BREAKING NEWS

Friday, June 10, 2016

Kenapa Harus Belajar dengan Rayap?


Saat salat tarawih, ustaz yang menyampaikan kuliah tujuh menit alias kultum, memberikan materi yang ringan namun cukup mengena. Apa itu, beliau menyampaikan tentang pentingnya manusia belajar dengan rayap. Lha, apa hebatnya si rayap? Bukankah binatang satu ini dianggap merusak karena mampu memakan benda apa saja yang terbuat dari kayu?


Bagi yang belum tahu, saya hanya mengulang informasi saja. Binatang yang tingginya tidak lebih dari 3 milimeter itu, nyatanya mampu membuat sarang hingga setinggi 9 meter. Itu berarti hampir 3 ribu kali tinggi badannya sendiri. Tak hanya itu, sarang yang dibangun si rayap sudah memiliki sistem pengatur suhu ruangan serta tata ruang yang mumpuni. Padahal, si kecil ini sama sekali tidak pernah kuliah, kecuali mungkin memang pernah makan bangku sekolahan. Artinya, bangku kayu di sekolah benar-benar dimakan sama dia.

Manusia yang merasa makhluk paling sempurna pun, nyatanya tidak ada yang mampu membuat bangunan setinggi 3 ribu kali tinggi badannya. Saat ini, bangunan tertinggi di dunia adalah Burj Khalifa di Dubai – Uni Emirat Arab, setinggi 828 meter. Ini hanya sekitar 500 kali tinggi rata-rata tubuh manusia di muka bumi ini. Padahal, manusia dianggap makhluk paling hebat dan mampu membuat apa saja.

Lantas, apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari keberadaan si rayap yang memiliki nama ilmiah Isoptera ini? Pertama adalah, mereka mampu membuat sarang yang sangat tinggi dibandingkan dengan tubuhnya sendiri, dengan cara bekerja sama dan sama-sama bekerja. Kerja sama itulah yang menjadikan mereka memiliki kekuatan dahsyat, melebihi ukuran tubuhnya sendiri.

Maka sebagai manusia, sudah sepatutnya tidak boleh sombong dan seolah-olah tidak memerlukan orang lain bahkan tidak mau bekerja sama. Dengan bekerja sama, semua menjadi mudah dan ringan dalam mencapai tujuan apa pun. Di rumah, di kantor, di masyarakat, di mana saja, kerja sama menjadi penentu keberhasilan yang luar biasa.

Kedua, kelebihan rayap adalah melakukan segala sesuatu sesuai dengan ketetapan Yang Maha Pencipta. Rayap bekerja sesuai dengan fitrahnya. Maksudnya apa? Rayap benar-benar memaksimalkan kemampuannya, sesuai dengan ketetapan yang sudah diberikan. Bisa dibayangkan jika rayap juga mencoba meningkatkan kemampuannya dengan mengigit besi. Bisa jadi, dunia bisa runtuh karena semua material dihancurkan oleh Isoptera ini.

Lalu, bagaimana dengan manusia? Makhluk yang dianggap paling sempurna inilah yang justru kerap keluar dari fitrahnya. Tak peduli dengan lingkungan, tak mau bekerja sama, individualisme, dan tak mau berbagi, adalah sederet perilaku manusia yang sudah tidak lagi sinkron dengan fitrahnya sebagai makhluk sosial. Padahal, Sang Maha Pencipta sudah memberikan arahan dan bimbingan dalam menjalani kehidupan, namun tak sedikit yang mengabaikannya.


Maka, mari kembali pada kodrat sebagai manusia, dan belajar banyak dengan si rayap. Kelak, sukses akan menjadi milik kita semua. 

Bagaimana menurut Anda? 

Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes