Monday, April 11, 2016

Sensualisasi Keberhasilan


Sensualisasi keberhasilan harus kerap dilakukan dengan membayangkan sekaligus merasakan hasil akhir terhadap segala sesuatu yang sedang diimpikan. 

Pernahkan Anda tiba-tiba memikirkan ingin menghubungi seseorang, dan tiba-tiba justru orang itu yang menelpon lebih dulu. Itu salah satu contoh sensualisasi keberhasilan yang benar-benar terwujud.

Para orang tua zaman dulu, saat mengantarkan anaknya pergi merantau untuk menuntut ilmu, baik naik kapal laut atau naik pesawat terbang, pasti meminta untuk membayangkan sudah sampai di tempat tujuan. Secara tidak langsung orang tua zaman dulu pun sudah tahu apa yang namanya sensualisasi keberhasilan.


Dengan cara itu, seolah-olah mengirimkan pesan dan energi kepada Sang Pencipta melalui alam semesta ini, untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Soal waktunya, cepat atau lambat, tentu bergantung pada seberapa tingkat kesulitan impian itu sendiri, serta bergantung pada energi yang dimiliki. Anda yang tidak memiliki dendam, trauma, sakit hati, dan emosi negatif lainnya, energinya akan jauh lebih kuat. Sehingga akan memudahkan keberhasilan menarik impian yang lebih maksimal. Sehingga impian yang menurut logika alam sadar dianggap sulit, nyatanya ada juga yang cepat tercapai, begitu pula sebaliknya.

Sensualisasi keberhasilan ini harus sering-sering dilakukan untuk memasukkan memori pada alam bawah sadar atas apa yang ingin diwujudkan. Dalam contoh sederhana, misalnya dalam perjalanan menuju kantor, maka bayangkan umumnya sudah berada di kantor dan bekerja dengan baik. Dengan begitu, berarti selama perjalanan akan lancar dan tidak ada hambatan. Begitu juga saat hendak liburan menuju tempat tertentu, bayangkan sudah berada di tempat itu sambil bersantai dan menikmati semua fasilitas yang ada.

Membayangkan sudah berada di sebuah tempat yang dituju, juga membuat hati dan perasaan menjadi lebih nyaman. Dengan begitu yang terpancar adalah energi yang positif, sehingga akan menarik pula hasil yang positif.
Soal sensualisasi keberhasilan, saya pernah mengalami hal luar biasa. Saat habis mengikuti workshop Quantum Life Transformation (QLT) di Tretes - Pasuruan, saya bersama teman saya sempat jalan-jalan ke kota wisata Batu - Malang.

Saat berwisata di kota itu, saya sempat membayangkan membawa keluarga liburan ke kota ini. Sensualisasi keberhasilan itu bahkan semakin kuat ketika saya kembali ke rumah. Setiap kali melakukan relaksasi, saya membayangkan bisa berlibur ke Batu - Malang bersama seluruh keluarga. Ajaib, meski awalnya terasa tidak mungkin, apalagi air mata bisa menetes ketika melihat saldo tabungan, hanya berselang 10 hari kemudian, saya benar-benar bisa membawa ketiga anak dan istri saya berlibur ke Malang.

Itu terjadi setelah salah seorang teman dekat saya memberikan tiket pesawat gratis, pulang-pergi, sehingga saya benar-benar bisa ke Malang. Itulah luar biasanya Allah, memberikan rezeki dengan jalan yang tidak disangka-sangka. Secara logika memang tidak mungkin, tapi nyatanya tidak ada yang tidak mungkin bagi Sang Maha Pemurah. 


Demikianlah kenyataannya. (*)

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...