BREAKING NEWS

Sunday, April 17, 2016

Selama 32 Tahun, Langsung Sakit Setiap Melihat Orang Muntah


Beberapa minggu lalu, saya mendadak dihubungi salah satu sahabat di Facebook. Dia minta disiapkan waktu segera, karena merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. 

“Setiap kali ada orang muntah, saya langsung merasa ngga nyaman. Langsung terasa sakit, bahkan perut ngga nyaman dan leher ikut tercekat,” sebut pria ini.


Mendengar keluhannya, saya pun segera menyisihkan waktu. Sore hampir pukul 17.00 Wita adalah waktu yang tidak lazim bagi saya untuk melakukan terapi. Kenapa? Khawatir bisa menabrak waktu ‘sholat maghrib’. Namun saya merasa yakin keluhannya bisa dituntaskan sebelum azan maghrib berkumandang. Meski demikian, saya tetap meminta maaf kepala klien jika kemudian terapi harus disetop dan diulangi lagi, jika harus menabrak waktu sholat.

Dengan cepat saya berikan penjelasan alur dan proses terapi yang akan dijalani. Klien mengaku sehari sebelumnya sempat ke dokter akibat kondisi tubuhnya yang tidak nyaman. Meski dokter tidak mengidentifikasi dengan jelas apa penyakitnya, yang jelas klien diberi obat maag dan beberapa obat untuk mengatasi perasaan tidak nyaman itu.

“Tapi sampai sekarang masih ngga nyaman. Dokter sendiri bingung, karena katanya saya ini tidak sakit, hanya karena kepikiran kalau lihat orang muntah,” bebernya.

Tak sulit membimbing klien masuk ke kondisi relaksasi pikiran yang dalam dan menyenangkan. Ketika sudah di kedalaman yang tepat untuk melakukan terapi, proses restrukturisasi pun dilakukan. Ternyata, perasaan tidak nyaman setiap melihat orang muntah, pertama kali muncul ketika klien berusia 12 tahun.

Ketika itu, klien sedang naik bus di Jawa. Saat itulah dia melihat orang muntah dan dia merasa tidak nyaman, bahkan langsung turun dari bus. Inilah akar masalah yang kemudian dibereskan dan dicabut. Ketika proses ini tuntas, klien pun langsung merasa nyaman. Tubuhnya sontak keluar keringat, dan badannya terasa sangat nyaman. Beruntung, proses terapi akhirnya memang selesai sebelum azan, sehingga cukup satu kali terapi bisa langsung tuntas. 

Kini, klien mengaku benar-benar nyaman, dan tidak lagi terpengaruh ketika melihat orang muntah. Demikianlah kenyataannya. (*)

Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes