HYPNO NEWS

Wednesday, April 20, 2016

Makin Banyak Kalimat Motivasi Bertebaran di Sosmed, Efektifkah?




Saat ini untuk bisa mendapatkan motivasi, tak perlu lagi menghadiri seminar yang mahal, atau mengundang pembicara yang hebat. Tengok saja smartphone Anda. Hampir di setiap detik, selalu berseliweran broadcast kalimat atau kisah motivasi yang menggugah perasaan. Baik itu yang disebar melalui grup BBM, WhatsApp, Line, Facebook, Twitter, hingga aplikasi lainnya.

Pendek kata, berbagai kalimat dan kisah motivasi itu sangat mudah didapatkan dan bisa diunduh kapan saja.  Buka saja ‘mbah’ Google, kalimat motivasi apa pun bisa didapatkan dengan mudah. Dahulu, semua materi tersebut hanya bisa didapatkan melalui buku, dan buku hanya bisa dibeli atau pinjam di perpustakaan. Nyaris fungsi buku kini mulai diambil alih oleh internet.


Lantas, apakah ada dampak perubahan dari semakin banyaknya konten berisi motivasi yang bertebaran itu? Itulah yang kemudian mendorong saya membuat tulisan ini. Awalnya, saya sering menyimak obrolan di beberapa grup WhatsApp. Di grup tersebut, saya diundang sebagai anggota dan memang tidak banyak terlibat dalam obrolan itu, hanya mengamati saja. Hingga akhirnya, saya mengamati salah satu anggota di salah satu grup yang rajin memposting kisah dan kalimat motivasi. Pokoknya, Mario Teguh pun kalah jauh.  Tentu saya tahu, apa yang dia unggah di grup umumnya hasil copy-paste, hanya memindahkan dari grup satu ke grup lainnya. Itu pula yang terkadang saya lakukan jika mendapat materi bagus.

Nah, yang menjadi pertanyaan saya adalah, sebegitu seringnya dia mengunggah berbagai kisah dan kalimat motivasi itu, lantas kenapa sikap dan perilakunya sama sekali tidak berubah? Kebetulan, saya memang mengenal salah satu anggota grup ini. Kesehariannya pun saya tahu. Inilah yang membuat saya bertanya, lantas apa dampak dari materi yang dia sebarkan? Atau jangan-jangan dia hanya melempar langsung ke grup, tanpa sempat membaca dan mencernanya?

Sebagai manusia, tentu tidak ada yang sempurna. Saya pun demikian. Namun setidaknya, untuk bisa mengajak orang lain berubah, tentu lebih baik diri sendiri yang mencoba melakukan perubahan itu sedikit demi sedikit secara bertahap. Artinya apa? Ada proses yang memang sedang berlangsung dari diri seseorang untuk bisa benar-benar berubah.

Kembali ke kalimat dan kisah motivasi tadi, kenapa tidak banyak memberikan perubahan? Ini terjadi, karena umumnya yang menerima dan membaca kalimat ini adalah pikiran sadar. Sementara pikiran sadar hanya mengendalikan 1 sampai 5 persen pola pikir manusia. Sisanya 95 sampai 99 persen adalah dikendalikan pikiran bawah sadar. Itulah mengapa, perlu teknik khusus untuk bisa memasukkan informasi ke pikiran bawah sadar.

Jika ada manusia naik gajah, maka manusia itu ibarat pikiran sadar, sementara gajah adalah pikiran bawah sadar. Jika tidak memahami tekniknya, akan sulit seseorang bisa mengendalikan seekor gajah yang sedemikian besar. Namun jika sudah memahami caranya, maka pawang gajah terbukti dengan mudah mengendalikan gajah untuk melakukan apa pun.

Sebenarnya, jika semua kalimat dan kisah motivasi itu bisa mengubah seseorang, maka keberadaan hipnoterapis sepeti saya tidak diperlukan lagi. Apalagi kalimat dan kisah motivasi itu umumnya memang sudah benar adanya, disertai dalil jelas dan tegas. Lalu apa fungsi hipnoterapi? Nah, fungsi hipnoterapi adalah satu dari sekian banyak teknik untuk memasukkan informasi ke pikiran bawah sadar. Sehingga apa pun yang sudah ditanamkan, termasuk yang sudah direstrukturisasi di pikiran bawah sadar bisa dimengerti dan dilaksanakan sepenuhnya oleh individu tersebut. Dengan cara ini, maka perubahan benar-benar bisa terjadi dan dilaksanakan.

Hipnoterapi ini pula yang menjadi salah satu upaya untuk melepaskan mental blok dalam diri seseorang. Mental blok ini ibarat rem tangan (hand brake) pada sebuah mobil. Ibarat mobil, motivasi adalah gasnya. Harapannya, dengan diberi motivasi, maka gas akan ditekan dan mobil melaju kencang. Namun hangan lupa, sebelum gas diinjak, maka hand brake alias rem tangan harus dilepas dulu. Mustahil mobil bisa jalan, meski gas sudah diinjak sangat dalam, namun rem tangan masih lengket. Rem tangan inilah ibarat mental blok yang harus dibereskan dulu.

Maka dari itu, sebanyak apa pun kalimat dan kisah motivasi dibaca, jika mental blok di setiap diri belum dibereskan, ya mobil tetap tidak akan berjalan. Bereskan dulu semua mental blok di dalam diri, setelah itu, silakan injak pedal gasnya. Maka dijamin seseorang akan lebih mudah untuk berubah, dan sangat mudah untuk meraih sukses yang diimpikan.

Demikianlah kenyataannya. (*)



Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes