HYPNO NEWS

Monday, May 16, 2016

Trauma Menyusui? Lakukan Ini


Sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu jika bisa memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif untuk buah hatinya. Namun terkadang, niat untuk memberikan ASI terbaik ini tidak berjalan maksimal hanya karena ada trauma menyusui di masa lalu.

Belum lama ini saya mendapat undangan masuk sebuah grup whatsapp yang anggotanya adalah para ibu-ibu lintasprofesi yang sangat luar biasa, dari berbagai daerah di Indonesia. Awalnya, mereka meminta agar saya memberikan materi melalui media sosial ini. Namun, agar lebih efektif, saya lebih memilih langsung tanya jawab, sehingga apa yang saya jelaskan bisa lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Yang penting, pertanyaannya terkait dengan bagaimana mengelola emosi dan pikiran.


Berbagai pertanyaan pun bermunculan, dipandu bu Julia, sahabat saya seorang blogger dari Berau sebagai moderator. Proses tanya jawab pun terjadi laiknya sebuah seminar di belantara maya.

Diskusi malam itu pun akhirnya tuntas hingga lewat tengah malam. Seperti biasa, akan selalu ada peserta yang menyimpan pertanyaan tertutup. Selepas diskusi tersebut, beberapa peserta pun ada yang langsung menggunakan jalur pribadi, konsultasi dan bertanya dengan banyak hal.

“Tadi mau tanya malu, karena ini sangat pribadi,” begitu biasanya. Satu demi satu, pertanyaan ini pun bisa dijawab dan diberikan solusi untuk dicoba dikendalikan.

Nah, di antara anggota grup itulah, ada yang mengalami trauma menyusui. Ibu yang tinggal di salah satu kota di Pulau Jawa ini sangat ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Akan tetapi, ada perasaan berkecamuk setiap kali akan menyusui buah hatinya ini.

“Saya tidak punya keberanian untuk menyusui. Saya takut dan rasanya sakit sekali,” tulis ibu ini. Ibu ini mengaku sudah putus asa dan sangat tidak yakin, apakah metode menggunakan teknologi pikiran yang sudah saya ajarkan, bisa berhasil atau tidak.

“Saya kok pesimis ini bisa berhasil,” ucapnya lagi.

Meski demikian, ibu ini tetap saya berikan pemahaman dan saya beri beberapa teknik yang harus dilakukan untuk self healing alias melakukan terapi pada dirinya sendiri. Lain soal jika tinggal di satu kota, maka saya akan lebih mudah membantu mengatasi dengan teknik hipnoterapi.

Banyak sekali kejadian masa lalu yang ternyata menumpuk dan akhirnya menjadi penyebab rasa cemasnya semakin meningkat. Trauma ini lah yang membuat emosinya kadang sulit dikendalikan.

Singkat cerita, ibu ini akhirnya mau mencoba teknik yang sudah saya ajarkan. Selain menggunakan teknik tersebut, paling utama tentu harus pasrah kepada Sang Maha Pencipta agar masalahnya bisa diselesaikan dengan mudah.

Siang tadi, usai memberikan materi seminar di TK Islam Al Hikmah Samarinda Seberang, saya kembali mendapat kabar dari ibu tersebut. “Ternyata, setelah saya melepaskan dan mengikhlaskan satu demi satu, Allah juga menunjukkan jalannya untuk membantu satu demi satu,” tutur ibu ini.

Tidak hanya itu, ada lagi satu pesan yang sangat membahagiakan. “Pak, alhamdulillah hari ini saya berani menyusui anak saya lagi. Padahal saya tadinya tidak yakin bakal berhasil.”

Selamat ya bu. Semoga buah hatinya tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, cerdas, dan tentunya menjadi anak yang saleh. Demikianlah kenyataannya.  (*)  

Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes