besar, sehingga terpaksa saya harus membeli celana jin baru yang ukurannya lebih kecil.

Begitu juga ketika saya membantu istri dari ipar saya, yang selama 32 tahun takut menggunakan kompor gas. Dengan Hypno – EFT inilah saya bantu yang bersangkutan, sehingga saat ini sudah berani memasak seperti biasa menggunakan kompor gas.

Banyak lagi kasus lain yang saya bantu hanya dengan Hypno – EFT, sehingga saya hanya bisa menanggapi santai saja atas tuduhan syirik tersebut.

Selama yang mengatakan syirik itu belum pernah belajar Scientific EEG and Clinical Hypnotherapy (SECH), maka apa yang dia sampaikan hanya berdasarkan asumsi yang bersangkutan sendiri.

Itu sama saja, saya berani mengatakan Pulau Derawan di Berau bagus, karena sudah sering ke sana. Pun berani mengatakan Pulau Lombok – Nusa Tenggara Barat juga bagus, karena baru saja habis dari sana. Tapi, saya tidak akan berani menyimpulkan Raja Ampat - Papua bagus, karena saya belum pernah ke sana. Walau sudah banyak video dan foto yang menggambarkan bagusnya Raja Ampat, saya tidak akan percaya, sebelum pernah menginjakkan kaki sendiri ke sana.

Demikianlah kenyataannya. (*)



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes