Tuesday, February 9, 2016

Wahai LGBT, Mau Mati dengan Cara Apa?

Meski sebelumnya pernah menulis soal Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender (LGBT), namun sejatinya saya enggan menulis lagi soal ini. Namun, nurani saya tergolak ketika di Indonesia, sekelompok orang yang menjadi ‘penganut aliran’ LGBT ini, berani terang-terangan turun ke jalan, meminta dukungan agar dilegalkan. Dengan kemasan hak asasi manusia (HAM), mereka berharap pihak berwenang bisa melegalkan orientasi pasangan yang tidak lazim ini.   

Saya, sekali lagi, tidak dalam kapasitas memberikan penilaian, apakah LGBT itu perlu didukung atau tidak. Namun, sebagai warga biasa, izinkan saya untuk menyampaikan pendapat, dari sisi saya, didukung kemampuan sebagai praktisi teknologi pikiran, dan juga pengalaman puluhan tahun sebagai wartawan.

Saya membayangkan, manusia tak ubahnya seperti mobil. Setiap mobil yang diproduksi oleh pabrik, sudah jelas pasti dilengkapi dengan buku petunjuk pemakaian mobil. Selain itu, mobil juga harus menjalani servis rutin atau pemeliharaan berkala, untuk menjamin mobil selalu dalam kondisi prima.  

Anda yang memiliki mobil, dan patuh terhadap ketentuan servis berkala, tentu mobil akan berumur panjang dan tidak akan ada kendala berarti. Selain itu, jika sesuai dengan cara pakainya, maka garansi dari mobil pun berlaku. Kenapa, karena mobil dipakai secara normal dan kerusakan pun dalam kondisi wajar pula.

Namun, coba perhatikan jika mobil sudah mengalami modifikasi ini dan itu. Bahkan jauh dari bentuk aslinya. Maka umumnya, pihak asuransi akan menolak klaim dari mobil ini jika terjadi apa-apa. Kenapa? Karena tidak sesuai dengan klausul dan kondisi mobil memang sudah berubah total.

Sang Maha Pencipta, juga sama. Sebagai pencipta manusia, Sang Khalik sudah memberikan buku petunjuk yang jelas, dalam bentuk kitab suci. Karena itu, jika tiba-tiba terjadi ‘kerusakan’ pada manusia, sebenarnya mudah. Tinggal buka buku petunjuk yang ada, dan jawaban pasti akan ditemukan dengan mudah. Karena, sebagai pencipta manusia, Tuhan sudah memberikan jaminan layanan prima, dari mulai ‘proses produksi’ manusia, manusia hidup di bumi, sampai layanan purna jual alias after sales, yakni ketika manusia kembali ke alam baka.

Harga purna jual untuk setiap manusia, tentu akan berbeda. Bergantung pada kerusakan yang terjadi dan kondisi mobil saat itu.

Lalu, apa hubungannya dengan LGBT? Begini, bagi saya, sekali lagi ini menurut saya, LGBT ini sama halnya mobil yang sudah dimodifikasi, tidak lagi asli.

Karena itu, jangan heran jika ‘pihak pabrik’ tidak peduli atas kerusakan yang terjadi pada mobil bernama LGBT ini. Proses reparasi tentu tidak bisa serta merta dilakukan karena kondisi mobil sudah tidak lagi seperti aslinya. Pihak asuransi jelas akan menolak klaim yang diajukan.

Itu sebabnya, dengan kerendahan hati yang paling dalam, saya hanya ingin mengajak kaum LGBT untuk mengembalikan kondisi mobil, seperti sedia kala. Meski ini adalah hak setiap individu, namun namanya mengajak tentu sah-sah saja. Diikuti syukur, ngga diikuti ya terus melakukan sosialisasi.

Sekali lagi saya hanya ingin menyampaikan, faktanya LGBT bisa dibuat normal kembali. Seperti artikel yang sudah saya tulis sebelumnya:


Bukankah dalam buku petunjuk manusia, sudah jelas bahwa manusia diciptakan hanya ada dua jenis laki-laki dan perempuan. Begitu pun manusia, pertama kali turun adalah Adam dan Hawa, yang melambangkan dua manusia berbeda jenis kelamin. Ini adalah petunjuk yang sudah jelas dan sulit dibantah. Ke toilet pun, hanya ada dua pilihan, untuk laki-laki atau untuk perempuan. 

Begitu pun ketika seseorang dimakamkan ketika menutup mata untuk selamanya, hanya ada dua model nisan, laki-laki atau perempuan. Umumnya yang laki-laki berbentuk bulat, sementara perempuan berbentuk pipih. Lantas, jika ada LGBT meninggal, bentuk nisannya mau seperti apa?

Lagi pula, jika nanti LGBT meninggal, pemakamannya mau diproses dengan cara apa? Laki-laki atau perempuan. Karena dalam pembacaan talkin pada proses pemakaman umat Islam, hanya dikenal laki-laki dan perempuan. Jika ada jenis lain, saya yakin ustaz akan kesulitan mencarikan referensi yang tepat.

Karena itu, jika Anda memutuskan menjadi LGBT, maka renungkan kembali dan putuskan, akan meninggal dengan cara apa? (*)

Artikel terkait:



Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...