BREAKING NEWS

Wednesday, September 28, 2016

Ternyata, Ini Caranya Agar Otak Anak Berkembang



Setiap orang tua, tentu ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal, sesuai dengan yang diharapkan. Namun, terkadang orang tua sangat egois. Ingin anaknya berkembang, namun enggan mendampingi pertumbuhannya.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan di negeri Tirai Bambu menyebutkan, anak perlu kehadiran orang tua agar pertumbuhan otaknya maksimal. Sebaliknya, anak yang tumbuh tanpa kehadiran dan keterlibatan orang tuanya dalam kurun waktu tertentu, terbukti mengalami perlambatan dalam pertumbuhan otaknya.


Penelitian tersebut fokus pada anak-anak yang ditinggal orangtuanya bekerja di luar kota. Sementara anak-anaknya hidup bersama sanak keluarganya. Di Tiongkok, tak jarang orangtua meninggalkan anaknya berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun demi mencari penghasilan yang layak.

"Kami memelajari struktur otak anak-anak yang ditinggal orangtuanya. Penelitian sebelumnya mendukung hipotesa bahwa perhatian orangtua dapat secara langsung memengaruhi perkembangan otak anak. Namun, hampir semua penelitian sebelumnya dilakukan pada anak-anak yatim piatu. Kami meneliti anak-anak yang tinggal bersama sanak keluarga karena ditinggal orangtuanya yang harus bekerja di tempat jauh," ucap Yuan Xiao, salah satu peneliti seperti dilansir Psyblog.

Dalam penelitian itu dilakukan pemindaian (scanning) otak pada 38 anak yang ditinggal orangtuanya, berusia antara 7 - 13 tahun. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan pemindaian otak anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya.

Hasilnya, anak-anak yang ditinggal orangtuanya punya lebih banyak "gray matter" di bagian otak yang berhubungan dengan memori dan emosi. Anak-anak dengan volume "gray matter" lebih besar pada wilayah otak ini, cenderung memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah.

"Penelitian kami memberi bukti empiris pertama yang menunjukkan kurangnya perhatian langsung orangtua memengaruhi perkembangan otak anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya. Upaya-upaya tambahan dibutuhkan untuk memberi dukungan intelektual dan emosional pada anak-anak yang ditinggal oleh orangtuanya," tambah Xiao dalam hasil penelitian yang dipresentasikan di The Radiological Society of North America.

Hasil penelitian di atas juga tidak berbeda dari temuan di ruang praktik. Beberapa anak yang orang tuanya terlalu sibuk, cenderung merasakan kekurangan kasih sayang yang kemudian berdampak pada emosinya yang terkadang labil dan berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Bagaimana pun, anak memerlukan kasih sayang, ibarat handphone yang memerlukan suplai listrik untuk keberlangsungannya. Kasih sayang harus selalu diberikan orang tua pada anak. Jika tidak, sama halnya handphone yang tidak di-charges sehingga bisa lowbatt dan pada akhirnya jalur komunikasi kasih sayang antara orangtua dan anak rawan putus.

Sesibuk apa pun Anda, jangan lupakan buah hati yang memerlukan kehadiran orang tuanya. Ingat, masa anak-anak hanya sekejap saja. Kelak saat remaja dan dewasa, boleh jadi mereka akan melupakan orang tuanya. Kenapa? Karena dia sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Jika sudah begitu, penyesalan barulah akan datang.

Mari saling mengingatkan diri sendiri, juga mengingatkan teman dan sahabat, agar selalu memberikan perhatian pada sang buah hati. Karena perhatian dan kasih sayang adalah hak mereka.

Bagaimana menurut Anda?



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes