HYPNO NEWS

Friday, October 7, 2016

INGIN BAHAGIA? Begini Caranya...


“Ayo, targetnya tinggal sedikit lagi. Kalau bisa mencapai ini, kita semua bisa lebih bahagia. Bisa menyenangkan keluarga,” kata seorang leader sebuah multilevel marketing (MLM). Sekilas, kalimat ini memang sangat membakar semangat dan sungguh memotivasi. Namun ada satu hal yang terlewatkan. Apa itu? Ya, leader ini secara tidak sadar sudah mematok syarat agar bisa bahagia, agar bisa sukses. Sukses dan bahagia, menurut dia, harus ada syaratnya yaitu mencapai target dan mendapat penghasilan tertentu.


Padahal, bahagia itu seharusnya tanpa syarat apa pun. Anda bisa bahagia kapan pun, di manapun, bersama siapa pun. Karena bahagia itu diciptakan, dan tidak perlu pakai syarat apa pun. Jika sudah terbiasa mematok syarat untuk bahagia, maka selama syarat itu tidak terpenuhi, maka bahagia tidak akan pernah didapatkan.

Bagi yang sudah akrab dengan bisnis MLM atau berada di sebuah tim jaringan bisnis, memang seringkali harus dikejar target dan terus-menerus dipacu agar bisa mencapai poin yang diinginkan. Ibarat mobil, motivasi tadi adalah gasnya. Downline atau anggota jaringan terus menerus digas dengan harapan agar timnya bisa melesat seperti mobil balap.

Umumnya, ada yang dilupakan dalam proses memotivasi ini. Leader terus mendorong dan mendorong jaringannya terus-menerus dengan mengabaikan perasaan downline-nya. Leader mengabaikan hambatan dalam diri masing-masing downline-nya. Alih-alih ingin membuat jaringannya jalan, akhirnya malah terhambat dan macet. Kenapa bisa seperti ini? Ibarat mobil, biasanya yang dilupakan adalah melepas rem tangan (handbrake) yang harus dinetralkan dulu sebelum mobil dijalankan. Bagaimana mungkin mobil bisa digas dan melaju kencang selama rem tangan ini belum dilepas?

Nah, umumnya bisnis berjaringan ini mandek atau tersendat justru gara-gara sikap leader-nya sendiri yang membuat tidak nyaman. Leader hanya memotivasi tapi tidak membantu jaringannya untuk mengatasi hambatan atau melepas rem tangan tadi. Belum lagi cara memotivasi leader yang kurang tepat, misalnya lebih banyak pamer harta benda yang sudah didapatkan, tanpa memperdulikan perasaan jaringannya.  

“Dasar orangnya aja yang malas. Sudah dimotivasi tetap juga ngga jalan,” begitu salah satu leader menyampaikan alasannya.

Coba cek apa jawaban jaringannya? “Malas dengerin omongannya, ngga enak banget. Bukan memotivasi malah sering menjatuhkan, suka membanding-bandingkan. Setiap orang kan punya harga diri juga. Mana ada yang suka dibanding-bandingkan. Kemampuan setiap orang beda-beda,” jelas salah satu peserta bisnis berjaringan.

Dari dua pernyataan di atas, jelas sudah ada miskomunikasi. Sudah ada perasaan tidak nyaman yang akhirnya membuat bisnis jaringan tersendat. Hambatan inilah yang patut dibereskan dulu. Jika sudah dibereskan, yakinlan bisnis akan berjalan nyaman. Kenapa? Karena leader sudah tahu bagaimana cara membimbing jaringannya dengan nyaman, sementara donwline juga tidak lagi merasa jengkel dengan leadernya.

Bagaimana menurut Anda?


Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes