Monday, August 28, 2017

Terjerat Utang, Akhirnya Ini yang Dialami Andika

Foto hanya untuk ilustrasi.


Sulit tidur dan asam lambung berlebih, itulah keluhan yang selalu dirasakan Andika. Tentu Andika bukanlah nama sebenarnya. Andika yang dimaksud juga bukan suaminya Anniesa Hasibuan, bos First Travel yang sudah bikin heboh Tanah Air.

Andika yang dimaksud ini adalah pria yang bekerja di sebuah perusahaan swasta, bergerak di bidang tambang batu bara. Karena sering sulit tidur dan sakit perut, Andika pun beberapa kali pergi ke dokter. Namun, obat yang diberikan dokter hanya memberikan efek sesaat saja.

“Begitu efek obatnya habis, rasanya perut kembali sakit, susah tidur,” sebutnya.

Melihat ada yang tidak beres, dokter yang menanganinya pun menyarankan Andika untuk mencoba sesi hipnoterapi. “Ini bukan sakit medis, pasti ada pikiran yang mengganggu,” kata pria asal salah satu daerah di Kaltim ini.

Atas rekomendasi dokter tersebut, Andika pun membuat janji bertemu dengan saya. Namun, tidak langsung menjalani sesi terapi. Pria ini hanya meminta penjelasan, seperti apa metode hipnoterapi yang disarankan dokter yang menanganinya itu.

“Saya tahunya hipnotis seperti di TV-TV itu,” kata Andika. Itu sebabnya, Andika tak berniat langsung menjalani sesi terapi.

Melalui kesempatan itulah, Andika diberikan penjelasan dan pemahaman mengenai hipnoterapi sesuai standar protokol Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology.

Apa yang dialami Andika disebut psikosomatis, alias sakit yang disebabkan oleh pikiran. Maka, proses medis saja tentu tidak cukup. Harus ada proses pencarian akar masalah di pikiran bawah sadar untuk membantu mengatasi masalah yang dialami pria ini.

Mendapat penjelasan yang lengkap dan detail, tidak membuat pria ini langsung bersedia menjalani sesi terapi. “Saya pikir-pikir dulu ya pak. Saya bicarakan dulu dengan keluarga,” kata ayah dari 3 anak ini.

Sempat cukup lama tak ada kabarnya, pekan lalu Andika kembali meminta waktu untuk membuat janji terapi. “Saya sempat ke dokter lagi pak. Lagi-lagi saya disuruh ke tempat bapak. Saya juga tidak dikasih obat sama dokter,” kata pria tersebut di ujung telepon.

“Setelah ketemu bapak waktu itu, saya mencoba mencari sendiri akar masalah yang membuat saya susah tidur. Tapi ngga ketemu. Yang ada kepala saya tambah pusing pak,” beber Andika saat jumpa di ruang terapi kemudian.

Padahal, Andika sudah diberikan penjelasan bahwa proses pencarian akar masalah yang tepat dan presisi adalah pada kondisi kedalaman pikiran bawah sadar profound somnambulism.

“Ya saya kira bisa ketemu sendiri pak, makanya saya coba merenung dan mencari-cari sendiri,” katanya kemudian.

Produksi asam lambang berlebih, umumnya disebabkan oleh rasa takut dan cemas yang berlebihan. Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Andika, pria ini pun mengakui. Namun, secara spesifik tidak paham, apa yang membuatnya merasa takut dan cemas.

“Setiap kali mau melakukan sesuatu, rasanya takut dan cemas,” imbuhnya.

Setelah siap dan yakin menjalani sesi terapi, Andika akhirnya bersedia dibimbing masuk ke kondisi relaksasi yang dalam dan menyenangkan. Begitu berada di kedalaman yang presisi, ternyata ada beberapa kejadian yang membuat rasa takut dan cemasnya semakin memuncak.

Di antaranya, rasa kesal dan marah terhadap bosnya, juga ada rasa kesal terhadap mertuanya. Namun, apakah itu yang menjadi akar masalahnya? Ternyata bukan. Dari proses hipnoanalisis tersebut, akar masalah yang menyebabkan Andika mengalami takut dan cemas berlebihan adalah persoalan utangnya yang belum terbayar.

Ya, 5 tahun lalu, Andika memang sempat meminjam uang untuk modal usaha di salah satu bank swasta nasional. Uang itu rencananya untuk membuka usaha sarang burung walet, sebagai tambahan penghasilan.

Tapi apa lacur? Usaha sarang burung walet hasilnya tak lagi menggiurkan, perusahaan tempatnya bekerja pun terancam kolaps. Alhasil, utangnya di bank pun menumpuk.

Belum lagi, bagian dirinya yang paham soal agama, mulai berontak dan menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap uang riba. Hasil usahanya dipastikan hancur.

Bagian diri (ego personality) Andika yang menolak Riba inilah yang melakukan sabotase dan selalu memunculkan perasaan takut dan was-was, dengan harapan agar Andika segera melunasi semua utangnya, dan tak lagi berurusan dengan ‘rentenir resmi’ tersebut.

Dengan teknik tertentu, bagian diri Andika yang melakukan sabotase ini pun diberikan pemahaman dan bersedia mendukung upaya pelunasan utang yang akan dilakukan.

Apakah ada syarat tertentu? “Syaratnya, tidak boleh berurusan dengan riba lagi,” tegas bagian diri Andika ini. Setelah proses negosiasi di pikiran bawah sadar tuntas, Andika pun mengaku lega dan plong.

“Saya pikir persoalan dengan bos yang membuat saya begini, ternyata persoalan utang,” katanya usai sesi terapi. Andika pun mengaku lebih tenang dan nyaman, dan sudah memiliki beberapa rencana untuk menyelesaikan semua kewajibannya di bank tersebut.

“Saya sudah siap dari nol lagi. Rasanya lebih nyaman, dan mudah-mudahan lebih berkah,” katanya.

Selamat ya Andika. Semoga bisa segera melunasi utang-utangnya. Demikianlah kenyataannya. (*)       


  

  

   


Artikel Pilihan

Ingin Selalu Sehat? Peluk Pasangan Anda Minimal 4 Kali Sehari

Apa yang Anda lakukan saat bertemu dengan orang yang Anda sayangi? Termasuk teman, sahabat, kerabat, handai taulan yang memang sangat...