BREAKING NEWS

Thursday, June 30, 2016

Sebuah Pelajaran Energi Tertawa dari Film Monsters Inc.


Bagi Anda penggemar film animasi Disney, tentu pernah menonton film animasi Monsters Inc yang dibuat oleh Pixar dan dirilis 2001 silam. Meski ini film lawas, namun sesekali masih menghiasi layar kaca televisi nasional.

Bagi saya, yang menarik dari film ini adalah, secara tidak langsung mengajarkan kepada penontonnya, terutama anak-anak, tentang bagaimana perbandingan antara energi dari rasa takut dengan energi dari kebahagiaan.


Film yang disutradarai Pete Docter ini menceritakan sebuah kota monster yakni kota Monstropolis. Di kota ini ada sebuah perusahaan Monsters Inc. yang merupakan perusahaan penyuplai energi utama untuk warga kota. Perusahaan ini mendapatkan energi dengan cara menakut-nakuti anak manusia. Jeritan anak manusia itulah yang ditampung dan dikumpulkan sebagai sumber energi kota monster ini.

Karena itu, perusahaan ini memiliki banyak monster yang tugasnya menakut-nakuti anak manusia, sehingga dari jeritan rasa takut itu, kebutuhan energi kota ini tetap terjaga. Salah satu monster terbaik yang dimiliki perusahaan ini adalah James P. Sullivan yang suaranya diisi oleh aktor John Goodman. Sullivan memiliki tubuh besar, berbulu biru dengan bintik-bintik ungu besar dan bertanduk. Dia selalu bekerja dengan Mike Wazowski yang suaranya diisi oleh aktor Billy Crystal. Tubuhnya hijau, bermata satu.

Randall, sebuah monster berbentuk kadal, merasa tersaingi. Ia melakukan berbagai cara agar bisa mengalahkan Sullivan. Salah satunya dengan menculik anak manusia bernama Boo.

Di sinilah konflik terjadi, Sullivan dan Mike berusaha menyelamatkan Boo dari aksi Randall. Namun, dari petaka ini pula, dua monster andalan di Monstropolis ini menemukan fakta bahwa energi dari anak yang tertawa dan bahagia, jauh lebih besar.

Maka, sejak itu pula, perusahaan ini kembali dikelola dengan cara berbeda, yakni membahagiakan dan membuat anak-anak tertawa, agar energi kota Monstropolis tetap terjaga.

Sekilas, apa yang terjadi di film itu seolah-olah hanya sebuah rekayasa. Tahukah Anda, apa yang digambarkan pada film itu memang benar adanya. Seorang doktor David R. Hawkins M.D., Ph.D., telah membuat peta kesadaran (map of consciousness). Peta kesadaran itu hasil dari penelitian mendalam yang dituangkan dalam disertasinya berjudul Qualitative and Quantitative Analysis and Calibration of The Level of Human Consciousness. Disitu disebutkan, setiap perilaku manusia memiliki energi berbeda-beda.

Rasa takut atau sedih seperti yang dialami anak-anak karena ditakut-takuti oleh monster dalam film di atas, memiliki energi lebih rendah. Rasa takut energinya 10 pangkat 100, sementara kesedihan mendalam lebih rendah lagi energinya yakni 10 pangkat 75. Rasa marah, sedikit lebih tinggi yakni 10 pangkat 150.

Lantas bagaimana dengan energi yang lebih positif? Ternyata energinya memang lebih tinggi. Berani misalnya, energinya 10 pangkat 200. Lebih tinggi lagi adalah rasa cinta atau menyukai sesuatu energinya 10 pangkat 500. Masih ada lagi yang lebih tinggi yakni suka cita, dalam hal ini tertawa misalnya, energinya lebih besar lagi yakni 10 pangkat 540. Masih ada lagi yakni rasa bahagia dan kedamaian, energinya tercatat sebesar 10 pangkat 600. Pendek kata, semakin positif, semakin tinggi pula energi yang dihasilkan.

Energi inilah yang diperlukan setiap orang untuk menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk untuk mencapai semua impian. Itulah kenapa, mereka yang selalu bahagia, hidupnya lebih mudah merasa semangat dan optimistis, karena memiliki energi berlebih. Sementara mereka yang putus asa, malu dan minder, energinya sangat rendah sehingga sulit dalam mencapai tujuan dan cita-cita yang diharapkan.

Maka, tidak salah saranya jika ada yang menyampaikan bahwa tertawa dan bahagia akan memperpanjang umur. Sebaliknya, stres dan putus asa hanya akan membuat seseorang lebih mudah sakit dan pendek umur.

Bagaimana menurut Anda?   

.



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes