Tuesday, March 29, 2016

Alhamdulillah, Gay Selama 20 Tahun Itu Akhirnya Kembali Normal



Belum lama ini, seorang pria ganteng datang ke tempat saya. Usianya 36 tahun. Tubuhnya berotot, kulitnya bersih. Pendek kata penampilannya sangat terawat. Orang ini sudah saya kenal cukup lama. Tapi jujur, saya tidak tahu jika dia gay. Sebab selama ini saya merasa tidak ada yang aneh dari sikapnya. Sangat santun dan profesional dalam pekerjaannya. Pria ini benar-benar sangat pandai menutupi perilaku yang dianggap kurang pas tersebut.

Beberapa tahun terakhir, dia mengaku terbersit sedikit keinginan untuk kembali normal. Namun keinginan itu dia tekan dalam-dalam. Apalagi dia benar-benar menikmati kondisi yang ada saat itu. Hingga akhirnya, sering membaca artikel tentang hipnoterapi, pria ini ingin mencobanya. Perlu waktu untuk meyakinkan dirinya agar benar-benar berani.

Suatu kali dia bertanya kepada saya, adakah hipnoterapis lulusan Adi W. Gunawan Institute di kota tempat dia tinggal? Sayangnya, tidak ada. Ya, pria ini memang bukan dari Samarinda. Karena itu, dia pun mengatur waktu khusus untuk bisa ke Samarinda, bertemu dengan saya.

Monday, March 28, 2016

Prestasi Anak Ranking Satu pun Bisa Merosot, Jika….



Tak jarang ketika bertemu orangtua, lantas mengeluhkan anaknya yang bermasalah. Semua keluhan itu biasanya aya simak dengan seksama. Sebab dari keluhan itulah akan diketahui bagaimana pola asuh yang diterapkan kepada buah hatinya.

Sejatinya tidak ada anak bermasalah. Yang ada umum adalah orangtua kurang tepat dalam menerapkan pola asuh, bahkan tak jarang pula memang orangtua bermasalah. Jika orangtua menyadari ini dan segera melakukan perubahan, umumnya masalah anak bisa berkurang drastis bahkan hilang.

Saturday, March 26, 2016

Akhirnya, Tas Kulit Ular Itu Bisa Dimiliki



Februari 2016, ketika menghadiri Hari Pers Nasional di Lombok – Nusa Tenggara Barat, saya mendapat jamuan khusus dari Direktur Lombok Post Alfian Yusni. Jamuan itu juga berlaku untuk rekan sesama pemimpin surat kabar lainnya yang bernaung di bawah Jawa Pos Group, dari berbagai daerah di Indonesia.

Usai makan malam, Alfian ditemani istrinya, membawa kami ke salah satu butik di Lombok. Butik ini menjual kain tenun dan batik khas Lombok. Tentu saja, kualitas dan coraknya berbeda dengan yang dijual di pasaran. Yang pasti, butik ini sudah menjadi langganan lama bagi Alfian dan istrinya, Shinta. Tak heran, ketika kami sampai lokasi, terlihat keduanya sudah sangat akrab dengan pemilik butik tersebut.


Thursday, March 24, 2016

“Apakah Hipnoterapi Dijamin Berhasil 100 Persen?”



Pertanyaan seperti judul di atas, sering kali disampaikan calon klien atau sahabat yang ingin melakukan hipnoterapi. Saya selalu tegaskan, sebagai terapis, tidak akan berani menjanjikan masalah 100 persen selesai. Meski demikian, tingkat keberhasilan dari para hipnoterapis lembaga Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology adalah di atas 90 persen. Sekadar diketahui, dari bukti yang ada, alumni lembaga ini sudah melakukan lebih dari 100.000 kali terapi.

Kenapa keberhasilannya cukup tinggi, karena protokol yang disusun lembaga ini sudah melalui riset yang sangat mendalam serta sudah terbukti dan teruji secara klinis. Karena itu, teknik yang digunakan untuk membimbing klien mengalami relaksasi yang dalam dan menyenangkan, sangat ampuh.

Monday, March 21, 2016

Langsung Lebih Percaya Diri dengan Hypno-EFT, Tekniknya Akan Diajarkan di Seminar Hypnotherapy for Children


SAMARINDA – Sabtu (19/3) tadi, pakar hipnoterapi ternama di Samarinda, Endro S. Efendi CHt CT, diminta mengisi materi pada acara Latihan Kepemimpinan II Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) di Lempake-Samarinda. Pada acara tersebut, Endro memberikan materi motivasi berjudul Quantum Life Transformation (QLT) for Students. Materi ini tak hanya untuk membuka wawasan, tapi juga untuk meningkatkan dan mendongkrak upaya pengembangan diri para pesertanya.

Hati-hati, Pilih Kasih Pada Anak



Orang tua yang pilih kasih pada anak, akan berdampak kurang baik pada si buah hati. Dari pengalaman yang ada di ruang terapi, sering kali klien anak-anak, mengalami tertekan, tidak percaya diri, kurang konsentrasi belajar, hanya karena merasa diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya. Baik ayah maupun ibunya, atau bahkan dua-duanya.

Termasuk, klien yang sudah dewasa sekali pun, terkadang mengalami masalah serius ketika sudah menginjak usia sekarang, hanya karena ketika kecil diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya.

Friday, March 18, 2016

Kenapa Maksiat Lebih Mudah? Ternyata Ini Jawabannya

Kenapa  berbuat maksiat itu mudah, sebaliknya beribadah sangat sulit? Semenjak belajar teknologi pikiran, perlahan-lahan jawaban atas hal ini bisa saya temukan. Mohon maaf jika saya tidak menjelaskan dari sisi agama. Sebab, saya memang bukan pemuka agama. Lagi pula, saya yakin jutaan persen, tak akan ada agama yang menganjurkan umatnya melakukan perbuatan tidak benar.

Bicara soal agama dan keyakinan, akan sangat bersinggungan dengan pikiran bawah sadar. Kenapa? Karena di sinilah letak keyakinan itu. Nilai-nilai agama, akan sangat melekat kuat di pikiran bawah sadar. Itu lah yang menyebabkan, tidak mudah bagi seseorang, memaksakan keyakinannya kepada orang lain. Sebab, pikiran bawah sadar memiliki benteng yang kuat, bahkan sangat kuat. Sehingga perlu strategi dan waktu yang tepat, untuk bisa menembus benteng tersebut. Namun demikian, sekuat-kuatnya benteng tetap akan bisa dijebol, bahkan bisa hancur. Inilah yang menyebabkan kenapa ada orang yang bisa berubah keyakinan dari satu agama ke agama lain.

Wednesday, March 16, 2016

“Mas, Bisa Mengatasi Penyakit Nonmedis Ngga?”



Pertanyaan seperti judul di atas, tiba-tiba ditanyakan oleh salah seorang sahabat, yang siang itu menghubungi melalui telepon seluler.

“Penyakit nonmedis bagaimana maksudnya?” tanya saya kemudian.   

“Ya penyakit kiriman, kaya santet atau guna-guna gitu,” jelasnya.

“Waduh? Saya bukan dukun mas. Saya ngga ngerti kalau urusan yang begini. Saya ini hipnoterapis berbasis teknologi pikiran,” beber saya.

“Tapi saya ada baca beberapa tulisan mas Endro, ada klien yang di badannya terdapat akar, silet, balok kayu, ya pokoknya benda-benda seperti itu,” sambungnya.

Monday, March 14, 2016

Kenapa Klien Tidak Boleh Ditemani Saat Proses Hipnoterapi?


Pertanyaan seperti judul di atas, kerap mengemuka ketika seorang klien hendak menjalani sesi hipnoterapi. Memang, jarang sekali ada klien yang datang seorang diri. Umumnya ditemani kerabat, orang tua, bahkan istri atau suaminya. Ada juga yang datang terapi ditemani pacarnya. Namun, ada pula yang di awal hanya datang konsultasi ditemani oleh kerabatnya. Namun pas sesi hipnoterapi, dia datang seorang diri karena merasa lebih nyaman.

Umumnya, saat saya memberikan penjelasan soal protokol hipnoterapi, sengaja saya lakukan di ruang tamu. Sehingga, klien beserta siapa pun yang mengantar, ikut mendengarkan penjelasan tersebut. Kenapa? Supaya yang menemani klien juga tahu, apa saja yang akan dilakukan saat proses hipnoterapi. Maklum saja, umumnya masyarakat luas agak ‘parno’ mendengar kata hipnoterapi. Ini akibat tayangan televisi yang kurang tepat tentang metode hipnoterapi selama ini. Hampir semua klien yang sudah menjalani sesi hipnoterapi, akhirnya berkomentar, bahwa apa yang dilakukan di ruang terapi, sama sekali tidak seperti yang ada di televisi selama ini.

Sunday, March 13, 2016

Ayo, Bersihkan Lemari Emosi Anda!


Setiap kali ada musibah kebakaran, salah satu yang kemudian menjadi perhatian adalah isi lemari baju. Bukankah salah satu yang dibutuhkan korban kebakaran adalah pakaian. Tentunya, yang dimaksud di sini adalah pakaian layak pakai.

Saat membuka isi lemari, silahkan perhatikan. Ada berapa banyak pakaian yang selama ini hanya tergantung atau terlipat rapi, namun sejatinya tak pernah lagi digunakan. Silakan cek satu demi satu pakaian itu. Ingat kembali, kapan terakhir memakai pakaian itu. Kalau kemudian terakhir mengenakan pakaian tersebut adalah enam bulan lalu, bahkan setahun yang lalu, maka sudah sepatutnya pakaian ini dieliminasi.

Saturday, March 12, 2016

Acil Imas dan Teman Ahok


“Jakarta itu masih membutuhkan pemimpin seperti Ahok. Lihat aja. Selama Ahok yang memimpin, Jakarta lebih teratur. Tanah Abang yang dulu semerawut, sekarang lebih rapi. Lokalisasi Kalijodo aja ditutup,” ujar si Anang Labu serius. Gaya bicaranya tak jauh beda dengan para pengamat yang sering muncul di televisi berita.

“Seandainya dia yang jadi Wali Kota Samarinda, pasti tidak akan semerawut seperti sekarang. Parkir liar dan pedagang kaki lima di mana-mana. Belum lagi gelandangan dan pengemis, termasuk anak jalanan. Parah banget kan?” sambungnya, disusul dengan menyeruput kopinya yang sudah mulai dingin di warung Acil Imas, ‘kafe’ langganannya yang terletak di ujung gang, tak jauh dari tempat dia tinggal.  

Thursday, March 10, 2016

“Usaha Tanpa Riba? Mana Mungkin!”


Jelang pergantian tahun 2015 ke 2016, tepatnya 27 Desember 2015 silam, seorang sahabat berdiskusi dengan saya. Salah satu yang didiskusikan adalah soal riba. Ya, sahabat saya ini mengaku stres. Usaha percetakannya terpaksa tutup. Semua alat yang dimiliki sudah dijual, namun belum mampu menutupi semua utang yang ada di bank.

Dia kemudian menyebutkan nominal utangnya yang terus bertambah, melebihi jumlah utang pokok yang sebelumnya. Ia mengakui, awalnya berani utang karena pernah mengikuti seminar ‘Cara Gila Jadi Pengusaha’ dari Purdi Chandra yang di dalamnya juga ada anjuran ‘Utang itu Mulia”.

Sunday, March 6, 2016

Sering Gagal Capai Target, Ternyata Agen Asuransi Ini…



“Pak, terima kasih. Hasil kinerja saya Februari tadi, akhirnya bisa tembus target.” Begitu pesan pendek yang masuk melalui Facebook, siang (6/3) tadi. Saya coba buka berkas terapi yang ada dan mencari namanya. 

Ternyata ini adalah klien yang awal Januari 2016 lalu mengeluhkan pekerjaannya sebagai agen asuransi, yang kerap tidak mencapai target. Sepanjang 2015 itu, hasil kerjanya merah. Bahkan, dia sempat putus asa dan akan memutuskan mencari pekerjaan lain.

Friday, March 4, 2016

“Kenapa Akar Masalah Selalu Ditemukan Saat Masih Kecil?”


Salah satu sahabat di Facebook mengirim pesan ke kotak masuk. “Pak, kalau saya baca artikel-artikel bapak, umumnya akar masalah itu terjadi ketika masih kecil. Kenapa selalu seperti itu? Kenapa akar masalah selalu ditemukan saat masih kecil?” tanyanya serius.

Baiklah, melalui tulisan ini, izinkan saya menjawab pertanyaan saya dari sahabat ini. Sekaligus, mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi pembaca yang lain.

Thursday, March 3, 2016

Ternyata Gara-gara Ini, Wanita Cantik Ini Masuk Rumah Sakit Jiwa


Dalam tradisi di Kalimantan, ada yang namanya mengantarkan jujuran, alias mengantarkan uang mahar dari pihak calon mempelai laki-laki, ke calon mempelai perempuan. Sebelumnya, tentu sudah disepakati, berapa mahar yang harus diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan.

Acara mengantarkan jujuran atau yang kadang disebut dengan ‘uang naik’ ini, umumnya dilakukan beberapa waktu sebelum pernikahan resmi digelar. Proses memberikan jujuran ini juga disertai dengan membawa barang-barang hantaran keperluan si perempuan.

Wednesday, March 2, 2016

Selama Tiga Tahun Mahasiswi Ini Tak Berani Presentasi, Ternyata Gara-gara


Awal pekan lalu, salah satu mahasiswi perguruan tinggi di Samarinda menghubungi melalui LINE. Dia meminta jadwal untuk menjalani terapi. Sesuai kesepakatan, mahasiswi ini kemudian datang beberapa hari kemudian bersama seorang temannya.

Dari formulir yang sudah saya kirimkan sebelumnya lewat email untuk diisi, tertulis bahwa mahasiswi ini mengalami masalah tidak percaya diri. Sebut saja namanya Alya, tentu bukan nama sebenarnya. Selama tiga tahun terakhir, Alya merasakan krisis kepercayaan diri yang semakin parah. Akibatnya, selama di kampus dia selalu punya masalah jika harus menjalani tugas presentasi.

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...