Wednesday, August 3, 2016

Susah Makan dan Mual Saat Minum Susu, Wanita Ini Akhirnya….



Memiliki berat badan ideal, tentu idaman setiap wanita. Seperti klien bernama Yani (bukan nama sebenarnya) ini. Pegawai negeri sipil di salah satu instansi di lingkungan Pemprov Kaltim ini merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri, karena posturnya yang terlalu kurus.

Saat timbang badan di ruang praktik saya, semua indikator menunjukkan sangat rendah (low). Dari mulai berat badan kurang ideal, serta kadar lemak juga sangat rendah.


“Saya sangat tidak berselera kalau lihat makanan. Makanan apa saja rasanya mual dan tidak enak. Apalagi susu, sebelum minum rasanya sudah mual duluan. Banyak yang menyarankan saya minum susu ini dan itu supaya menambah berat badan. Masalahnya, tenggorokan susah menerima,” beber wanita 37 tahun ini.

Awalnya, dia merasa enjoy saja dengan postur tubuhnya. Namun, mengingat usia yang terus bertambah, dia merasa sulit mendapatkan pasangan dengan postur tubuh yang menurutnya kurang menarik.

“Laki-laki pasti maunya lihat wanita yang seksi. Kalau seperti saya ini, siapa yang mau melirik,” imbuhnya. Jadilah rasa percaya dirinya benar-benar berada di level paling rendah.

Dia pun sempat mencari informasi sebanyak-banyaknya, dari mulai membaca buku sampai berselancar di dunia maya, untuk mencari jalan keluar. Hingga kemudian terdampar di blog pribadi saya, wanita ini pun ingin menjajal metode hipnoterapi.

Karena kesibukan yang cukup padat, baik sebagai unsur direksi di Kaltim Post Group maupun sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, perlu waktu hampir satu bulan untuk bisa mendapatkan jadwal terapi yang tepat. Apalagi klien ini seorang wanita karir yang juga cukup sibuk, sehingga tidak mudah mencocokkan waktu.

Setelah ada jadwal yang pas, belum lama ini proses terapi pun dilakukan. Seperti biasa, saya memberikan sedikit penjelasan tentang metode yang akan dilakukan. Tidak sulit memberikan pemahaman, karena ternyata Yani sudah banyak membaca buku karangan Adi W. Gunawan, guru saya. Sehingga, dia sudah memahami tentang cara kerja pikiran bawah sadar.

Tidak sulit juga membawa klien ini ke dalam posisi pikiran bawah sadar yang tepat dan presisi untuk proses hipnoanalisis. Pada posisi ini lah saya mulai bekerja untuk mencari akar masalah yang menyebabkan klien ini malas makan.

Dengan teknik khusus, akhirnya diketahui bahwa akar masalah muncul ketika klien berusia 1 tahun. Ketika itu, klien termasuk anak yang sangat aktif sehingga banyak bertanya. Suatu ketika, pertanyaan yang terus-menerus itu justru membuat ayahnya jengkel dan emosi. Klien ditinggal begitu saja. Sejak itulah, klien jadi merasa takut dan merasa sendirian. Klien juga merasa sedih dan merasa tidak diinginkan oleh orang tuanya. Akibat kondisi itu, ada bagian diri klien yang ‘protes’ dengan cara menghentikan pertumbuhan fisik klien. Protes itu dengan harapan klien jadi lebih disayang dan diperhatikan.


Menggunakan teknik berbasis teknologi pikiran, klien kemudian dibimbing untuk melakukan restrukturisasi di kedalaman pikiran hingga trauma tersebut bisa dituntaskan.

Masih di kedalaman pikiran yang presisi, klien juga melihat pada organ-organ tubuhnya ada bayangan hitam yang mengganggu. Bayangan hitam itu terlihat pada hati, lambung, punggung, dan kaki kanannya. Dengan teknik khusus, klien dibimbing untuk menghilangkan bayangan hitam ini hingga kembali normal.

Proses selesai, klien pun dibimbing untuk naik dari kondisi relaksasi pikiran. Usai proses ini, Yani merasa lega dan plong. “Saya tidak mengira, ternyata itu akar masalahnya,” ucap wanita ini usai terapi.

Beberapa hari setelah terapi, wanita ini kembali mengirimkan kabar. Berikut isi pesan yang disampaikan:

Halo pak Endro, selamat sore. Mohon maaf karena saya telat mengabari.
Sebelumnya, terimakasih banyak ya pak untuk bantuannya.

Setelah pulang, perasaan saya lebih baik. Cukup surprise juga.

Saya sudah coba minum susu, dan rasa mual sudah berkurang, kemudian hari berikutnya saya coba kembali, rasanya lebih baik dari pada pertama mencoba.

Perasaan tidak nyaman saat makan juga sudah hilang, walau belum sepenuhnya hilang pak. Terkadang masih ada rasa mual setelah makan. Tapi semakin hari semakin membaik pak.

Porsi makan saya juga bertambah pak. Saya juga sudah coba makan bareng beberapa kali dengan teman-teman saya. Kalau sebelumnya saya tegang. Kali ini tidak pak. Saya bisa makan dengan nyaman dan menghabiskan porsi makan saya dengan normal. Kalau untuk berat badan baru nimbang sekali, naik 1 kg, pak.

Sekali lagi, terimakasih banyak atas bantuannya pak.”

Terima kasih untuk bu Yani karena sudah bersedia sharing. Demikianlah kenyataannya. (*)


Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...