Saturday, August 12, 2017

Beri Seminar Parenting, Endro Ingatkan Soal Lima Bahasa Cinta

SEMANGAT: Paguyuban orang tua kelas II/E dan para siswa SD 007 usai seminar.  


Hipnoterapis sekaligus praktisi teknologi pikiran, Endro S Efendi CHt CT, alumni Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya, Sabtu (12/8) tadi memberikan seminar ‘Cara Mendidik Anak yang Efektif Berbasis Teknologi Pikiran.’   



POLA ASUH: Pembicara Endro (kiri) dan moderator dr Lanny Setiawaty.

Dipandu moderator, dokter Lanny Setiawaty, dalam seminar Endro menyampaikan pentingnya orang tua memahami bagaimana mengisi baterai kasih sayang anak. Anak cerdas dan berkualitas tidak tercipta seketika. Pola asuh sangat menentukan,” katanya.

Bahkan dengan tegas Endro menyampaikan, “jangan mencintai dan menyayangi anak.” Tapi yang perlu dipastikan adalah, anak merasa disayangi dan merasa dicintai.

Sebagai contoh, Endro mencoba bertanya kepada salah satu murid yang ada di ruang seminar tersebut. “Adik merasa disayang ngga sama ibunya?” tanya Endro. Anak itu menjawab dengan gelengan kepala disusul dengan satu kata, “ngga.”


Sontak saja jawaban itu membuat beberapa orang tua murid terkejut. Sebab faktanya, selama ini orang tua hanya memastikan sayang dan cinta kepada anaknya. Namun tidak pernah mempertanyakan, apakah anaknya merasa disayangi atau dicintai?

Endro yang juga dikenal sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim ini juga memberikan penjelasan tentang lima bahasa cinta. Apa saja lima bahasa cinta itu? Masing-masing: pujian, sentuhan, pelayanan, waktu berkualitas, dan hadiah.


“Di setiap anak, pasti memiliki beberapa bahasa cinta yang dominan. Misalnya ada yang lebih suka diberi hadiah, sementara anak lain ada yang lebih suka disentuh,” ulasnya.

Endro juga memberikan beberapa teknik yang bisa diterapkan para orang tua murid kepada anaknya.

“Tidak ada anak yang bermasalah, umumnya yang terjadi adalah orang tua yang bermasalah,” katanya. Untuk itu, agar pertumbuhan anak semakin maksimal, orang tua harus memperbaiki pola asuh pada anak. Sekaligus orang tua perlu menyadari persoalan yang terjadi pada dirinya, agar segera diatasi. “Jika tidak, dampaknya juga akan berpengaruh pada anak,” ujarnya.


Sementara itu, Paguyuban Wali Murid Kelas II/E Sekolah Dasar Negeri 007 Sungai Pinang Samarinda, sengaja menggelar Seminar Cara Mendidik Anak yang Efektif Berbasis Teknologi Pikiran, untuk menambah wawasan para orang tua murid.

Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas II/E Hj Ainun menyampaikan, kegiatan tersebut murni inisiatif para orang tua murid, anggota paguyuban. “Semoga bermanfaat untuk para orang tua, dan bisa berlangsung aman,” ujarnya.

Selanjutnya, Wali Kelas II/E Sri Mulyati menyampaikan, materi yang diberikan pembicara sangat bermanfaat. “Tidak hanya bagi ibu-ibu anggota paguyuban, tapi juga saya sebagai guru maupun sebagai orang tua bagi anak saya,” tuturnya. Ia berharap, kegiatan serupa nantinya bisa digelar lagi dengan waktu yang lebih leluasa.


Kepala SD Negeri 007 Sungai Pinang Samarinda Atim Wahyudi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif paguyuban orang tua murid yang menggagas acara tersebut. “Kegiatan seperti ini jarang dilakukan di sekolah lain. Jarang ada sekolah negeri mengundang pembicara dari luar,” sebutnya, di aula sekolah yang terletak di Jalan Ahmad Yani Samarinda ini. Ia berharap, agenda kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kapasitas sekolah.


“Mohon maaf jika fasilitas sekolah belum memadai untuk acara seminar seperti ini. Kami sudah mengusulkan rehab aula ini, mudah-mudahan bisa disetujui Pemkot Samarinda,” sambungnya di usai membuka seminar tersebut. (*)   




  





Artikel Pilihan

Ingin Selalu Sehat? Peluk Pasangan Anda Minimal 4 Kali Sehari

Apa yang Anda lakukan saat bertemu dengan orang yang Anda sayangi? Termasuk teman, sahabat, kerabat, handai taulan yang memang sangat...