BREAKING NEWS

Sunday, November 12, 2017

Ingin Berlimpah Rezeki? Yuk Lakukan Ini


Terkadang dalam kondisi yang sedang sulit dan terpuruk, banyak yang kemudian menyalahkan Tuhan dan beranggapan Sang Pencipta sangat tidak adil. Lantas, benarkah Tuhan tidak adil?


Mari lihat ilustrasi ini. Ada seseorang memiliki dua anak. Yang satu masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak dan satu lagi sudah berkuliah di perguruan tinggi.

Suatu ketika, agar dianggap adil, orang tua dari kedua anak ini memberikan uang masing-masing Rp 5 juta. Pertanyaannya, benarkah apa yang dilakukan orang tua ini sudah adil?

Dilihat dari sisi jumlah, boleh jadi memang dianggap adil karena sama-sama diberikan uang Rp 5 juta. Namun, apakah kebutuhan dari kedua anak ini sama? Inilah yang kemudian menjadi persoalan. Jika anak TK diberikan uang Rp 5 juta, boleh jadi dia tidak butuh bahkan belum mengerti untuk apa uang sebanyak itu.

Namun, bagi yang sudah berkuliah, uang Rp 5 juta yang dianggap sudah banyak pun boleh jadi masih dianggap sedikit atau kurang. Ini karena kebutuhannya tentu berbeda.

Dari ilustrasi di atas, sudah bisa tergambar bagaimana sepatutnya Yang Maha Kuasa berlaku adil. Dalam dalam versi Sang Pencipta tentu berbeda dengan versi manusia. Maka, yang perlu dilakukan adalah, tingkatkan kapasitas masing-masing.

Jika ingin mendapat rezeki berlimpah, janganlah memiliki kapasitas anak TK yang belum mengerti apa-apa. Tingkatkan kapasitas, tingkatkan kemampuan diri atau memantaskan diri. Untuk apa? Supaya Sang Maha Pemberi Rezeki akan mengguyurkan rezeki sesuai kapasitas itu.

Wajar jika ada yang mengatakan, yang kerja keras belum tentu mendapat banyak. Pun yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit. Karena sesungguhnya rezeki selalu mengejar manusia sesuai kapasitas, bukan sebaliknya.

Rezeki akan selalu mendatangi manusia sesuai dengan kepantasannya. Rezeki hanya akan mengejar orang yang pantas didatangi. Sekali lagi, pantaskan dan patutkan diri agar didatangi atau dikejar rezeki. Inilah hakikat ikhtiar.

Yakinlah, rezeki tidak akan tertukar sesuai ketetapannya masing-masing. Tugas manusia hanya ikhtiar, sementara Yang Maha Kuasa yang memberikan kuasa atas kemana rezeki akan diberikan.

Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Perlu juga diingat, rezeki tentu tidak semata-mata dalam bentuk uang. Banyak bentuk rezeki, dari mulai kesehatan, ketenangan, mudah menyerap ilmu, keluarga bahagia, hingga paling utama, keimanan.

Demikianlah kenyataannya.


Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes