HYPNO NEWS

Tuesday, April 19, 2016

Biseks Selama 35 Tahun, Ternyata Ini Penyebabnya


Dua minggu lalu, seorang pria usia 45 tahun, datang dengan keluhan cemas berlebihan. Akibatnya, asam lambungnya selalu naik dan sulit konsentrasi dalam bekerja. Perasaan pun selalu diliputi rasa tidak nyaman.

Karyawan sebuah perusahaan swasta di Samarinda ini awalnya berselancar di dunia maya, mencari tahu cara mengatasi persoalan yang ia hadapi tersebut. Dia yakin, rasa cemas itu pasti ada penyebabnya. Sempat ditangani psikiater, yang didapat hanya obat penenang. Begitu efek obat hilang, maka rasa cemas kembali muncul.


Hingga akhirnya, dia membaca beberapa artikel yang saya tulis dan dimuat di media sosial, terkait hipnoterapi. Baik itu di www.prokal.co, termasuk di laman milik saya sendiri, www.endrosefendi.com. Melalui nomor kontak yang tertera di media sosial tersebut, pria ini akhirnya menghubungi saya, meminta waktu untuk menjalani sesi hipnoterapi.

Sesuai kesepakatan, Sabtu pagi pukul 09.00 Wita, klien ini datang. Formulir yang sebelumnya saya kirimkan via email, sudah diisi dengan lengkap. Seperti keluhan yang disampaikan sebelumnya, tertulis pria ini ingin mengatasi rasa cemas dan takut berlebihan yang mengganggu aktivitasnya.

Penjelasan mengenai hipnoterapi saya berikan terlebih dahulu sebelum proses terapi dijalankan. Klien benar-benar sangat pasrah dan mudah sekali dibimbing untuk melakukan relaksasi. Dalam waktu singkat, klien benar-benar masuk di kedalaman yang tepat untuk proses terapi.

Dari hipnoanalisis, rasa cemas terakhir dirasakan ketika ada masalah dengan rekannya di kantor. Klien kemudian terus dibimbing untuk menemukan akar masalah yang sesungguhnya. Sempat ditemukan ada beberapa masalah yang menjadi penyebab semakin meningkatnya perasaan takut dan cemas yang dirasakan.

Akar masalah yang sesungguhnya akhirnya berhasil ditemukan ketika klien berusia 10 tahun, masih duduk di kelas 4 SD. Malam itu, klien tidur bersama omnya. Saat itulah,  si om meminta klien untuk memegang (maaf) alat vital omnya tersebut. Ternyata, gara-gara kejadian ini lah, klien merasa nyaman setiap kali memegang alat vital sesama jenisnya.

Ya, selama 35 tahun itulah klien akhirnya memiliki perilaku biseks. Suka terhadap perempuan, namun lebih suka lagi dengan laki-laki. Sepanjang usianya itu pula, klien benar-benar merahasiakan statusnya. Tak ada satu pun rekannya di tempat kerja yang tahu. Bahkan, istrinya pun tidak tahu dengan perilaku yang dianggap menyimpang tersebut.

Ternyata, orientasi seks menyimpang inilah yang menjadi penyebab rasa cemas dan takut muncul terus-menerus, bahkan semakin meningkat. Pria ini sangat khawatir jika suatu saat penyimpangannya diketahui orang lain dan menyebar luas. Hal inilah yang membuatnya sudah tidak nyaman dan ingin mengakhiri semuanya. Dia sudah menikah dan memiliki anak. Soal berapa jumlah anaknya, tidak saya sampaikan di sini. Yang jelas dia sudah memiliki anak.

Klien ini pun bersedia dibimbing untuk kembali fokus pada istri dan anak-anaknya, serta melepas masa lalunya yang kurang elok tersebut. Apalagi, rasa cemas dan takutnya memang berawal dari perilakunya ini. Dengan beberapa teknik khusus yang saya pelajari di Adi W. Gunawan, Institute of Mind Technology yang berpusat di Surabaya, klien akhirnya bisa melepas semua trauma masa lalunya. Tak ketinggalan, klien juga dibimbing untuk melepas rasa sukanya terhadap sesama jenis.

Proses restrukturisasi untuk menetralisir semua masa lalu beserta emosinya itu, memakan waktu lebih dari 3 jam. Hasilnya, ketika klien benar-benar dalam kondisi kesadaran normal, mengaku sangat lega, nyaman dan plong. Rasa cinta dan sayangnya terhadap istri terasa lebih meningkat dari pada sebelumnya. Sebaliknya, rasa suka terhadap sesama jenis benar-benar hilang.

Demikianlah kenyataannya. (*)
  


Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes